Avesiar – Jakarta
Pengungsi Rohingnya yang berjumlah lebih dari 260 orang termasuk perempuan dan anak-anak tiba di Aceh usai terombang-ambing di laut selama berhari-hari, kata seorang pejabat pada hari Senin (6/1/2025), dilansir TRT World.
Menurut seorang pejabat Aceh Timur, Iskandar, kelompok pengungsi terbaru itu tiba di sebuah pantai di kota Peureulak Barat pada Minggu (5/1/2025) malam sekitar pukul 10:25 malam waktu setempat. “Ada 264 dari mereka. 117 laki-laki dan 147 perempuan,” kata Iskandar kepada AFP dilansir TRT World pada hari Senin. Ia juga mengatakan dalam kelompok itu terdapat sekitar 30 anak-anak.
Para pengungsi tersebut, lanjut Iskandar, awalnya berada di dua kapal, yang satu tenggelam di lepas pantai sementara yang kedua berhasil bergerak mendekati pantai. Mereka kemudian dapat berjalan ke pantai saat air surut, katanya.
“Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka ditolak di Malaysia,” kata Iskandar, seraya menambahkan bahwa pemerintah setempat belum memutuskan ke mana para pengungsi Rohingya akan dipindahkan.
Kedatangan Rohingya di Indonesia cenderung mengikuti pola siklus, melambat selama bulan-bula saar terjadinya badai dan meningkat kembali ketika kondisi laut tenang.
Sebelumnya, pada November lalu, lebih dari 100 pengungsi diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam di lepas pantai Aceh Timur. Sedangkan, pada Oktober, 152 pengungsi Rohingya akhirnya dibawa ke darat setelah berlabuh selama berhari-hari di lepas pantai Kabupaten Aceh Selatan sementara para pejabat memutuskan apakah akan membiarkan mereka mendarat.
Banyak warga Aceh, yang memiliki kenangan akan konflik berdarah selama puluhan tahun, bersimpati terhadap penderitaan sesama Muslim mereka.
Namun kesabaran warga Aceh juga diuji. Warga lainnya mengklaim bahwa Rohingya mengonsumsi sumber daya yang langka dan terkadang berkonflik dengan penduduk setempat. (ard)













Discussion about this post