Avesiar – Inggris
Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan sanksi terhadap menteri sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Rabu (16/10/2024), dikutip dari The New Arab..
“Kami sedang mempertimbangkannya karena jelas ada komentar-komentar yang menjijikkan beserta aktivitas lain yang benar-benar mengkhawatirkan di Tepi Barat,” kata Starmer saat ditanya di parlemen apakah pemerintah akan memberikan sanksi kepada keduanya.
Para pejabat Israel yaitu Menteri Keamanan Nasional Smotrich dan Ben Gvir, yang merupakan menteri keuangan, adalah pendukung vokal permukiman di Tepi Barat, yang ilegal menurut hukum internasional.
Ucapan Smotrich juga telah memicu kegemparan internasional dengan menyatakan bahwa akan dibenarkan untuk membuat dua juta warga Gaza kelaparan demi membebaskan sandera Israel di wilayah Palestina.
Mantan menteri luar negeri David Cameron, awal pekan ini, mengungkapkan bahwa pemerintah Konservatif sebelumnya telah “mengerjakan” sanksi terhadap politisi “ekstrem”.
Pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Starmer mengumumkan sanksi terpisah terhadap tujuh pos terdepan dan organisasi pemukim Israel pada hari Selasa.
Starmer juga menyerukan Israel untuk “mengambil semua langkah yang mungkin untuk menghindari jatuhnya korban sipil, untuk mengizinkan bantuan masuk ke Gaza dalam jumlah yang jauh lebih besar”. Starmer menunjuk pada situasi kemanusiaan yang “mengerikan” di Gaza.
Menteri Luar Negeri David Lammy mengumumkan bahwa Inggris, Prancis, dan Aljazair telah mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB menyusul laporan PBB bahwa “hampir tidak ada makanan yang masuk” ke Gaza Utara dalam dua minggu terakhir. (ard)













Discussion about this post