Avesiar – Jakarta
Kehidupan memang selalu diwarnai dengan berbagai problematika. Dalam pergaulan, terdapat orang-orang yang baik dan tulus, namun juga yang berbuat licik.
Dikutip dari laman KBBI, definisi licik yaitu, _banyak akal yang buruk, pandai menipu, culas, curang, licin.
Ulasan yang dikutip dari berbagai sumber ini bisa jadi ibrah dan juga pengingat tentang perilaku dalam kehidupan setiap individu.
Ciri-ciri orang licik
- Menempuh Jalan Pintas dalam Mencapai Tujuan
Orang licik kerap kali ketika menginginkan sesuatu ia tidak mau melalui sebuah proses. Inginnya cepat-cepat berhasil.
- Menghalalkan Segala Cara
Senang menggunakan jalan pintas untuk meraih tujuan dan menghalalkan segala cara termasuk perbuatan yang buruk seperti menipu, berbohong, mengelabui, dan hal-hal yang merugikan orang lain.
- Mendekat Jika Membutuhkan
Orang-orang yang licik akan mendekat pada anda, namun akan menjauhkan diri jika memang tidak membutuhkan anda. Bahkan yang terparahnya, mereka bisa saja menceritakan segala keburukan dan memfitnah anda dihadapan orang-orang lainnya. Mereka tidak memperdulikan hal-hal baik apa yang anda lakukan selama berteman dengannya.
- Mengadu Domba
Mereka pun senang mengadu domba orang lainnya, agar dapat mencapai tujuan yang diinginkannya. Mereka tak peduli dengan resiko yang ada. Bahkan juga tak peduli dengan orang lainnya. Selama hal itu bisa memuaskan keinginannya, maka mereka akan melakukan
- Pandai Menipu
Untuk memuluskan siasatnya yang licin, orang yang licik akan suka menipu dan berbohong serta bersilat lidah.
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Tanda orang munafik ada tiga: ketika ia bicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari dan ketika ia dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari)
- Memiliki Banyak Alasan
Orang-orang berkarakter licik selalu memiliki banyak alasan, entah tentang dirinya ataupun orang lain. Pada saat permasalahan datang, mereka selalu memberikan bermacam-macam alasan tak tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Namun semua itu ditutupi dengan sifat kesombongan yang dimilikinya.
- Memanfaatkan orang lain demi tujuannya
Orang licik sering kali melihat orang lain sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Mereka akan memanfaatkan orang lain tanpa rasa bersalah.
- Menghindari Tanggung Jawab
Mereka enggan mengakui kesalahan atau mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Mencari kambing hitam adalah hal yang biasa bagi orang-orang licik ini.
- Berusaha Memecah Belah Hubungan
Orang licik cenderung menciptakan konflik atau mencoba memecah belah hubungan antara orang lain demi kepentingannya.
- Menghindari Keterbukaan dan Transparansi
Mereka tidak suka memberikan informasi yang jujur atau transparan karena takut hal itu dapat merugikan mereka atau mengungkap sisi licik dari karakter mereka.
- Cenderung manipulatif
Orang-orang yang berhati licik cenderung memiliki pemikiran yang manipulatif. Mereka mungkin menggunakan pujian, rayuan, pengaruh emosional, bantuan materi, dan sejenisnya, untuk memanipulasi orang lain demi kepentingan mereka sendiri atau kelompoknya.
Mereka juga cenderung menggunakan manipulasi emosional untuk mencapai tujuan mereka. hal ini bisa berupa memanfaatkan rasa bersalah, menciptakan konflik, atau mempermainkan perasaan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
- Kesetiaannya rendah
Orang-orang yang berhati licik seringkali memiliki tingkat kesetiaan yang rendah. Mereka mungkin terlihat seperti teman atau mitra yang setia. Namun sebenarnya, mereka mudah beralih dan mengkhianati orang lain demi keuntungan pribadi mereka.
- Tidak Jujur
Ketidakjujuran adalah ciri khas lainnya dari individu yang berhati licik. Mereka mungkin seringkali berbohong atau menyesatkan orang lain untuk melindungi diri mereka sendiri atau untuk mencapai tujuan tertentu.
Faktor-faktor yang memicu seseorang melakukan perbuatan tersebut antara lain:
- Kebodohan sebagian orang tentang haramnya perbuatan curang, khususnya dalam bentuk-bentuk tertentu dan saat perbuatan tersebut sudah menjadi sistem ilegal dalam sebuah lembaga atau organisasi.
- Ambisi mengumpulkan pundi-pundi harta kekayaan dengan berbagai macam cara. Yang penting untung besar, walaupun dengan menumpuk dosa-dosa yang kelak menuntut balas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang tidak lagi mempedulikan apa yang didapatkannya, dari yang halal atau dari yang haram.” (HR Bukhari)
- Tidak adanya kesungguhan. Sebagian orang bermalas-malasan menyelesaikan tugas dan apa yang menjadi kewajibannya, saat semua itu harus ia pertanggungjawabkan, maka ia pun menutupinya dengan perbuatan curang. Seperti seorang murid yang malas belajar, saat datang masa ujian, ia pun berusaha berbuat curang agar bisa lulus ujian.
- Ketiadaan ikhlas (niat karena Allah) dalam melakukan aktifitas, baik dalam menuntut ilmu, berniaga dan yang lainnya.
- Lemahnya iman, sedikitnya rasa takut kepada Allah dan kurangnya kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menyaksikan setiap perbuatannya sekecil apa pun.
- Sikap bergantung kepada orang lain dan malas menerima tanggung jawab.
- Tidak qanaah dan ridho dengan pemberian Allah.
- Tidak adanya sistem hukum yang efektif untuk membuat jera para pelaku kecurangan.
- Berteman dengan orang-orang yang suka berbuat curang dan selalu menuruti ajakan setan untuk berbuat curang.Lemahnya pendidikan yang ditanamkan sejak kecil di rumah atau di sekolah. Sering kali orang tua atau guru tidak memberi tindakan yang tegas saat anak atau muridnya berbuat curang, atau malah justru memberi contoh dengan melakukan kecurangan dihadapan anak atau murid di sekolah.
- Lemahnya pengawasan orang-orang yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungjawabnya.
- Kurang percaya diri. Saat seseorang merasa dirinya tidak mampu bersaing dengan orang lain, maka tidak jarang ia akan melakukan kecurangan untuk menutupi kekurangannya.
- Lalai dari mengingat kematian. Ini adalah faktor penyebab seluruh perbuatan maksiat dan terus-menerus dalam melakukannya.
Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)











Discussion about this post