Avesiar – Puisi dan Cerpen
Senja Menangis di Jabalia
Oleh: Mas Ngabehi
****************
Di sudut kota yang luka menganga,
di tanah sunyi yang nyawa terdera,
senja menunduk dalam nestapa,
menangisi Jabalia yang terbakar lara.
—————————–
Langit merah seperti darah,
tertumpah dari luka sejarah,
jerit bocah di antara debu,
menjadi kidung kematian yang pilu.
—————————–
Dulu, angin membelai lembut jendela,
kini, ia membawa serpihan nestapa,
rumah-rumah rubuh tanpa jeda,
takdir ditulis di puing peluru dan doa.
—————————–
Di meja-meja perjamuan megah,
mereka berbincang soal damai yang patah,
sementara di gang-gang yang hancur,
tangis ibu yang keluarganya terkubur.
—————————–
Jabalia, kota yang dipeluk luka,
di tubuhmu tertanam jejak nestapa,
dan senja masih menangis di sana,
mencatat dosa dunia yang tak pernah reda.
*Jabalia adalah sebuah kota dan kamp pengungsi terbesar di Jalur Gaza.
Selayang pandang:
Penulis puisi dan cerpen Dr. Sri Satata, M.M, adalah Pegiat Bahasa dan Sastra, serta Dosen.
Ia adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dan sastra selama lebih dari dua dekade. Sebagai seorang pendidik sekaligus penulis, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu figur yang berpengaruh dalam pengembangan literasi di Indonesia.
Sri Satata aka Mas Ngabehi menyelesaikan studi S1 di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Surakarta (1984–1988). Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari International Golden Institute (2002–2004) dan menyempurnakan pendidikannya dengan gelar Doktor dalam bidang Manajemen Ilmu Pendidikan di Uninus Bandung (2020–2022).













Discussion about this post