Avesiar – Jakarta
Lebih dari 415.000 orang terlantar di Gaza saat ini berlindung di gedung-gedung sekolahnya, Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan, dikutip dari TRT World, Senin (2/12/2024).
UNRWA, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial, mengunggah pada hari Minggu (1/12/2024), kesaksian Aisha, salah satu dari banyak wanita Gaza yang berlindung di sebuah sekolah.
“Tempat ini dimaksudkan untuk pendidikan, bukan untuk tempat tinggal. Kami sangat menderita karena kondisi kesehatan yang kami alami, kondisi ekonomi, perjuangan untuk mendapatkan makanan dan minuman — tidak ada dukungan, tidak ada bantuan,” kata Aisha mengekspresikan kelelahannya.
Ratusan ribu orang lainnya, kata badan PBB tersebut, berusaha bertahan hidup dalam kondisi yang lebih buruk di tempat penampungan sementara.
Oktober tahun lalu, Israel telah melancarkan perang genosida di Gaza menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas, yang menewaskan hampir 44.400 orang, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 105.000 orang.
Tahun kedua genosida di Gaza telah menuai kecaman internasional yang semakin meningkat, dengan para pejabat dan lembaga melabeli serangan dan pemblokiran pengiriman bantuan sebagai upaya yang disengaja untuk menghancurkan suatu populasi.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada 21 November, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Atas perang mematikannya di Gaza, Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional. (ard)











Discussion about this post