Avesiar – Jakarta
Seruan agar orang-orang Yahudi di negara-negara Barat pindah ke Israel untuk menghindari meningkatnya antisemitisme dilontarkan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada hari Ahad.
Dikutip dari The New Arab, Senin (22/12/2025), hal itu untuk menghindari meningkatnya antisemitisme, seminggu setelah 15 orang ditembak mati dalam sebuah acara Yahudi di Sydney.
Menurut dia, orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun. Tetapi, lanjutnya, mereka melihat dan sepenuhnya memahami apa yang terjadi dan memiliki pengalaman sejarah tertentu. Hari ini, imbuhnya, orang Yahudi diburu di seluruh dunia. Hal itu dikatakannya pada acara penyalaan lilin publik yang menandai hari terakhir festival Yahudi Hanukkah.
“Hari ini saya menyerukan kepada orang-orang Yahudi di Inggris, orang-orang Yahudi di Prancis, orang-orang Yahudi di Australia, orang-orang Yahudi di Kanada, orang-orang Yahudi di Belgia: datanglah ke Tanah Israel! Pulanglah!” kata Saar pada upacara tersebut, yang diadakan bersama para pemimpin komunitas dan organisasi Yahudi di seluruh dunia.
Sejak pecahnya perang di Gaza, para pemimpin Israel telah mencoba menghubungkan protes anti-perang di negara-negara Barat dengan meningkatnya antisemitisme dan menuntut pemerintah mereka untuk menindak aktivisme pro-Palestina.
Pihak berwenang Australia mengatakan bahwa serangan pada 14 Desember terhadap acara Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, terinspirasi oleh ideologi kelompok jihadis Negara Islam (ISIS).
Pada bulan Oktober, Saar menuduh otoritas Inggris gagal mengambil tindakan untuk mengekang “gelombang antisemitisme yang beracun” setelah serangan di luar sinagoge Manchester pada Yom Kippur, hari tersuci dalam kalender Yahudi, di mana dua orang tewas dan empat terluka.
Menurut “Hukum Kepulangan” Israel tahun 1950, setiap orang Yahudi di dunia berhak untuk menetap di Israel (proses yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai aliyah, atau “naik”) dan memperoleh kewarganegaraan Israel. Hukum ini juga berlaku untuk individu yang memiliki setidaknya satu kakek atau nenek Yahudi. (ard)













Discussion about this post