Avesiar – Kyiv
Ketegangan urat syaraf antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan AS membuat banyak negara besar berupaya untuk meredakan situasi yang panas, yang bisa melibatkan tensi banyak negara tersebut. Jerman pun tidak ketinggalan untuk memberikan peran jadi juru perdamaian atas konflik tersebut.
Senin (14/2/2022), Kanselir Jerman Olaf Scholz mendarat di Kyiv sebelum mengunjungi Moskow untuk mencoba mencegah ancaman sangat kritis dari invasi Rusia yang dapat memicu krisis terburuk sejak Perang Dingin.
Pemimpin Jerman itu mengunjungi dua ibu kota dalam urutan terbalik dari yang diambil pekan lalu oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam upayanya untuk menenangkan hentakan genderang perang yang bergema di seluruh Eropa timur.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengepung Ukraina dari hampir semua sisi dengan lebih dari 100.000 tentara dalam pertikaian yang dipertaruhkan dengan Barat atas ekspansi NATO pasca-Soviet ke negara-negara yang pernah berada di bawah domain Kremlin.
Barat tetap bersatu dan menantang dalam menghadapi tuntutan Putin untuk jaminan keamanan yang mengikat yang akan membuat NATO menarik kembali pasukannya dan mengesampingkan kemungkinan keanggotaan Ukraina dalam aliansi tersebut.
Tetapi para pejabat intelijen AS khawatir bahwa pembicaraan krisis selama berminggu-minggu telah memberi Rusia waktu untuk mempersiapkan serangan besar, jika Putin membuat keputusan akhir untuk menyerang Ukraina.
Washington menegaskan kembali peringatannya pada Ahad (13/2/2022), bahwa Rusia sekarang siap untuk menyerang setiap saat dengan serangan yang kemungkinan akan dimulai dengan serangan rudal dan serangan bom yang signifikan.
Presiden AS Joe Biden memberi pengarahan kepada pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky pada Ahad (13/2/2022), tentang panggilan teleponnya selama satu jam dengan Putin pada hari sebelumnya. Pembicaraan Biden dengan Putin tidak membuka jalan baru, kata Gedung Putih, dilansir Arab News.
Para pejabat AS mengatakan Biden dan Zelensky telah menyetujui pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan dalam seruan mereka.
Kepresidenan Ukraina mengatakan Zelensky juga mendesak Biden untuk mengunjungi Kyiv dalam beberapa hari mendatang untuk menunjukkan dukungan moral.
Gedung Putih tidak menyebutkan undangan itu dalam pembacaan telepon 50 menit itu.
Tetapi Scholtz dari Jerman terdengar tegas dalam tekadnya untuk mendukung Ukraina dan segera memukul Rusia dengan sanksi hukuman jika negara itu berperang.
“Jika terjadi agresi militer terhadap Ukraina yang mengancam integritas teritorial dan kedaulatannya, itu akan mengarah pada sanksi keras yang telah kami persiapkan dengan hati-hati dan yang dapat segera kami terapkan,” kata Scholz menjelang keberangkatannya.
“Kami menilai situasinya sangat kritis, sangat berbahaya,” tambah sumber pemerintah Jerman.
Jerman dan Prancis sama-sama memainkan peran sentral dalam upaya mediasi seputar konflik yang melelahkan di timur separatis Ukraina yang didukung Rusia yang telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.
Tetapi hubungan bisnis yang erat antara Jerman dengan Moskow dan ketergantungan yang besar pada impor gas alam Rusia, telah menjadi sumber kekhawatiran yang tersisa bagi para pemimpin Kyiv yang pro-Barat serta tim Biden.
Scholz telah memperingatkan Rusia bahwa mereka seharusnya “tidak meremehkan persatuan dan tekad kami” tetapi juga melindungi diri dari mendukung janji Biden untuk mengakhiri hubungan gas Nord Stream 2 baru Rusia ke Jerman.
Kyiv juga kecewa dengan Berlin karena tidak bergabung dengan beberapa sekutu NATO-nya dalam mulai memasok senjata ke Ukraina.
Kunjungan Scholz ke Moskow pada Selasa akan diselimuti oleh pertengkaran yang melibatkan penutupan saluran berbahasa Jerman dari jaringan RT Rusia dan biro Moskow dari Deutsche Welle Jerman.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga akan bepergian ke Eropa untuk mengatasi krisis menjelang akhir minggu sebagai bagian dari dorongan Eropa untuk perdamaian, kantornya mengatakan pada Ahad (13/2/2022).
Dorongan diplomatik datang ketika negara-negara Barat menarik staf dari kedutaan Kyiv mereka, dengan banyak dari mereka mendesak warganya untuk segera pergi.
Tetapi keberangkatan mungkin diperumit oleh ancaman penutupan langit di atas Ukraina karena meningkatnya risiko bagi maskapai penerbangan.
Maskapai Belanda KLM menjadi maskapai besar pertama selama akhir pekan yang menangguhkan penerbangan ke Kyiv tanpa batas waktu.
Maskapai penerbangan Ukraina SkyUp mengatakan penerbangannya dari Portugal ke Kyiv terpaksa mendarat di Moldova, Ahad (13/2/2022), setelah perusahaan penyewaan pesawat Irlandia mencabut izin untuk menyeberang ke Ukraina.
SkyUp menambahkan bahwa perusahaan leasing Eropa menuntut maskapai Ukraina mengembalikan pesawat mereka ke wilayah udara UE dalam waktu 48 jam.
Analis industri percaya maskapai internasional lainnya akan segera juga melarang penerbangan ke Ukraina karena meningkatnya biaya untuk perusahaan asuransi.
Industri perjalanan masih dihantui oleh memori penerbangan Malaysia Airlines MH17, yang ditembak jatuh saat terbang di dekat zona konflik timur Ukraina pada Juli 2014.
Semua 298 penumpang dan awak di dalam penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur tewas.
Penarikan diplomatik juga telah menyentuh staf misi pemantauan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama (OSCE) di Ukraina.
Misi itu mengatakan negara-negara peserta tertentu telah meminta staf mereka untuk meninggalkan Ukraina dalam beberapa hari ke depan. Tetapi menekankan bahwa misinya berlanjut di 10 kota di seluruh negeri. (ave)













Discussion about this post