Avesiar – Jakarta
Pemerintah AS akan membayar 5,29 miliar dolar untuk 10 juta paket obat antivirus COVID-19 eksperimentalnya, ketika negara itu bergegas untuk mendapatkan perawatan oral yang menjanjikan untuk penyakit tersebut. Demikian dikatakan Pfizer Inc (PFE.N) dilansir Reuters, Kamis (18/11/2021).
Kesepakatan itu kira-kira dua kali ukuran kontrak yang dimiliki pemerintah AS dengan Merck & Co Inc (MRK.N), meskipun harga pil Pfizer lebih rendah sekitar 530 dolar per paket dibandingkan dengan sekitar 700 dolar untuk Merck.
Pfizer mengajukan permohonan otorisasi darurat untuk obat tersebut, yang diberi merek Paxlovid, minggu ini setelah melaporkan data yang menunjukkan bahwa obat itu efektif 89 persen dalam mencegah rawat inap atau kematian pada orang yang berisiko.
“Sementara pil ini masih memerlukan tinjauan penuh oleh Food and Drug Administration, saya telah mengambil langkah segera untuk mengamankan pasokan yang cukup bagi rakyat Amerika,” kata Presiden Joe Biden dalam sebuah pernyataan. Dia menambahkan bahwa pemerintahannya sedang membuat persiapan untuk memastikan pengobatan mudah diakses dan gratis.
Pfizer mengatakan akan memulai pengiriman pengobatan secepat tahun ini jika diizinkan oleh FDA AS.
Saham Pfizer naik 1 persen menjadi 51,40 dolar di awal perdagangan, sementara Merck sedikit lebih rendah.
Mendapatkan vaksinasi masih harus menjadi prioritas bagi orang Amerika tetapi memiliki pil yang dapat membuat orang keluar dari rumah sakit “bisa menjadi penyelamat,” kata Sekretaris Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Xavier Becerra.
Pfizer mengatakan mereka mengharapkan untuk memproduksi 180.000 kursus perawatan pada akhir bulan depan dan setidaknya 50 juta kursus pada akhir tahun 2022.
Negara-negara telah berebut untuk mengamankan dosis obat oral Pfizer dan Merck, berdasarkan data menjanjikan yang dilaporkan oleh kedua perusahaan.
Pemerintah AS sejauh ini telah mengamankan 3,1 juta kursus pil COVID-19 Merck seharga 2,2 miliar dolar, dengan hak untuk membeli 2 juta paket lagi di masa depan. (ard)












Discussion about this post