Avesiar – Opini
Oleh: Syahiduz Zaman, dosen Teknik Informatika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sedang menempuh doktoral ilmu administrasi bisnis di Universitas Brawijaya
Menjaga Kesederhanaan dan Kerendahan Hati dalam Perayaan Idul Fitri
Perayaan Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Menandai kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, Idul Fitri menjadi ajang berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk saling memaafkan dan merayakan kebahagiaan bersama.
Namun, di tengah perayaan yang penuh sukacita ini, penting bagi kita untuk selalu mengingat dan menjauhi sifat-sifat yang tidak disukai oleh Allah, seperti “narcissistic personality disorder” atau sifat sombong dan merendahkan orang lain.
Narcissistic personality disorder merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa superioritas yang berlebihan, merasa lebih baik daripada orang lain, dan berharap untuk diperlakukan dengan cara yang istimewa.
Sifat ini juga memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain, sering memamerkan keberhasilan, keterampilan, dan atribut positif lainnya, agar mendapat perhatian, penghargaan, atau pengakuan dari orang lain. Mereka juga cenderung tidak empati terhadap orang lain dan memandang rendah orang lain.
Dalam konteks perayaan Idul Fitri, sifat sombong dan merendahkan orang lain ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai kebersamaan, kasih sayang, dan persaudaraan yang seharusnya menjadi inti dari perayaan tersebut. Al-Quran dan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita untuk menjauhi sifat-sifat ini dan menghargai setiap individu tanpa memandang latar belakang sosial atau materi yang dimilikinya.
Surat Lukman ayat 18 mengingatkan kita untuk tidak sombong dan memalingkan muka dari manusia, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dalam konteks Idul Fitri, ayat ini mengajak kita untuk merendahkan hati dan tidak merasa lebih mulia daripada orang lain, terlebih saat kita merayakan kemenangan kita dalam menjalankan ibadah puasa.
Surat Al-Baqarah ayat 264 mengingatkan kita untuk tidak menghilangkan pahala sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima. Perilaku ini sering terlihat pada orang dengan gangguan kepribadian narsistik yang suka memamerkan kebaikan mereka agar mendapat pengakuan dari orang lain.
Idul Fitri merupakan momen yang tepat untuk berbagi dengan sesama, namun kita harus menjaga niat dan cara kita dalam berbuat baik agar tidak menimbulkan rasa sombong dan merendahkan orang lain.
Surat Al-Hujurat ayat 13 mengajarkan kita bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah orang yang paling taqwa. Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak membedakan dan merendahkan orang lain berdasarkan status sosial atau materi, melainkan berdasarkan ketaqwaan dan keimanan mereka kepada Allah. Dalam perayaan Idul Fitri, kita harus merangkul semua orang dengan rasa persaudaraan, kasih sayang, dan saling menghargai.
Surat Al-Isra ayat 37 mengingatkan kita untuk tidak berjalan di muka bumi dengan sombong, karena kita tidak akan pernah mampu menembus bumi atau setinggi gunung. Ayat ini mengajarkan kita untuk merendahkan hati dan menjauhi kesombongan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam perayaan Idul Fitri.
Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga memberikan nasihat yang sejalan dengan ayat-ayat Al-Quran. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mandah dan Imam Abu Nu’aim, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan bahwa orang yang merendahkan diri karena Allah akan ditinggikan derajatnya, sedangkan orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah. Hadits ini mengajarkan kita pentingnya merendahkan hati dan menjauhi sifat sombong dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat merayakan Idul Fitri.
Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad mengajarkan kita untuk menjaga kesederhanaan dan merendahkan diri di hadapan Allah. Orang yang meninggalkan pakaian bagus sebagai bentuk tawadhu’, meski mampu mengenakannya, akan diberi pilihan untuk mengenakan pakaian apa saja yang dikehendaki pada hari kiamat. Hadits ini mengajarkan kita untuk menjaga kesederhanaan dalam perayaan Idul Fitri dan tidak terjebak dalam ajang pamer kekayaan atau status sosial.
Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim mengingatkan kita bahwa Allah mencintai keindahan, namun kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam keindahan duniawi yang bisa menimbulkan sifat sombong dan merendahkan orang lain.
Dari deskripsi, dalil-dalil Al-Quran, dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di atas, kita diingatkan untuk menjauhi sifat sombong dan merendahkan orang lain dalam perayaan Idul Fitri.
Sebagai umat Islam, kita harus mempertahankan kesederhanaan dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah, serta menghargai orang lain tanpa memandang status sosial atau materi yang dimilikinya.
Marilah kita menjadikan perayaan Idul Fitri sebagai momen untuk meraih ketaqwaan, menguatkan persaudaraan, dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (*)













Discussion about this post