Avesiar – Jakarta
Ada banyak amal sholeh yang membuat kita diberi ganjaran pahala yang berlimpah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Salah satunya adalah mendamaikan orang-orang yang berselisih.
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia, perselisihan itu bisa terjadi di manapun dan kapanpun. Bahkan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sekalipun tidak luput dari perselisihan. Hanya saja perselisihan yang ada cepat dapat cepat diselesaikan dan didamaikan.
Usai perang badar, saat rampasan perang dibagi, di antara sahabat ada yang berselisih, ada yang kurang setuju dengan hasil pembagiannya. Perselisihan ini kemudian menjadi sebab turunnya ayat Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Al Hujurat, Ayat 10).
Terkait ayat di atas, Al-wahidiy menyebutkan bahwa mendamaikan orang yang berselisih itu, diganjar dengan pahala sedekah yang nilainya melebihi nilai kendaraan termahal yang ada.
Hal ini merupakan penegasan dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabatnya, Abu Ayyub Al-Anshariy.
“Maukah kamu kutunjukan perbuatan sedekah yang lebih bernilai dari engkau mendapatkan kendaraan onta merah yang mewah?. Tentu ya Rasulullah. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Engkau damaikan manusia yang berselisih bila berbuat kerusakan, dan engkau dekatkan mereka bila saling menjauhi.”
Melerai perselisihan, saat ini lebih dikenal dgn istilah mengatasi konflik. Hal itu dipandang sebagai kebajikan besar dan sangat luhur. Ajakan dan seruan yang dimaklumkan oleh para kaum cerdik pandai dan para pemimpin. Bila tidak mengandung unsur mengajak ke perdamaian dianggap tidak bernilai.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surah An Nisaa, ayat 114,
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”
Prinsip mendamaikan ini sepanjang sejarah manusia selalu bernilai keluhuran bagi seseorang yang mengupayakannya. Siapapun dan apapun latar belakang orang itu. Inilah nilai insaniah yang sangat tinggi derajatnya. (dwi)













Discussion about this post