Avesiar – Jakarta
Cuaca yang sangat panas menyebabkan setidaknya 1.300 jemaah selama ibadah haji, dikutip dari The Guardian, Senin (24/6/2024). Tidak hanya itu, sebagian besar korban meninggal tidak memiliki izin resmi.
Riyadh belum mengomentari secara terbuka mengenai kematian tersebut atau memberikan jumlah korbannya hingga hari Ahad. Sedangkan pada Jum’at, seorang pejabat senior Saudi menyebutkan jumlah korban jiwa sebanyak 577 orang pada dua hari tersibuk haji: 15 Juni, ketika jamaah berkumpul untuk salat berjam-jam di bawah terik matahari di Gunung Arafat; dan 16 Juni, ketika mereka berpartisipasi dalam Melontarkan Jumroh di Mina.
Dilaporkan SPA, Menteri Kesehatan Saudi Fahd al-Jalajel, pada Ahad (23/6/2024), menggambarkan pengelolaan haji tahun ini sebagai “sukses”.
Beberapa tahun terakhir ini, ritual yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan tidak lagi dilakukan selama musim panas yang terik di Arab Saudi. Suhu di Mekah tahun ini naik setinggi 51,8C (125,2F). (ard)













Discussion about this post