Avesiar – Jakarta
Masih ingat video rekaman seorang anak kecil berjilbab yang berlari kencang saat abu vulkanik letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, membumbung tinggi di belakangnya?
Dalam rekaman tersebut orang-orang berhamburan ke luar rumah dan berlari ketakutan. Termasuk anak-anak yang ikut berlari berusaha menyelamatkan diri dari awan panas saat Gunung Semeru meletus. Di belakang mereka terlihat kepulan abu vulkanik seolah mengejar.
Salah satu anak yang ikut berlari itu, melalui unggahan instagram @littleproject.idn, diketahui bernama Nurfida berusia 7 tahun. Nurfida terlihat berlari mengenakan jilbab berwarna hijau tosca.
Ia awalnya sedang mengaji bersama teman-teman saat Gunung Semeru meletus. Hal ini sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Nurfida yang biasa dipanggil Fida kerap pergi mengaji pukul 14.30 WIB.
Belum sempat membuka Iqro, saat itu bocah yang dipanggil Fida mendengar gemuruh dari luar Masjid. Kemudian, Ustadz yang mengajar mengaji menyuruh Fida dan teman-temannya segera berlari menyelamatkan diri.
Gemuruh itu menandakan Gunung Semeru yang meletus pada pukul 15.20 WIB. Fida dan teman-temannya berlari sekencang mungkin agar bisa selamat dan mencari tempat berteduh dari hujan pasir.
Bocah kecil ini juga melihat banyak orang berlarian keluar keluar menyelamatkan diri seperti yang dilakukan dirinya. Dia mendengar orang-orang yang berlarian itu terus mengumandangkan takbir.
Tak hanya itu, dia melihat banyak pohon pisang tumbang. Fida dan warga lain yang berlarian akhirnya menyelamatkan diri di dalam sebuah Masjid. Dia tinggal di dalam Masjid selama dua jam menunggu letusan selesai.
Tidak berhenti di situ, Fida tidak langsung bertemu orang tuanya. Seluruh orang telah kalut dalam kondisi itu. Suasana mengerikan, seperti kematian di depan mata.
Perlu menunggu waktu aman untuk saling mencari sanak saudara. Nurfida selamat setelah 6 jam bertahan di dalam Masjid.
Sementara itu, kedua orang tua Fida pun tak tenang berharap masih bisa bertemu dengan putrinya. Keduanya khawatir jika Fida sudah tiada dan mereka tidak bisa menemukannya.
Namun mereka terus mencarinya hingga akhirnya bertemu di dalam Masjid sekitar pukul 21.00 WIB.
Unggahan ini pun langsung menuai beragam komentar dari warganet. Mereka mengucapkan syukur dan doa karena Fida serta orang-orang lainnya bisa selamat dari erupsi itu.
“Alhamdulillah.. Syukur selamat nak.! Semoga membesar jadi anak solehah. Aamiiiin,” kata @tokwa*** “
Semoga vida sehat selalu and selalu dlm lindungan Allah SWA.menjadi Anak hafis Qur’an 😍😘🤲,” tulis zihan_yusuf69.
“Sehat2 nduk. Semoga jd anak sholeha,” ucap @is**.
“MasyaAllah Alhamdulillah semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt Aamiin.,” kata @meydi***
“Subhanallah, Alhamdulillah semoga kelak tumbuh menjadi perempuan Sholehah ,bukti sayang dan kasih Allah nih ,” ujar @ceri***
“Ga kebayang apa yg dia rasakan saat berlari. Sendirian, dan saat itu entah dimana ibu, bapak, atau saudaranya yang lain.,” ujar @hika***
“Masya Allah Perlindungan dari Allah,” ucap @uci***
(ard/instagram@litteproject.idn/berbagai sumber)













Discussion about this post