Avesiar – India
Pembongkaran yang tidak sah atas properti yang dimiliki oleh Muslim di India dapat “sama dengan hukuman kolektif,” kata sebuah kelompok hak asasi global.
Amnesty International pada hari Kamis menyerukan penyelidikan menyeluruh, tidak memihak dan transparan terhadap laporan pembongkaran toko dan rumah yang sebagian besar milik Muslim menyusul insiden kekerasan komunal di beberapa kota di India pekan ini, dilansir TRT World, Kamis (14/4/2022).
Pihak berwenang setempat harus memberlakukan jam malam di berbagai kota di empat negara bagian India, termasuk Gujarat dan Madhya Pradesh, setelah bentrokan meletus selama festival Hindu Ram Navami pada Senin (11/4/2022).
Setidaknya satu orang tewas dan beberapa rumah atau toko dibakar dalam kekerasan antara kelompok Hindu dan Muslim.
“Di Khargone, sebuah kota di negara bagian Madhya Pradesh tengah, slogan-slogan provokatif diduga dikibarkan di dekat sebuah masjid selama perayaan Ram Navami, yang menyebabkan kerusuhan, pelemparan batu dan kekerasan,” bunyi pernyataan Amnesty International.
Para pejabat segera mengklaim bahwa mereka telah mengidentifikasi para perusuh dan bahwa kerusakan akan dipulihkan dari properti pribadi atau publik (mereka).
“Pihak berwenang kemudian melanjutkan untuk menghancurkan beberapa properti dan rumah, kebanyakan dari mereka milik keluarga Muslim yang kurang beruntung secara ekonomi,” tambah pernyataan itu.
Ketua Dewan Amnesty International India Aakar Patel mengatakan bahwa, mayoritas properti yang dihancurkan adalah milik Muslim. Penghancuran rumah keluarga tersangka semacam itu juga bisa menjadi hukuman kolektif, yang melanggar hukum hak asasi manusia internasional. (ard)













Discussion about this post