• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nusantara Profil Perubahan

Inilah Nama Tokoh yang Hadir di Deklarasi Resolusi Jihad NU, Awal dari Peristiwa 10 November

by Avesiar
17 November 2024 | 23:53 WIB
in Profil Perubahan
Reading Time: 5 mins read
A A
Merayakan 1 Abad NU? Kenali 10 Tokoh Berpengaruh Berikut Profilnya

Ilustrasi.

Avesiar – Jakarta

Resolusi Jihad NU yang digaungkan sebelum peristiwa perang melawan tentara Belanda yang membawa sekutu untuk kembali menjajah dan menguasai Indonesia. Hal ini membuat semangat untuk mempertahankan kedaulatan paska kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 berkobar.

Dilansir laman Nahdlatul Ulama, Selasa (22/10/2024), resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap Muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.

Resolusi jihad tersebut merupakan hasil dari rapat yang diselenggarakan oleh Pengoeroes Besar Nahdlatoel-‘Oelama’ (PBNO atau dalam ejaan sekarang disebut PBNU) bersama perwakilan dari Majelis Konsul Nahdlatul Ulama atau kini disebut sebagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

KH Saifuddin Zuhri yang menjadi salah satu pelaku sejarah pada pertemuan di Surabaya tersebut, menulis dalam buku Berangkat dari Pesantren (LKiS, 2013, hlm 318-323) tentang kenangannya saat menerima undangan untuk hadir di Surabaya pada tanggal 21 Oktober 1945.

Situasinya saat itu, menurut Kiai Saifuddin, tidak semua perwakilan Konsul dapat berangkat, sebab setelah Jepang menyerah, Jawa, Sumatera, dan Bali diduduki Inggris dan kepulauan yang lain diduduki Australia, keduanya atas nama tentara sekutu. Oleh karena itu, hanya Konsul dari wilayah Jawa dan Madura yang dapat menghadiri undangan tersebut.

Dari data yang dimiliki penulis, dikutip dari salinan daftar Pengoeroes Besar Nahdlatoel-‘Oelama’ Diperoentoekkan Tjabang-tjabang Nahdlatoel-‘Oelama’ seloeroehnja (Tjetak Nahdlatoel-‘Oelama’, 1944)

Nama-nama wakil Konsul PBNU di wilayah Jawa dan Madura, yakni:

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

1. KH Ghoefron (Surabaya)

2. KH Masjkoer (Malang)

3. KH Abd. Chalim Siddiq (Besuki)

4. KH Moenif (Madura)

5. KH Moechsin (Kediri)

6. H M Asj’ari (Madiun)

7. KH Abd. Karim (Bojonegoro)

8. KH Abdoeldjalil (Pati)

9. KH Chambali (Semarang)

10. KH Djouhar (Solo)

11. Saifoeddin Zuhri (Kedu)

12. KH M Iljas (Pekalongan)

13. M Masna (Cirebon)

14. M Soetisna Sendjaja (Priangan)

15. Zainal Arifin (Jakarta, Bogor, Banten)

16. R H Moechtar (Banyumas)

Jika diperhatikan, nama-nama daerah tersebut merupakan nama-nama daerah setingkat keresidenan, yang di masa pendudukan Jepang disebut dengan istilah Syuu. PBNU kemudian memodifikasi pembagian pengurus Konsul, menyesuaikan pada perubahan pembagian wilayah di masa tersebut.

Pertanyaannya, siapa saja tokoh-tokoh yang mengikuti rapat di Surabaya pada tanggal 21-22 Oktober 1945, yang kemudian menghasilkan seruan resolusi jihad? Bila ada yang mengungkap daftar hadir dalam rapat tersebut, tentu akan menjadi salah satu dokumen sangat penting, baik bagi Indonesia maupun NU.

Namun, bila belum ditemukan daftar hadir tersebut, mengacu pada tulisan KH Saifuddin Zuhri, mengenai rapat PBNU yang diperlengkapi dengan konsul-konsul seluruh Jawa dan Madura, maka bisa kita buat daftar sebagai berikut (mengacu pada daftar PBNU dan Konsul di masa tersebut):

1. PBNU Syuriah:

KH Hasjim Asj’arie (Rais Akbar/ Pimpinan Umum) KH A Wahab Chasboellah (Rais/penanggung jawab), KH Abdoellah Faqih (Ketua muda), KH Bisri Sansuri (Wk Ketua) K Abdoelmanab (Penulis I), K Abdoelmoein (Penulis II), KH Ridlwan Abdoellah, KH Nachrawi Thohir, KH Choezaimi, KH Abdoelchamid, dan KH Sjoekri Ghozali (A’wan) Tanfidziyah: KH Dachlan (Ketua muda), Wk Ketua (KH M Noer), M Thamanoe (Penulis I), A Latif (Penulis II), KH A Wachid Hasjim, KH Ghoefron, KH Sahal Mansoer, H M Mansoer, KH Masjkoer, dan KRH Alioeridlo (anggota)

Semua pengurus di atas, berasal dari Jawa Timur seperti Jombang, Gresik, Surabaya, Malang, Pasuruan, Bangil, dan Pamekasan. Kantor PBNU sendiri saat itu juga masih terletak di Surabaya.

2. Perwakilan Majelis Konsul NU se Jawa dan Madura

Selain nama-nama Majelis Konsul yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa nama yang ikut mendampingi. Semisal dalam buku Berangkat dari Pesantren disebutkan beberapa nama seperti H Zuhdi yang mendampingi R H Mukhtar dari Konsul NU Banyumas. Kemudian KH Jamil (Ketua PCNU Purworejo) yang menemani KH Saifuddin Zuhri (Konsul NU Kedu).

Tentu masih banyak nama-nama lain yang belum disebutkan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya tersebut. Sebab, bila dari Kedu dan Banyumas setidaknya ada 2 perwakilan yang hadir, tentu dari daerah lain pun juga sama. Sayangnya nama-nama wakil Konsul NU yang hadir ini belum bisa didapatkan sepenuhnya.

3. Pengurus Ansoru Nahdlatil Oelama (ANO)

Rapat yang mencetuskan resolusi jihad ini diselenggarakan di kantor Pengurus Besar ANO di Jalan Bubutan 6/2 Surabaya. Tentu besar kemungkinan ikut hadir perwakilan dari PB Ansor NO saat itu, seperti KH Thohir Bakri (Ketua) yang ikut disebutkan dalam buku Berangkat dari Pesantren dan pengurus lainnya yang mengikuti jalannya rapat atau mungkin hanya sekadar ikut berjaga (ngepam) di sekitar kantor.

Isi Resolusi Jihad Rapat yang diikuti oleh seluruh ulama anggota syuriah-tanfidziyah, dan para konsul NU se Jawa dan Madura dipimpin oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Setelah mendengar amanat dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yakni berupa pokok-pokok kaidah tentang kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan tanah air dan bangsa, rapat menyimpulkan satu keputusan dalam bentuk resolusi, dan diberi nama Resolusi Jihad, dengan perincian sebagai berikut:

Pertama, kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan.

Kedua, Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintah yang sah wajib dibela dan dipertahankan. 

Ketiga, musuh Republik Indonesia, terutama Belanda yang datang dengan membonceng tentara Sekutu (Inggris), dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang, tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.

Keempat, umat Islam terutama NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia. 

Kelima, kewajiban tersebut adalah suatu jihad yang menjadi kewajiban tiap orang Islam (fardhu ‘ain) yang berada pada jarak radius 94 km. Adapun mereka yang berada di luar jarak tersebut, berkewajiban membantu saudara-saudaranya yang berada dalam jarak radius 94 km itu.

Demikianlah seruan Resolusi Jihad berkumandang ke segenap penjuru tanah air. membakar semangat kepada para pasukan dari kaum santri, yang saat itu banyak tergabung di Barisan Hizbullah dan Sabilillah. Terutama di Surabaya, yang kemudian pecah peristiwa Perang 10 November 1945. Peristiwa heroik yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. (adm)       

Tags: Inilah Nama Tokoh yang Hadir di Deklarasi Resolusi Jihad NUResolusi Jihad NU
ShareTweetSendShare
Previous Post

Nama 23 Pahlawan Nasional dari Persyarikatan Muhammadiyah

Next Post

Bikin Postingan di Truth Social Soal Mendeportasi Imigran Ilegal, Trump Ingin Gunakan Militer AS

Mungkin Anda Juga Suka :

Asal-usul Muhammadiyah, Ormas Islam yang Memperkenalkan Sistem Pendidikan Modern dan Peduli Orang Miskin

Asal-usul Muhammadiyah, Ormas Islam yang Memperkenalkan Sistem Pendidikan Modern dan Peduli Orang Miskin

5 November 2024

...

Pendidikan Kita Harus Terukur dan Terstruktur, 9 Tahun Pendidikan Karakter Dibarengi Soft Skill serta Professional Attitude Mahasiswa

Pendidikan Kita Harus Terukur dan Terstruktur, 9 Tahun Pendidikan Karakter Dibarengi Soft Skill serta Professional Attitude Mahasiswa

9 Oktober 2024

...

Pernyataan Tegas, MUI Sikapi Panji Gumilang Al Zaytun Sesuai Kedudukan dan Garis Demarkasinya

LSP-MUI Perluas Skema Sertifikasi Syariah untuk Profesi, BNSP Setuju

9 Juni 2024

...

Mercu Buana – Students Learning and Support Center Diresmikan, Fokus Skill Bahasa Inggris Mahasiswa dan Dosen

Mercu Buana – Students Learning and Support Center Diresmikan, Fokus Skill Bahasa Inggris Mahasiswa dan Dosen

13 Mei 2024

...

Meniatkan Diri Bermanfaat Bagi Masyarakat dengan Aktif Membantu Sadar dan Melek Hukum

Meniatkan Diri Bermanfaat Bagi Masyarakat dengan Aktif Membantu Sadar dan Melek Hukum

12 Februari 2024

...

Load More
Next Post
Bikin Postingan di Truth Social Soal Mendeportasi Imigran Ilegal, Trump Ingin Gunakan Militer AS

Bikin Postingan di Truth Social Soal Mendeportasi Imigran Ilegal, Trump Ingin Gunakan Militer AS

Fatwa MUI Hukum Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jemaah Lain

Fatwa MUI Hukum Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jemaah Lain

Discussion about this post

TERKINI

Ketulusan Sidik Kadarsyah ‘Anak Kampung’ Awali Karir Jadi Cleaning Servis, Mgr Humas, Hingga Marcomm

12 Mei 2026

OCD Moral, Selalu Berusaha Membuktikan Bahwa Anda Adalah Orang Baik Satu Gejalanya

11 Mei 2026

Proposal Terbaru AS untuk Mengakhiri Perang Kepada Mediator Pakistan Ditanggapi Iran dengan Tetap Membela Hak-hak Nasionalnya

10 Mei 2026

Hukum Berkurban dengan Kambing yang Kerdil

9 Mei 2026

Stasiun ABC Berpendapat Pemerintahan Trump Diduga Berupaya Membungkam Kebebasan Berbicara Terkait Program TV ‘The View’

9 Mei 2026

Balasan dari Allah Bagi yang Membantu dan Meringankan Kesulitan Orang Lain

8 Mei 2026

Iran yang Diundang FIFA ke Markas Besar Diskusi Piala Dunia Terpaksa Absen Akibat Dihina Imigrasi Kanada

7 Mei 2026

Naudzubillah, Nasib Anak yang Dilahirkan dari Hasil Zina Menurut Islam

6 Mei 2026

Mampu Menjangkau 6000 Kilometer, Turki Pamerkan ‘Yildirimhan’ Rudal Balistik Antarbenua

6 Mei 2026

Apa yang Disebut Narcissistic Collapse atau ‘Keruntuhan Narsistik’ dan Cara Melindungi Diri Anda

5 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video