Avesiar – Gaza
Kebiadaban dilakukan oleh pasukan Israel terhadap empat wanita hamil. Mereka ditembak mati oleh buldoser Israel di Tal al-Zaatar di Gaza, Al Jazeera Arab melaporkan pada hari Sabtu (23/12/2023), sebagaimana dilansir The New Arab.
Saksi mata mengatakan kepada reporter Al Jazeera Anas al-Sharif bahwa jenazah wanita-wanita hamil tersebut ditabrak oleh buldoser dan dibiarkan tidak terkubur di antara tumpukan jenazah lainnya di Tal al-Zaatar.
Para wanita tersebut dilaporkan mengibarkan bendera putih ketika mereka berusaha mencapai Rumah Sakit Al-Awda ketika mereka ditembak oleh pasukan Israel.
Al Jazeera mengatakan bahwa beberapa rumah juga hancur selama serangan Israel di daerah tersebut, sementara jumlah korban jiwa belum dapat dikonfirmasi.
Outlet berita lokal Palestina lainnya juga melaporkan dugaan pembunuhan baru-baru ini, namun The New Arab tidak dapat memverifikasi laporan tersebut.
Hal ini terjadi setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 20.258 orang telah tewas di wilayah Palestina yang terkepung sejak dimulainya perang pada 7 Oktober.
Jumlah korban terbaru termasuk 201 korban jiwa dalam 24 jam terakhir, kata kementerian itu. Kebanyakan korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Tank-tank Israel juga telah maju di kota Jabalia, Gaza utara.
Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan sedikitnya 18 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara terhadap sebuah rumah di Nuseirat di Gaza tengah.
Di Gaza selatan, lebih dari 90 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel terhadap dua rumah, menurut tim penyelamat dan pejabat rumah sakit.
Pengeboman yang dilakukan pasukan Israel di Jalur Gaza dilakukan dengan menggunakan pesawat tempur, howitzer, dan kapal tempur, WAFA melaporkan.
Meskipun ada seruan internasional untuk melakukan gencatan senjata, Israel berjanji akan terus berperang sampai Hamas dihancurkan dan disingkirkan dari kekuasaan di Gaza dan para sandera dibebaskan.
Perundingan yang dimediasi antara kedua pihak terhenti, dan kedua pihak tidak sepakat mengenai ketentuan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang lebih lunak yang menyerukan untuk segera mempercepat pengiriman bantuan kepada warga sipil yang putus asa di Gaza, namun bukan untuk gencatan senjata. (ard)













Discussion about this post