• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Kamu Kuat, Kamu Berani, Stop Bullying

by Ave Rosa
2 Desember 2024 | 23:47 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Kamu Kuat, Kamu Berani, Stop Bullying

Ilustrasi. Foto: Pexels

KAMU KUAT – Jakarta

“Haii, lama gak ketemu. Kamu kok tambah hitam, trus kamu juga gemukan ya.”

Eitsss…. Sadar gak sih kalau sebenarnya itu adalah bullying verbal atau sejenis bullying yang melibatkan penggunaan kata-kata untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi seseorang.

Bullying itu adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Tindakan bullying bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan keluarga.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), bullying atau perundungan, adalah penindasan atau risak (merunduk) yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok yang lebih kuat.

Kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, keluarga, bahkan sekolah, telah menyebabkan banyak dampak. Baik dampak ringan bagi korbannya, hingga yang berat/fatal seperti yang sering diberitakan atau beredar di sosial media. Namun terkadang kita tanpa sengaja membenarkan adanya hal tersebut.

Dikutip dari Alodokter, Senin (2/12/2024), seseorang yang mendapat perundungan atau bully tidak hanya menimbulkan luka atau cedera fisik, korban bullying juga sering kali akan mengalami berbagai masalah psikologis, seperti luka batin, cemas, gelisah, sering mengalami mimpi buruk, sulit percaya dengan orang lain (trust issue), depresi, hingga menyakiti diri sendiri, atau bahkan lebih fatal lagi.

Penyebab bullying bisa terjadi karena:

Bacaan Terkait :

Cegah Bullying, Berikut Tips Jitu yang Bisa Dilakukan

Diperlukan Program Anti Bullying, Sekolah Harus Sediakan Lingkungan yang Aman dan Positif

Cara untuk Tetap Kuat dan Berdiri Melawan Saat Merasa Ditindas di Tempat Kerja

Presiden AS Diolok-olok dalam “Sleepy Joe”, Komedi TV Arab Saudi

Load More

• Pernah melihat orang lain melakukan kekerasan

• Kesalahan pola asuh keluarga yang terlalu keras

• Pengaruh game yang dimainkan

• Pernah menjadi menjadi korban bully

• Kurang mendapatkan perhatian dari keluarga dan orang di sekitarnya

• Ingin memiliki kekuasaan dan memegang kendali

• Ingin dianggap populer

• Kurang edukasi dan empati

• Supaya bisa berbaur dan berteman

Menanggapi soal bullying, Arka Razzaq Hermawan, siswa kelas 10 SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor, punya komentar tersendiri. Ia mengakui ketika masih SMP ada salah satu temannya yang selalu mengolok-olok dia dengan sebutan cungkring (kurus, red).

“Waktu aku SMP, aku punya teman yang suka becanda bilang aku cungkring, kurang gizi. Tapi aku biasa aja ngga marah, karena aku pikir cuman becanda,” ujar Arka yang mendapatkan bullying secara verbal berbalut kata becanda sampai dia lulus SMP.

Arka Razzaq Hermawan, siswa kelas 10 SMK Kehutanan Bakti Rimba Bogor. Foto: istimewa

Beda halnya dengan Jenedine Saydali Hilmy,  siswa SMP Dinar Islamic School kelas 9. Lajang yang hobi menulis ini punya pengalaman tersendiri.

“Saya sendiri pernah melihat sendiri korban bullying. Pandangan saya tentang bullying itu adalah salah satu cara merusak mental seseorang tanpa disadari akan ada dampak yang ditimbulkan. Juga bisa bikin si anak yang di-bully ngerasa ngga guna dan banyak juga kasus bundir karna ngga kuat di-bully. Intinya bullying itu bahaya,” komentar Hilmy.

Jenedine Saydali Hilmy,  siswa SMP Dinar Islamic School kelas 9. Foto: istimewa

Pendapat lainnya disampaikan Winona Utomo, siswi SMAN 2 Tangsel, kelas XI. Menurutnya, bullying merupakan kegiatan yang hanya memuaskan satu pihak, di mana satu pihak lainnya akan dirugikan. Bullying adalah hal negatif, yang hanya bertugas untuk merendahkan maupun menyakiti manusia.

“Hal bullying tersebut mendominasi orang lain secara emosional, mental, maupun fisik. Bullying merupakan hal yang menurut saya tidak ada manfaatnya, bahkan untuk pelakunya sendiri. Walaupun bullying dapat memuaskan pelaku, namun rasa puas tersebut hanya sesaat. Selanjutnya akan dinilai dengan stigma-stigma negatif oleh masyarakat sekitarnya,” ucap Winona.

Winona Utomo, siswi SMAN 2 Tangsel, kelas XI. Foto: istimewa

Ada orang bilang, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Maka dari itu, sebelum bullying terjadi, kita bisa mempersiapkan banyak hal. Segala macam cara dapat kita lakukan, salah satunya adalah mengembangkan potensi dan bakat positif yang ada di dalam diri kita.

Untuk apa?

Dengan cara kita mengembakan bakat-bakat yang ada di dalam diri kita, kita dapat membuktikan ke orang-orang bahwa kita mempunyai value (nilai). Hal tersebut dapat membuat pelaku bullying berpikir dua kali untuk melakukan tindakan bullying.

Dengan kepercayaan diri yang kita miliki juga, hal itu bisa menciptakan sebuah karakter di dalam diri kita. Sehingga jika memang ada yang tidak suka dengan kita, kita tidak akan terfokus dengan ucapan-ucapan negatif dari orang lain.

Peranan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar, berperan penting dalam meminimalisasikan terjadinya bullying dan dapat mencegah hal tersebut terjadi

Jenedine Saydali Hilmy punya saran khusus. “Jika kita mempunyai masalah, maka harus siap menghadapinya. Bukan sebaliknya, lari dari kenyataan dan melampiaskan kekesalan, serta kesalahan kita kepada orang lain. Sedangkan untuk para korban, kamu tidak sendiri kamu harus bisa berdiri kuat melawan ketakutanmu. Kamu kuat, kamu harus berani,” katanya berpesan.

Komentar Guru

Komentar dari pengelola sekolah dan tenaga pendidik disampaikan Kepala SMP Budi Mulia Dua Bintaro Iin Mirna Fathima S.T., M.Pd. Menurutnya, jika di lingkungan sekolah terjadi kasus bullying, seharusnya segera melapor guru untuk mencari solusi. Bagaimapun anak akan merasa tidak nyaman serta tidak aman.

“Bullying terjadi karena korban merasa tidak percaya diri dan berharga. Sehingga mempersilahkan orang lain untuk menyakiti diri kita. Tidak hanya itu, kepercayaan di diri anak tersebut serta kepercayaan terhadap lingkungan sekitar harus dibangun. Seharusnya siswa tersebut berani membela dan mempertahankan diri,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa tugas dan peranan orang tua, serta pendidik di sekolah, salah satunya adalah menguatkan, bahwa hidup kita berharga, diri kita berharga, apapun kondisi yang Allah berikan sekarang, harus bersyukur dan jangan pernah menyerah. Semua manusia itu berharga, bernilai dan terbaik di hadapan Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Semangat terus!! Semua orang percaya dengan diri kamu! Kamu kuat karena telah berani dan tegar melewati hal-hal seperti itu dan melawannya. (rst)

Tags: BullyingEjekanHinaanLapor GuruLawan BullyMelawan BullyingMengembangkan BakatOlok-olokPerundungan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Anggaran Kemenag untuk Insentif Bagi Guru Non PNS di 2025 Sebesar Rp897 Miliar

Next Post

Sekolah-sekolah PBB di Gaza, Tempat Pengungsian Lebih dari 415.000 Warga Palestina

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Sekolah-sekolah PBB di Gaza, Tempat Pengungsian Lebih dari 415.000 Warga Palestina

Sekolah-sekolah PBB di Gaza, Tempat Pengungsian Lebih dari 415.000 Warga Palestina

Kamu Kuat, Kanal Gaul Seputar Kehidupan Remaja yang Edukatif dan Inspiratif

Kamu Kuat, Kanal Gaul Seputar Kehidupan Remaja yang Edukatif dan Inspiratif

Discussion about this post

TERKINI

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

11 April 2026

Sumber Senior Iran Sebut AS Setuju Cairkan Aset Iran Demi Pembicaraan di Islamabad, Seorang Pejabat AS Membantah

11 April 2026

Luar Biasanya Manfaat Setiap Gerakan Shalat untuk Fisik dan Psikis Menurut Penelitian Medis

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video