• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Hari Ibu Versi Remaja dan Dosen

by Ave Rosa
22 Desember 2024 | 08:52 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 7 mins read
A A
Kasih Ibu Sepanjang Masa, Hari Ibu Versi Remaja dan Dosen

Ilustrasi. Foto: Pexels/Jessika Arraes

KAMU KUAT – Jakarta

Ibu adalah jabatan terbaik dari sekian banyak profesi yang ada di dunia ini. Seorang ibu adalah guru pertama ketika kita lahir, bagaikan dokter yang selalu ada di sisi kita ketika sakit, menjadi juru masak terhebat untuk anak-anaknya, bisa jadi pengatur keuangan keluarga, dan segudang profesi lainnya yang diemban.

Ibu adalah sosok yang luar biasa. Ia adalah orang pertama yang kita kenal sejak lahir, yang selalu hadir di setiap langkah awal kehidupan kita. Kasih sayangnya tak pernah habis, meski kadang kita tak selalu menyadarinya. Sering kita membantahnya, tidak mendengar nasihatnya, bahkan membentaknya yang mengakibatkan kita berdosa besar. Kita pun kemudian menyesali kebodohan dan ketidaktaatan kita kepada manusia di mana surga ada di telapak kakinya.

Hari Ibu adalah hari yang diperingati setiap 22 Desember. Namun, terlepas dari itu. Hari bisa dikatakan adalah setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Tidak ada jarak dan waktu untuk menunjukkan betapa para anak begitu mencintai Ibu-ibu mereka. Meskipun demikian, Hari Ibu ini harus bisa membuat kamu sadar juga, bahwa setiap waktu, hari, saat, kita harus memberikan yang terbaik dan mencintainya. Karena, kasih” Ibu Sepanjang Masa”.

Bagaimana komentar beberapa remaja tentang Ibu dan Hari Ibu. Yuks, kita simak!

Artistya Sekararum, kelas 11, Sekolah SMA Taruna Mandiri, Tangerang Selatan

Artistya Sekararum, kelas 11, Sekolah SMA Taruna Mandiri, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Bagi siswi yang biasa dipanggil Arum ini, merayakan dan mengingat jasa Ibu yang begitu istimewa dan menunjukkan rasa cinta kepada ibu, biasanya ketika Hari Ibu.

“Aku membuat makanan kesukaannya, memberikan ucapan selamat Hari Ibu saat Ibu baru bangun tidur. Mengapa penting untuk mengingat dan merayakan Hari Ibu, penting,untuk mengingat kembali bagaimana lelahnya ia berusaha sebaik mungkin menjalani peran “ibu” seumur hidup untuk anaknya. Peranan Ibu khususnya untuk remaja sangat penting, karena remaja dalam fase mencari jati diri, di mana kita bisa membedakan mana yang benar dan salah, serta Ibu selalu menjadi sahabat dan motivator terbaik,” ujarnya.

Bacaan Terkait :

Patuh Kepada Orang Tua Sekeren Apa Sih?

Merayakan Hari Ibu Tokoh Wanita Melani Leimena Suharli Hadir di Bincang Ulos KCBI

Berbakti Kepada Ibu yang Disebutkan dalam Hadits

Ikhtiar Agar  Anak Sholeh dan Sholehah Penting, Ini Doa-doanya

Memaknai Hari Ibu, Pegadaian Syariah Serahkan Bantuan untuk Ibu Tangguh dan Lembaga Khusus

Pererat Silaturrahmi di Hari Ibu, Wiwin Kunjungi Perwakilan Ibu-ibu di Sukmajaya

Bakti Pada Ibu, Uwais Al Qarni Birrul Walidain yang Terkenal di Langit

Load More

Haekal Arafah Mundaris, semester 1, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor

Lain hal dengan Haekal. Dengan perhatian kecil seperti selalu menanyakan kabar dan dicariin ketika waktu pulang malam, membuat membuat Haekal merasa sangat dicintai oleh bundanya. Biasanya cara membalas kasih sayang dari bundanya yaitu dengan cara menuruti dan mencoba berbakat.

Hari Ibu bukan momen yang penting untuk Haekal karena menurut dia, sehari kita harus menunjukan kasih sayang kepada Ibu. Bukan hanya setahun sekali. “Bundaku seorang pekerja keras, tidak pilih kasih, dan penyayang saat kita merasa gagal, bunda adalah orang pertama yang mengatakan, “Kamu bisa.” Ia percaya bahwa saya bisa lebih baik dan selalu ada di saat butuh support besar,” katanya.

Hanun Nafa, semester 3, Universitas Pamulang Tangerang Selatan

Hanun Nafa, semester 3, Universitas Pamulang Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Menurut Hanun, Ibu adalah manusia paling sabar yang pernah ia temui di dunia ini. Ibu adalah sosok yang sangat penyayang bahkan dengan siapapun.  Ia juga sangat suka menolong orang lain ketika butuh bantuan. Kalau ditanya apa yang bisa membuat Ibu bahagia, jawabnya selalu ingin melihat mereka anak-anaknya menjalani hidup dengan bahagia. 

“Peran Mama bagi keluarga kami adalah ia seorang yang tidak akan bisa digantikan, bahkan saat ia sakit pun kami seperti ikut sakit. Dan bagaimana kita saat ini adalah hasil dari bagaimana ia mengajarkan kami bagaimana menjalani hidup di zaman yang penuh dengan tantangan iman, juga ia memberikan peran seorang ayah pada kami yang tidak bisa kami dapatkan secara sempurna,” papar Hanun.

Hanun adalah mahasiswa yang sambil bekerja, jadi ketika momen gajian adalah saatnya Hanun membahagiakan Ibu dengan cara mengajak keluar untuk makan bersama saat Hari Ibu. “Aku akan mengajaknya jalan-jalan dan membelikan ia banyak baju. Karena ia sekarang harus merawat orang tuanya (nenek kakek) dan tidak bisa pergi ke tempat yang jauh. Lalu ia selalu tidak mau membeli baju jika baju yang lama masih bisa dipakai dengan alasan sayang uangnya,” bebernya.

Jika ditanya apakah saya pernah menunjukan rasa sayang saya lewat surat? Ia mengakui tidak pernah membuat surat untuk Ibunya. Namun, ia dulu selalu mencuci kakinya saat ia ulang tahun atau ketika Hanun membutuhkan dukungannya, reaksinya ia sangat sedih terharu.

“Momen itu membuat aku ikutan terharu dan bahagia.”Terima kasij untuk sabarnya selama ini, Mama. Terima kasih untuk perjuangannya agar kami selalu bisa menjalani hidup. Nanti jika aku sudah punya anak dan cucu akan selalu aku ceritakan agar mereka kenal denganmu,” ucapnya agar Sang Mama tahu isi hatinya.

Fatiya Amira, semester 5, Telkom University

Fatiya Amira, semester 5, Telkom University. Foto: istimewa

“Bunda selalu jadi tempat ceritaku dan kasih kata-kata yang menenangkan kalau aku lagi ada masalah. Bunda juga selalu perhatian dan selalu mengusahakan kebutuhanku. Hal itu bikin aku merasa paling disayang. Cara aku menunjukkan rasa sayang kepada bunda, aku coba kasih perhatian kayak pijitin kaki bunda, bawain oleh-oleh makanan yang bunda suka kalau pulang ke rumah. Momen bersama bunda yang paling berkesan dalam hidupku adalah pada saat dengar bunda cerita karena bunda gak pernah kehabisan topik. Selalu ada hal yang bisa aku pelajari kalau dengar cerita bunda. Bundaku adalah orang yang tangguh, kasih sayang yang besar, sabar ,” ungkap Fatiya.

Menurutnya, kebahagiaan bundanya adalah anak-anaknya. Jika ada hal yang membuat anak-anaknya senengm bunda langsung excited dan happy banget. Peran bunda di keluarga, lanjutnya, penting banget. Karena bunda yang organize semua hal. Kalau tidak ada bunda pasti semuanya tidak beraturan. Bunda selalu memastikan kebutuhan semua anggota keluarga terpenuhi, mengajarkan untuk berbuat baik, kasih nasihat dan masukan saat anak-anaknya sedang kesulitan.

“Aku mau bilang makasih banyak karena selalu sayang dan perhatian ke semua orang. Tapi udah saatnya bunda peduli dengan diri sendiri. Semoga bunda bisa mengutamakan kebahagiaan diri sendiri tanpa harus memikirkan perasaan orang lain,” ucapnya haru.

Jika tadi sudah membahas bagaimana para remaja yang mengungkapkan perasaannya mengenai Ibu masing-masing, seorang pendidik berikut memiliki pandangan yang bisa menjadi motivasi. Ayo, kita dengar apa katanya!

Siti Muslichatul Mahmudah, S.Ikom, M.Ikom, dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana Jakarta

Siti Muslichatul Mahmudah, dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana. Foto: istimewa

“Beberapa tahun terakhir ini kita menemukan bahwa masalah bukan lagi hanya dari kenakalan remaja, tapi masalah yang lebih yang dihadapi remaja saat ini adalah kondisi mental (mental health) mereka yang tidak sehat. Faktornya kurang lebih juga adanya masalah dalam keluarga mereka yang mengubah keadaan rumah yang tidak menjadi support system bagi mereka atau norma. Banyak sekali, mungkin bisa dikatakan yang kondisi keluarganya broken home itu juga berdampak bagi si anak ketika mereka bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,” terang pemilik sapaan Icha ini mengawali.

Momen Hari ibu, menurutnya, bisa menjadi moment menjalin komunikasi dengan sistem terbuka. Hal ini bisa diterapkan menjadi sebuah momen kedekatan atau quality time antara Ibu dan anak. Jadi, lanjutnya, bukan hanya anak yang harus faham terhadap pemahahaman orang tua, tapi juga sebaliknya, orang tua harus faham dan mengerti kondisi remaja saat ini.

“Remaja saat ini sangat kreatif,  sekarang sudah lebih aware, love language mereka menunjukan rasa sayang dalam bentuk sesuatu yang spesial. Memaknai bukan hanya  sebuah perayaan tapi sebagai sebuah momen meningkatkan kedekatan, menunjukan apresiasi kepada Ibu. Contoh simpelnya, seperti status Whatsapp atau postingan lewat Instragram atau mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada Ibu dengan berbagai versi dan beragam cara masing-masing. Dan pastinya dengan momen sederhana itu Ibu akan terharu. Atau misalnya diberikan gift, makan bareng bersama beragam cara, untuk menunjukan kasih sayang itu banyak dan yang tahu treatment kepada seorang Ibu adalah anaknya sendiri,” ucapnya.

Hari ibu, kata Icha, bisa membangkitkan ingatan kembali bagaimana kedekatan anak dan orang tua. Namun, ada juga sebagian dari keluarga yang tidak memaknai hari ibu, tapi dia aware bahwa ada ada Hari Ibu, secara tidak langsung mereka tahu pengorbanan dan seorang Ibu kepada mereka. Karena momen kasih sayang antara anak dan Ibu hanya bukan pada saat Hari Ibu, tapi setiap hari dapat berkomunikasi dengan baik. Tidak semua anak, imbuhnya, dapat menyampaikan atau mengkomunikasikan apa yang ada dalam kepalanya kepada seorang Ibu. Namun sebisa mungkin membangun komunikasi agar Ibu bisa mengetahui perkembangan anaknya agar tidak menyebabkan hubungan yang renggang.

“Tidak harus setiap hari melapor, tapi Ibu harus selalu dilibatkan dalam hidup kita. Contohnya seperti kita meminta doa dari Ibu ketika ujian, kita cerita masalah kita, berbagi cerita itu sama dengan kita. Membangun dan mempertahankan komunikasi, walaupun semua itu berproses. Peranan seorang Ibu  bisa menjadi pendidik utama bagi seorang anak sejak dini yang sifatnya akademik maupun pendidikan moral etika,” bebernya.

Well guys, dari semua ungkapan di atas, intinya jangan pernah tinggalkan Ibu di setiap momen atau perjalanan hidup kalian. Nagi teman-teman yang merasa canggung mengungkapkan rasa sayangnya kepada Ibu, tidak perlu ngomong aku sayang Ibu setiap hari atau bercerita tentang apapun kehidupan kalian, tapi selalu libatkan ibu dalam setiap perjalanan kalian. Ibu adalah anugerah yang tak tergantikan. Tugas kita sebagai anak adalah menghormatinya, menyayanginya, dan memastikan ia tahu betapa berharganya ia bagi kita. Meski tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan peran ibu, satu hal yang pasti ibu adalah cinta yang tak berujung. Ingat, kasih “Ibu Sepanjang Masa.” (Resty)

Tags: Anak SholehahBirrul WalidainHari IbuKasih BundaKasih IbuSayang Ibu
ShareTweetSendShare
Previous Post

Quote of Dale Carnegie – Memperjuangkan Kesuksesan

Next Post

Paus Fransiskus Dikecam Israel Karena Mengutuk Pemboman Anak-anak Gaza

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Berpidato Menolak Palestina, Dubes Israel Diusir Parlemen Yordania

Paus Fransiskus Dikecam Israel Karena Mengutuk Pemboman Anak-anak Gaza

Contoh Jadwal Liburan Anak-anak yang Sedang Libur dari Orang Tua

Contoh Jadwal Liburan Anak-anak yang Sedang Libur dari Orang Tua

Discussion about this post

TERKINI

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video