KAMU KUAT – Jakarta
Meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang sangat berharga. Keluarga adalah tempat pertama di mana kita belajar tentang kasih sayang, kebersamaan, dan dukungan.
Salah satu cara untuk mempererat hubungan dengan keluarga adalah melalui family time, momen di mana seluruh anggota keluarga bisa berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati waktu bersama.
Family time bukan hanya sekadar momen bersantai, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan indah bersama orang-orang tercinta. Yuk, simak sama-sama apa kata remaja di bawah ini.
Nanda Belfa, siswi kelas XII MIPA, di SMAN 2 Depok

Dalam keluarga Belfa, family time selalu diadakan setidaknya seminggu sekali. Kegiatannya sederhana, seperti mengobrol bersama setelah makan. Namun, dari obrolan itu, banyak diskusi yang terjadi, terutama belakangan ini saat ia sedang mempersiapkan diri untuk kuliah.
Tak hanya di rumah, keluarganya juga menyempatkan diri untuk keluar bersama sebulan sekali jika ada rezeki. Mereka lebih memilih tempat dengan suasana hijau dan sejuk, kesederhanaan yang tetap memberikan kebahagiaan.
“Akhir-akhir ini, karena saya mau daftar kuliah, pembahasan family time lebih sering tentang perkuliahan,” ujarnya.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Belfa memiliki tanggung jawab besar. Adiknya masih kecil, baru kelas 2 SD, sedangkan ia sendiri lahir pada tahun 2007. Jarak usia yang cukup jauh sempat membuat hubungan mereka kurang dekat.
“Ibu adalah ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga sejak ayah meninggal pada tahun 2018. Saya diharapkan oleh ibu dan keluarga besar untuk bisa sukses, agar kelak bisa membantu adik dan membahagiakan ibu,” bebernya.
Saat sesi diskusi keluarga, Belfa sering mendapatkan wejangan dan nasihat, terutama dari keluarga besar mendiang ayah dan ibunya. Mereka menyarankan agar ia berusaha mendapatkan beasiswa KIP Kuliah agar bisa berkuliah tanpa membebani ibu yang bekerja sebagai buruh jahit dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Saya manut, saya mendengarkan. Saya berpikir, saya harus menemukan cara agar bisa kuliah tanpa memberatkan keluarga.”
Momen diskusi keluarga ternyata juga berpengaruh pada hubungannya dengan sang adik. Saat mendengarkan diskusi tentang kuliah dan perjuangannya mendapatkan beasiswa, adiknya mulai menyadari kondisi kakaknya.
“Adik saya sekarang jadi lebih dekat dengan saya. Dia lebih nurut, lebih mau dikasih tahu. Mungkin dia merasa iba dan tahu kondisi saya yang sedang sibuk dan lelah,” ujar remaja yang kuat dan tegar dengan keadaannya itu.
Kebersamaan keluarga besar juga menjadi sumber semangatnya. Keluarga dari pihak ayah maupun ibu sering mengadakan kumpul bersama. Walaupun hanya sekadar ngobrol, suasana hangat dengan banyak orang serta makanan yang disiapkan oleh bude memberikan kebahagiaan tersendiri.
“Sesederhana itu, tapi saya merasakan kehangatan dalam perkumpulan keluarga.”
Dari pengalaman ini, ia menyadari bahwa family time bukan hanya tentang menghabiskan waktu bersama, tetapi juga momen untuk berbagi semangat, dukungan, dan kasih sayang. Ia pun berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan antara impian dan kesehatannya baik fisik maupun mental.
Azzam, siswa kelas 11, SMA IPTEK Tangerang Selatan

Momen berkumpul bersama sering dilakukan saat waktu Magrib. Mereka memiliki kebiasaan murajaah (mengulang hafalan Al-Qur’an) dan berbagi cerita tentang apa yang telah dilakukan sepanjang hari.
“Biasanya, saat Magrib kami berkumpul untuk murajaah dan bercerita tentang kegiatan hari ini,” ujarnya.
Namun, karena kesibukan masing-masing, kebiasaan ini tidak selalu bisa dilakukan setiap hari. Ada hari-hari tertentu di mana keluarga lebih fokus untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama. Meskipun tidak setiap hari, keluarganya memiliki waktu khusus untuk benar-benar menikmati family time secara lebih intens.
“Kami biasanya berkumpul di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, karena Senin sampai Kamis semua orang pulang sore atau malam,” jelasnya.
Dengan jadwal ini, mereka tetap bisa menjaga keseimbangan antara aktivitas masing-masing tanpa mengabaikan kebersamaan keluarga.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, ia merasakan betul betapa pentingnya family time. “Penting banget! Family time bikin kita bisa saling memahami satu sama lain,” ungkapnya.
Bagi dia, kebersamaan dengan keluarga bukan hanya sekadar menghabiskan waktu bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan, berbagi cerita, serta memahami perasaan satu sama lain.
Zelda Putri Backey, siswi kelas 7, SMPIT Bina Insan Parepare

Family time Zelda dan keluarga dihabiskan dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan penuh kebersamaan. “Family time saya bersama keluarga biasanya makan bersama, staycation, dan lain-lain.”
Namun, kegiatan ini tidak memiliki jadwal khusus. Mereka akan berkumpul saat memiliki waktu senggang, memastikan bahwa setiap anggota keluarga bisa menikmati momen tanpa terburu-buru atau terbebani oleh kesibukan lain.
Menariknya, dalam setiap family time, seluruh anggota keluarga selalu hadir. “Iya, semua harus hadir,” terangnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam keluarganya, kebersamaan adalah hal yang utama. Tidak pernah ada kendala di mana salah satu anggota keluarga tidak dapat ikut serta, karena mereka selalu berusaha meluangkan waktu untuk berkumpul.
Bagi Zelda, family time bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menciptakan kasih sayang antar anggota keluarga.
“Family time itu momen untuk berkumpul bersama keluarga dan menciptakan kasih sayang. Itu penting, supaya hubungan keluarga semakin erat,” ucapnya.
Dengan adanya waktu bersama, hubungan dalam keluarga menjadi lebih hangat dan penuh perhatian satu sama lain.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, ia mengakui bahwa hubungannya dengan adiknya seperti Tom dan Jerry kadang akur, kadang juga saling usil. Namun, berbeda dengan orang tuanya, ia merasa sangat dekat dengan mereka. “Kalau dengan kedua orang tua, saya dekat,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa family time bukan hanya mempererat hubungan dengan saudara, tetapi juga dengan orang tua, menciptakan komunikasi yang lebih baik di dalam keluarga.
Family time mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya begitu besar dalam membangun hubungan yang lebih erat antar anggota keluarga. Dengan meluangkan waktu bersama, kita bisa saling memahami, mendukung, dan menciptakan kenangan indah yang akan selalu dikenang. Jangan biarkan kesibukan membuat kita lupa akan pentingnya waktu bersama keluarga.
Pada akhirnya, family time bukan tentang seberapa sering atau seberapa mewah kegiatannya, tetapi tentang kebersamaan dan kasih sayang yang terjalin di dalamnya. Dengan meluangkan waktu untuk keluarga, kita tidak hanya membangun kedekatan, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan penuh makna.
Jadi, kapan terakhir kali kamu menikmati family time bersama keluargamu? (Resty)













Discussion about this post