Avesiar – Jakarta
Tuduhan bahwa Amerika Serikat “mendorong” Israel untuk membunuh dan melakukan “tindakan kejam” terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang dilanda perang disampaikan Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Senin (6/11/2023).
Dikutip dari The New Arab, Israel memulai pemboman ganas di Gaza hampir sebulan yang lalu yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, dan memberlakukan pengepungan total terhadap wilayah tersebut yang telah memutus pasokan air, makanan dan bahan bakar.
Rumah sakit, bangunan tempat tinggal, dan tempat keagamaan di mana banyak orang mencari perlindungan, juga menjadi sasaran pengeboman oleh militer Israel.
“Bantuan Amerika Serikat kepada rezim Zionis (Israel) mendorong mereka untuk membunuh dan melakukan tindakan kejam yang mengabaikan rakyat Palestina,” kata Raisi pada konferensi pers bersama di Teheran dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani yang sedang berkunjung. .
“Kami percaya bahwa pemboman harus dihentikan sesegera mungkin, gencatan senjata harus segera diumumkan, dan bantuan harus diberikan kepada rakyat Gaza yang tertindas dan punya harga diri,” tambahnya.
Dia menegaskan bahwa kKejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan ini adalah genosida, yang dilakukan oleh rezim Zionis (Israel) dengan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tertentu.
Kunjungan Sudani ke Iran terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken secara mengejutkan singgah di Bagdad dalam tur diplomatiknya ke Timur Tengah untuk bertemu dengan perdana menteri Irak.
Di Bagdad, Blinken mengecam “serangan atau ancaman” terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah yang dilakukan oleh milisi yang menurut AS memiliki hubungan dengan Iran.
Sejak dimulainya kampanye pengeboman Israel, serangan roket dan drone telah menargetkan pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak, yang kemungkinan merupakan respons terhadap dukungan Washington terhadap Tel Aviv.
Baik Irak maupun Iran tidak mengakui negara Israel. Iran juga terlibat dalam “perang bayangan” dengan Israel selama bertahun-tahun, menuduh Tel Aviv melakukan serangan terhadap situs nuklir.
Pada tanggal 25 Oktober, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa AS adalah “kaki tangan yang tidak dapat disangkal” dalam serangan Israel di Gaza. (ard)













Discussion about this post