KAMU KUAT – Jakarta
Ibu adalah jabatan terbaik dari sekian banyak profesi yang ada di dunia ini. Seorang ibu adalah guru pertama ketika kita lahir, bagaikan dokter yang selalu ada di sisi kita ketika sakit, menjadi juru masak terhebat untuk anak-anaknya, bisa jadi pengatur keuangan keluarga, dan segudang profesi lainnya yang diemban.
Ibu adalah sosok yang luar biasa. Ia adalah orang pertama yang kita kenal sejak lahir, yang selalu hadir di setiap langkah awal kehidupan kita. Kasih sayangnya tak pernah habis, meski kadang kita tak selalu menyadarinya. Sering kita membantahnya, tidak mendengar nasihatnya, bahkan membentaknya yang mengakibatkan kita berdosa besar. Kita pun kemudian menyesali kebodohan dan ketidaktaatan kita kepada manusia di mana surga ada di telapak kakinya.
Hari Ibu adalah hari yang diperingati setiap 22 Desember. Namun, terlepas dari itu. Hari bisa dikatakan adalah setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Tidak ada jarak dan waktu untuk menunjukkan betapa para anak begitu mencintai Ibu-ibu mereka. Meskipun demikian, Hari Ibu ini harus bisa membuat kamu sadar juga, bahwa setiap waktu, hari, saat, kita harus memberikan yang terbaik dan mencintainya. Karena, kasih” Ibu Sepanjang Masa”.
Bagaimana komentar beberapa remaja tentang Ibu dan Hari Ibu. Yuks, kita simak!
Artistya Sekararum, kelas 11, Sekolah SMA Taruna Mandiri, Tangerang Selatan

Bagi siswi yang biasa dipanggil Arum ini, merayakan dan mengingat jasa Ibu yang begitu istimewa dan menunjukkan rasa cinta kepada ibu, biasanya ketika Hari Ibu.
“Aku membuat makanan kesukaannya, memberikan ucapan selamat Hari Ibu saat Ibu baru bangun tidur. Mengapa penting untuk mengingat dan merayakan Hari Ibu, penting,untuk mengingat kembali bagaimana lelahnya ia berusaha sebaik mungkin menjalani peran “ibu” seumur hidup untuk anaknya. Peranan Ibu khususnya untuk remaja sangat penting, karena remaja dalam fase mencari jati diri, di mana kita bisa membedakan mana yang benar dan salah, serta Ibu selalu menjadi sahabat dan motivator terbaik,” ujarnya.
Haekal Arafah Mundaris, semester 1, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor
Lain hal dengan Haekal. Dengan perhatian kecil seperti selalu menanyakan kabar dan dicariin ketika waktu pulang malam, membuat membuat Haekal merasa sangat dicintai oleh bundanya. Biasanya cara membalas kasih sayang dari bundanya yaitu dengan cara menuruti dan mencoba berbakat.
Hari Ibu bukan momen yang penting untuk Haekal karena menurut dia, sehari kita harus menunjukan kasih sayang kepada Ibu. Bukan hanya setahun sekali. “Bundaku seorang pekerja keras, tidak pilih kasih, dan penyayang saat kita merasa gagal, bunda adalah orang pertama yang mengatakan, “Kamu bisa.” Ia percaya bahwa saya bisa lebih baik dan selalu ada di saat butuh support besar,” katanya.
Hanun Nafa, semester 3, Universitas Pamulang Tangerang Selatan

Menurut Hanun, Ibu adalah manusia paling sabar yang pernah ia temui di dunia ini. Ibu adalah sosok yang sangat penyayang bahkan dengan siapapun. Ia juga sangat suka menolong orang lain ketika butuh bantuan. Kalau ditanya apa yang bisa membuat Ibu bahagia, jawabnya selalu ingin melihat mereka anak-anaknya menjalani hidup dengan bahagia.
“Peran Mama bagi keluarga kami adalah ia seorang yang tidak akan bisa digantikan, bahkan saat ia sakit pun kami seperti ikut sakit. Dan bagaimana kita saat ini adalah hasil dari bagaimana ia mengajarkan kami bagaimana menjalani hidup di zaman yang penuh dengan tantangan iman, juga ia memberikan peran seorang ayah pada kami yang tidak bisa kami dapatkan secara sempurna,” papar Hanun.
Hanun adalah mahasiswa yang sambil bekerja, jadi ketika momen gajian adalah saatnya Hanun membahagiakan Ibu dengan cara mengajak keluar untuk makan bersama saat Hari Ibu. “Aku akan mengajaknya jalan-jalan dan membelikan ia banyak baju. Karena ia sekarang harus merawat orang tuanya (nenek kakek) dan tidak bisa pergi ke tempat yang jauh. Lalu ia selalu tidak mau membeli baju jika baju yang lama masih bisa dipakai dengan alasan sayang uangnya,” bebernya.
Jika ditanya apakah saya pernah menunjukan rasa sayang saya lewat surat? Ia mengakui tidak pernah membuat surat untuk Ibunya. Namun, ia dulu selalu mencuci kakinya saat ia ulang tahun atau ketika Hanun membutuhkan dukungannya, reaksinya ia sangat sedih terharu.
“Momen itu membuat aku ikutan terharu dan bahagia.”Terima kasij untuk sabarnya selama ini, Mama. Terima kasih untuk perjuangannya agar kami selalu bisa menjalani hidup. Nanti jika aku sudah punya anak dan cucu akan selalu aku ceritakan agar mereka kenal denganmu,” ucapnya agar Sang Mama tahu isi hatinya.
Fatiya Amira, semester 5, Telkom University

“Bunda selalu jadi tempat ceritaku dan kasih kata-kata yang menenangkan kalau aku lagi ada masalah. Bunda juga selalu perhatian dan selalu mengusahakan kebutuhanku. Hal itu bikin aku merasa paling disayang. Cara aku menunjukkan rasa sayang kepada bunda, aku coba kasih perhatian kayak pijitin kaki bunda, bawain oleh-oleh makanan yang bunda suka kalau pulang ke rumah. Momen bersama bunda yang paling berkesan dalam hidupku adalah pada saat dengar bunda cerita karena bunda gak pernah kehabisan topik. Selalu ada hal yang bisa aku pelajari kalau dengar cerita bunda. Bundaku adalah orang yang tangguh, kasih sayang yang besar, sabar ,” ungkap Fatiya.
Menurutnya, kebahagiaan bundanya adalah anak-anaknya. Jika ada hal yang membuat anak-anaknya senengm bunda langsung excited dan happy banget. Peran bunda di keluarga, lanjutnya, penting banget. Karena bunda yang organize semua hal. Kalau tidak ada bunda pasti semuanya tidak beraturan. Bunda selalu memastikan kebutuhan semua anggota keluarga terpenuhi, mengajarkan untuk berbuat baik, kasih nasihat dan masukan saat anak-anaknya sedang kesulitan.
“Aku mau bilang makasih banyak karena selalu sayang dan perhatian ke semua orang. Tapi udah saatnya bunda peduli dengan diri sendiri. Semoga bunda bisa mengutamakan kebahagiaan diri sendiri tanpa harus memikirkan perasaan orang lain,” ucapnya haru.
Jika tadi sudah membahas bagaimana para remaja yang mengungkapkan perasaannya mengenai Ibu masing-masing, seorang pendidik berikut memiliki pandangan yang bisa menjadi motivasi. Ayo, kita dengar apa katanya!
Siti Muslichatul Mahmudah, S.Ikom, M.Ikom, dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana Jakarta

“Beberapa tahun terakhir ini kita menemukan bahwa masalah bukan lagi hanya dari kenakalan remaja, tapi masalah yang lebih yang dihadapi remaja saat ini adalah kondisi mental (mental health) mereka yang tidak sehat. Faktornya kurang lebih juga adanya masalah dalam keluarga mereka yang mengubah keadaan rumah yang tidak menjadi support system bagi mereka atau norma. Banyak sekali, mungkin bisa dikatakan yang kondisi keluarganya broken home itu juga berdampak bagi si anak ketika mereka bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,” terang pemilik sapaan Icha ini mengawali.
Momen Hari ibu, menurutnya, bisa menjadi moment menjalin komunikasi dengan sistem terbuka. Hal ini bisa diterapkan menjadi sebuah momen kedekatan atau quality time antara Ibu dan anak. Jadi, lanjutnya, bukan hanya anak yang harus faham terhadap pemahahaman orang tua, tapi juga sebaliknya, orang tua harus faham dan mengerti kondisi remaja saat ini.
“Remaja saat ini sangat kreatif, sekarang sudah lebih aware, love language mereka menunjukan rasa sayang dalam bentuk sesuatu yang spesial. Memaknai bukan hanya sebuah perayaan tapi sebagai sebuah momen meningkatkan kedekatan, menunjukan apresiasi kepada Ibu. Contoh simpelnya, seperti status Whatsapp atau postingan lewat Instragram atau mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada Ibu dengan berbagai versi dan beragam cara masing-masing. Dan pastinya dengan momen sederhana itu Ibu akan terharu. Atau misalnya diberikan gift, makan bareng bersama beragam cara, untuk menunjukan kasih sayang itu banyak dan yang tahu treatment kepada seorang Ibu adalah anaknya sendiri,” ucapnya.
Hari ibu, kata Icha, bisa membangkitkan ingatan kembali bagaimana kedekatan anak dan orang tua. Namun, ada juga sebagian dari keluarga yang tidak memaknai hari ibu, tapi dia aware bahwa ada ada Hari Ibu, secara tidak langsung mereka tahu pengorbanan dan seorang Ibu kepada mereka. Karena momen kasih sayang antara anak dan Ibu hanya bukan pada saat Hari Ibu, tapi setiap hari dapat berkomunikasi dengan baik. Tidak semua anak, imbuhnya, dapat menyampaikan atau mengkomunikasikan apa yang ada dalam kepalanya kepada seorang Ibu. Namun sebisa mungkin membangun komunikasi agar Ibu bisa mengetahui perkembangan anaknya agar tidak menyebabkan hubungan yang renggang.
“Tidak harus setiap hari melapor, tapi Ibu harus selalu dilibatkan dalam hidup kita. Contohnya seperti kita meminta doa dari Ibu ketika ujian, kita cerita masalah kita, berbagi cerita itu sama dengan kita. Membangun dan mempertahankan komunikasi, walaupun semua itu berproses. Peranan seorang Ibu bisa menjadi pendidik utama bagi seorang anak sejak dini yang sifatnya akademik maupun pendidikan moral etika,” bebernya.
Well guys, dari semua ungkapan di atas, intinya jangan pernah tinggalkan Ibu di setiap momen atau perjalanan hidup kalian. Nagi teman-teman yang merasa canggung mengungkapkan rasa sayangnya kepada Ibu, tidak perlu ngomong aku sayang Ibu setiap hari atau bercerita tentang apapun kehidupan kalian, tapi selalu libatkan ibu dalam setiap perjalanan kalian. Ibu adalah anugerah yang tak tergantikan. Tugas kita sebagai anak adalah menghormatinya, menyayanginya, dan memastikan ia tahu betapa berharganya ia bagi kita. Meski tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan peran ibu, satu hal yang pasti ibu adalah cinta yang tak berujung. Ingat, kasih “Ibu Sepanjang Masa.” (Resty)













Discussion about this post