Avesiar – Jakarta
Ketersediaan sumber energi nasional menjadi tantangan yang selalu harus dipecahkan berkaitan dengan ketahanan nasional Indonesia. Hal ini menjadi topik menarik dalam sosialisasi dan diskusi bertema “Peran Pertamina Hulu Energi Untuk Menjaga ketahanan Nasional”, yang berlangsung di Hotel Amos Cozy, Jakarta, Senin (12/6/2023).
Acara dihadiri oleh anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat Melani Leimena Suharli dan External Communication & Stakeholder Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Oktaviana Devi. Keduanya juga menjadi pembicara utama dalam kegiatan yang dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan C serta diikuti oleh ratusan peserta dari wilayah Jakarta Selatan.

Pada kesempatan itu, Melani Leimena Suharli menyampaikan apresiasinya atas kinerja Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga ketahanan energi nasional dari ketersediaan minyak dan gas.
“Saya kira ini perlu untuk diketahui oleh masyarakat. Bahwa peran dari Pertamina Hulu Energi begitu penting. Sehingga membutuhkan dukungan dan juga masukan yang membangun dari semua pihak untuk memotivasi Pertamina Hulu Energi terus semangat menjaga ketahanan nasional dari ketersediaan minyak dan gas,” ucapnya.

External Communication & Stakeholder Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Oktaviana Devi menyampaikan, bahwa PT Pertamina Hulu Energi, selaku Subholding Upstream, berperan sebagai kontributor utama produksi migas nasional. Pada tahun 2022, PHE memberikan kontribusi sebesar 68 persen produksi minyak nasional dan 34 persen produksi gas nasional.
Dikatakannya, berdasarkan data Rencana Umur Energi Nasional (RUEN), bauran komposisi energi akan berubah perlahan hingga tahun 2050 dimana energi baru terbarukan akan mendominasi kebutuhan energi nasional. Sejalan dengan hal tersebut, volume kebutuhan akan energi fosil pun akan meningkat.
“Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, PHE menjalankan strategi untuk melawan laju penurunan alamiah (natural declining rate) melalui pengeboran sumur pengembangan, perawatan sumur, dan melakukan ekpansi. Selain itu untuk menjaga keberlanjutan bisnis, PHE juga melakukan pengeboran sumur eksplorasi untuk mencari potensi cadangan baru,” terang. Oktaviana Devi.
Program PHE
Dalam rangka mendukung Green Strategy Holding, PHE tentunya berupaya untuk melakukan berbagai macam program dekarbonisasi. Salah satunya melalui pemanfaatan sumber energi gas sebagai energi transisi yang rendah emisi dan ramah lingkungan. Hal ini tercermin dari project gas yang telah onstream seperti Jambaran Tiung-Biru (JTB) di Jawa Timur dan temuan potensi cadangan gas melalui pengeboran sumur eksplorasi di beberapa wilayah Indonesia.
Seluruh strategi yang dijalankan memiliki kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit sehingga PHE perlu mendapatkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk langkah-langkah investasi yang transparan agar kegiatan operasional bisa berjalan lancar untuk menjaga ketahanan energi nasional. (dwi/pro)













Discussion about this post