Avesiar – Jakarta
Islamophobia yang meresahkan akhir-akhir ini di Inggris oleh segelintir kelompok telah membuat Muslim Inggris menyuarakan ketakutannya. Dikutip dari TRT World, Ahad (4/8/2024), kekhawatitan Muslim di Inggris yaitu terhadap protes sayap kanan yang menargetkan masjid-masjid di Inggris dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi hal tersebut para pemimpin komunitas meningkatkan keamanan di pusat-pusat Islam sebelum demonstrasi yang lebih terencana. Sedangkan para penghasut Islamophobia telah menargetkan tempat-tempat ibadah Islam sejak desas-desus yang tidak berdasar menyebar secara online bahwa tersangka remaja di balik serangan pisau yang menewaskan tiga gadis di barat laut Inggris pada hari Senin adalah seorang Muslim.
Pelemparan batu bata oleh para pengunjuk rasa ke sebuah masjid pada Selasa malam di Southport, kota di mana Axel Rudakubana yang berusia 17 tahun dituduh melakukan penikaman massal, diduga oleh polisi dilakukan oleh sayap kanan Liga Pertahanan Inggris.
Jumat malam, pengunjuk rasa meneriakkan nyanyian anti-Muslim, dan melemparkan kaleng bir dan batu bata ke arah polisi di luar sebuah masjid di kota Sunderland, Inggris timur laut.
“Komunitas Muslim sangat cemas saat ini, sangat tertekan dengan apa yang mereka lihat,” kata Zara Mohammed, sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris (MCB).
Perdana Menteri Keir Starmer menuduh “geng preman” “membajak” kesedihan bangsa untuk “menabur kebencian” dan berjanji bahwa siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan akan “dihadapi hukum penuh”.
Pada Kamis malam, MCB mengadakan pertemuan dengan para pemimpin masjid untuk membahas keamanan menjelang ancaman kekerasan lebih lanjut akhir pekan ini. (ard)













Discussion about this post