Avesiar – Jakarta
Kemunculan varian baru dari Covid-19 bernama Mu, membuat pemerintah dituntut memperketat di pintu-pintu masuk ke Indonesia supaya tidak kecolongan.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan, memperketat akses masuk bagi WNA memang perlu dilakukan pemerintah.
“Pemerintah jangan ragu menutup akses masuk sementara. Keselamatan rakyat yang terancam karena masuknya varian baru harus diutamakan dari kepentingan apapun,” ujar Netty kepada wartawan, Selasa (14/9), seperti dilansir jawapos.com.
Netty menambahkan, merujuk dari Centers for Control Disease and Prevention (CDC), varian virus yang masuk kategori Mu menyebabkan peningkatan klaster kasus Covid-19. Saat ini varian Mu sendiri sudah ditemukan di 46 negara termasuk di negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang dan Hongkong.
Menurut Netty, varian Mu diduga akan menimbulkan reaksi yang lebih parah pada pasien yang terinfeksi ketimbang virus Korona lainnya.
“Saat ini varian Mu memang belum terdeteksi di Indonesia, tapi tidak ada jaminan keadaan akan terus aman. Apalagi varian ini dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah,” katanya.
“Pemerintah harus lebih ketat dalam skrining, karantina, dan monitoring terhadap WNA maupun WNI dari luar negeri. Jangan sampai terjadi imported case sebagaimana pada kasus varian Delta, dang memicu lonjakan kasus,” tambahnya.
Ia mengatakan, pemerintah harus meningkatkan pemeriksaan whole genome sequencing, yaitu pemeriksaan sampel virus guna mengetahui kode genetik varian dan mutasinya.
“Saat ini genome sequencing kita baru di angka 5.000 sampai 6.000. Sementara negara-negara lain, genome sequencing-nya sudah ada di angka puluhan dan bahkan ratusan ribu pemeriksaan. Pemerintah harus segera meningkatkan pemeriksaan ini agar dapat memantau perkembangan varian yang ada,” ungkapnya.
Netty juga mengusulkan agar pemerintah membuka opsi vaksin boosterkepada kelompok masyarakat rentan, terutama lansia yang memiliki penyakit penyerta.
“Ini penting, mengingat ada dugaan varian Mu ini mampu menurunkan efikasi vaksin. Kelompok rentan seperti lansia berpotensi terpapar kembali. Oleh karena itu perlu diberikan vaksin booster seperti yang diterima oleh nakes,” tuturnya. (ard)













Discussion about this post