Avesiar – Ankara
Veto yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan tidak mengakui negara Palestina dan tidak memperbolehkannya menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) baru-baru ini menuai sikap tegas dari Turki.
Turki melalui Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, dikutip dari TRT World, Selasa (23/4/2024), telah meminta masyarakat internasional untuk menentang veto AS terhadap upaya Palestina menjadi anggota PBB dan mengakui negara Palestina.
“Tidak adil jika Palestina tidak diperbolehkan menjadi anggota PBB. Kami menyerukan masyarakat internasional untuk menentang ketidakadilan ini, dan mengakui negara Palestina,” kata Fidan pada hari Ahad (21/4/2024), dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Mauritania Mohamed Salem Ould Merzoug di Istanbul.
Fidan dalam pertemuannya dengan Merzoug mengatakan mereka membahas “pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza,” dan menambahkan bahwa senada dengan Turki, Mauritania juga mengadopsi kebijakan sensitif mengenai masalah Palestina, khususnya situasi di Gaza, dan memberikan semua dukungan yang mungkin.
Turki dan Mauritania, lanjut Fidan, mempunyai “solidaritas besar” terhadap Gaza. “Kami akan melanjutkan kerja sama kami untuk mengupayakan gencatan senjata yang mendesak dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa gangguan,” ujarnya.
Ditambahkannya bahwa upaya kedua negara akan terus berlanjut “tanpa gangguan sampai negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur dan integritas wilayah, didirikan berdasarkan perbatasan tahun 1967.” (ard)













Discussion about this post