Avesiar – Jakarta
Institut Otomotif Indonesia merayakan milad ke-8 secara sederhana di ruang VIP lantai 2, Restoran Nasi Kapau Pemuda, Jakarta Timur, Senin (20/5/2024) kemarin. Acara yang dilaksanakan secara offline dan zoom meeting tersebut dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari para tokoh, pendiri IOI, serta seluruh jajaran pengurus.
Di hadapan undangan dan pengurus, Founder & Presiden IOI Made Dana Tangkas menyebutkan bahwa sudah banyak yang dilakukan oleh lembaga tersebut selama 8 tahun. Pertama; membantu pemerintah mewujudkan regulasi dan kebijakan LCEP dengan biofuel, HV. dan program kendaraan pedesaan AMMDes, kebijakan BEV PP55/2019 beserta konsorsium baterai listrik, motor listrik dan PCU/inverter, bekerja sama dengan team Pikko dan Apek dalam membuat R2/R3 listrik, termasuk persiapan G20 Bus EV bersama team INKA, R4 EV bersama team AMMDes dan lainnya.
Kedua, membangun SDM industri otomotif dengan pembentukan LPK IOI & LSP IOI dan lembaga konsultansi & advisory IOI, serta RnDD, InBis & komersialisasinya secara terintegrasi bekerja sama dengan Kemenperin, BNSP, Kemenaker, Kemenlu, KemenkopUKM,Dubes RI di Jepang, Apindo, Kadin, dan lainnya.
Ketiga, memperbaiki sejumlah Kawasan IKM & UKM dan operasi supply chain seperti di Ceper industri logam, di Tegal menyiapkan material center, juga di Sikim Majalengka bersama Pikko/KiKo serta Kemenperin, Pemda, dan lainnya.
Terakhir yaitu, pengembangan pusat evaluasi dan fasilitas testing serta pusat teknologi industri otomotif secara terintegrasi dari R2, R4, komponen/permesinan, karoseri, alat berat, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang, serta drone dan lainnya bersama Kemenperin juga Kemenhub.

“Pada kenyataannya kondisi demand and supply industri otomotif Indonesia masih kurang besar bila dilihat dari potensi dan kemampuannya. Pasar mobil relatif stagnan dalam kurun 10 tahun belakangan ini sekitar 1-1,05 juta per tahun, di mana harapannya tembus 1,5-2juta per tahun, serta ekspor yang masih berkisar 300-400ribu per tahun dengan target seharusnya 1juta per tahun. Termasuk pasokan material seperti logam, kimia, resin, mineral lainnya, serta spare parts barang elektronik dan hitech lainnya masih impor dari luar negeri,” terang Made Dana Tangkas.
Selain itu, imbuhnya, investasi masih relatif kecil dan jumlah perusahaan pelaku juga suplayer T1/T2/T3 perlu ditambahkan, serta persoalan perpajakan yang berdampak terhadap harga kendaraan masih menjadi persoalan panjang dalam pengelolaan industri otomotif belakangan ini.
Sedangkan Founder & Advisor IOI Putu Suryawirawan mengatakan tentang arahan IOI ke depan, yaitu membangun industri otomotif yang lebih berpihak kepada kebutuhan rakyat dan membangun Indonesia sebagai hub industri manufaktur & pusat global supply chain. Terkait pengembangan EV AMMDes, lanjutnya, juga seyogyanya dapat diterapkan sebagai kendaraan angkut di Pedesaan dan untuk fungsi kegiatan ekonomi, sosial, dan lainnya. Termasuk perlu juga pengembangan material dan supply chain utk mendukung IKM/UKM.
Selanjutnya Pak Mujiyono sbg former DE IOI dan Advisor menyampaikan perlunya pengaturan program SDM Industri yg lbh terintegrasi utk memenuhi kebutuhan worker dlm negeri maupun luar negeri.

Di sisi lain, Haris Munandar sebagai Founder & Advisor IOI juga menyampaikan perlunya pemanfaatan jaringan/network dan potensi besar IOI yang ada saat ini agar dapat dioptimalkan untuk berkontribusi lebih besar kepada negara. Saat ini kontribusi industri otomotif sekitar 3-5 persen terhadap GDP di mana targetnya adalah 9-10 persen.
Demikian juga Treasure IOI dan Ketum Pikko Ibu Ocha Rosalina Faried menyampaikan bahwa Anggota Pikko sekitar 80 perusahaan dpt menjadi basis industri T2/T3 dan praktek Lean Manufacturing serta jaringan pengembangan SDM otomotif dan global supply chain.
Hadir juga dari Banten Ketua PII Wilayah dan Ketua ICMI Banten Laksma purn. Dr. Eden Gunawan yang menyampaikan kerja sama Distributed Manufacturing R2/R3 di Banten dengan membuat produk hasil karya putra/i Banten untuk membantu alat angkut, operasi dan kegiatan usaha masyarakat di Pedesaan.
Selain itu hadir juga online dari Disdik DKI Jakarta Nurfakih dan Ramli yang mengharapkan ada kerja sama dalam pembenahan pendidikan SMK serta program link & match agar dapat melanjutkan ke dunia kerja.
Kehadiran Tokoh dan mantan Kepala Bakamla & Rektor Unhan Laksdya purn. D.A. Mamahit sekaligus Chairman IRDI & PBJI, juga memberi gambaran peluang industri otomotif yang sangat luas dalam bidang alat transportasi darat, laut dan udara serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat, perlu dipenuhi secara efisien dan produktif. Termasuk juga persiapan tenaga kerja otomotif untuk pasar kerja dlm negeri maupun memenuhi kebutuhan di Jepang.
Terakhir dalam penutupan dan doa yang disampaikan oleh KH. Ridwan M. Yusuf menyampaikan peran penting kesadaran SDM Indonesia untuk menjadi penggerak industri otomotif. Dengan semangat dan motivasi yang tinggi serta fokus menguasai teknologi serta kompetensi juga profesionalisme dalam mengelola bisnis bersama industrinya. (put/pro)













Discussion about this post