• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Peran AI di Kalangan Anak Muda, Rujukan Alternatif atau Cari Gampang

by Ave Rosa
14 Februari 2025 | 23:51 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Peran AI di Kalangan Anak Muda, Rujukan Alternatif atau Cari Gampang

Ilustrasi. Foto: Istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang diprogram untuk membantu manusia dalam berbagai pekerjaan. AI mampu membuat aktivitas lebih cepat dan efisien, mulai dari pencarian informasi hingga penyelesaian tugas kompleks. Bagi generasi muda, teknologi ini bukanlah sesuatu yang asing, justru sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kecerdasan buatan semakin berkembang dan mulai digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun, seberapa besar pemahaman remaja terhadap AI? Apakah AI lebih banyak membantu atau justru menjadi ancaman bagi generasi muda? Mungkin sebagai rujukan alternatif atau cuma mau cari gampangnya saja?

Apa tanggapan dari para remaja dan anak muda tentang hal ini kepada kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com? Yuk kita simak!

Hakim, mahasiswa semester 4, Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Hakim, mahasiswa semester 4, Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Foto: istimewa

Hakim adalah Salah satu mahasiswa yang kami wawancarai mengungkapkan bahwa ia sering menggunakan AI seperti ChatGPT dan Gemini AI untuk berbagai keperluan, termasuk mengerjakan tugas kuliah dan mencari informasi baru. “Saya sebagai anak muda tentu sangat familiar dengan AI. Saya juga sering menggunakan AI untuk aktivitas sehari-hari, contohnya ChatGPT dan Gemini AI,” ungkapnya.

Teknologi AI memang menawarkan kemudahan dalam belajar dan bekerja. Dengan satu pertanyaan, AI bisa memberikan jawaban yang cepat dan relevan, membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan lebih efektif. Bahkan, AI juga bisa digunakan untuk membuat ringkasan, menerjemahkan bahasa, hingga memberikan saran dalam penulisan.

Meskipun AI membawa banyak manfaat, ada kekhawatiran mengenai dampaknya di masa depan, terutama dalam dunia kerja. Hakim mengungkapkan kekhawatirannya bahwa AI bisa menjadi ancaman karena mampu menggantikan pekerjaan manusia.

Bacaan Terkait :

Alasan AI Tidak Bisa Dijadikan Rujukan dalam Persoalan Hukum Agama atau Fatwa

Anthropic, Alat Baru yang Menunjukkan Bagaimana AI ‘Agentic’ Akan Mengambil Alih Aplikasi Ponsel pada 2025

Penggemar iPhone Bakal Kedatangan Apple Intelligence, Cek Fitur-fiturnya

Temuan Melaporkan AI Mampu Mempercepat Peningkatan PHK dan Emisi Karbon

Naudzubillah, OpenAI Mempertimbangkan untuk Mengizinkan Pengguna Membuat Pornografi dengan AI

Janji Investasi Microsoft 1,7 Miliar Dolar Khusus AI dan Komputasi Awan di Indonesia

Maskapai Saudia Meluncurkan Logo Baru dan Identitas Merek Mengikuti Modernisasi

Load More

“AI bisa saja menjadi solusi, tapi juga sekaligus ancaman untuk dunia kerja di masa depan. Dengan AI, semua pekerjaan akan semakin mudah dan cepat, bahkan instan. Tetapi di sisi lain, saya khawatir ini dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan karena robot AI ini menggantikan posisi manusia,” beber Hakim.

Sherlinda Irawan Siregar, siswi kelas 12, SMAN 31 Jakarta Timur

Sherlinda Irawan Siregar, siswi kelas 12, SMAN 31 Jakarta Timur. Foto: istimewa

AI memang telah menghadirkan berbagai inovasi yang menarik, dari sekadar membuat animasi sederhana hingga menyempurnakan teknologi robot. Selain itu, AI juga berperan dalam membantu menyebarkan informasi dan mempercepat berbagai proses dalam dunia digital.

“Saya pernah menggunakan AI untuk mencoba menganimasikan sebuah gambar agar hidup, seperti membuat foto Monalisa bisa bergerak,” ucap Sherlinda.

Meski AI membawa kemudahan dan inovasi, tak sedikit yang merasa khawatir akan dampaknya di masa depan. AI yang semakin canggih berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia.

“Menurut saya, AI memiliki banyak risiko di masa depan. Semakin canggih AI, semakin berkurang tenaga kerja manusia yang dibutuhkan,” ujarnya.

Salah satu pertanyaan penting tentang AI adalah perannya dalam dunia pendidikan. Apakah AI bisa menggantikan guru? Menurut Sherlinda yang, “AI sebaiknya hanya menjadi alat bantu dalam pendidikan, bukan pengganti guru.”

Meski memiliki kekhawatiran terhadap AI, Sherlindaberharap terhadap teknologi ini. Salah satu ide menarik dari Sherlinda adalah menciptakan AI yang dapat membantu kesehatan mental.

“Saya ingin membuat AI yang bisa menjadi tempat berbagi dan menjadi terapis emosional berbasis teknologi untuk para remaja,” katanya menutup wawancara.

Yasid Aldhi Setyawan, mahasiswa semester 8,  Universitas Pamulang

Yasid Aldhi Setyawan, mahasiswa semester 8,  Universitas Pamulang. Foto: istimewa

Menurut Yasid, seorang pengguna AI, teknologi ini adalah terobosan hebat dalam dunia teknologi. “AI sudah menjadi suatu kewajiban bagi umat manusia karena sangat membantu dalam bekerja ataupun berkreasi,” ujarnya

Seiring berkembangnya teknologi, AI semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda. Yasid sendiri mengakui bahwa AI sudah menjadi tools andalannya dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari.

“AI sudah menjadi kebiasaan saya, terutama sebagai teman diskusi dalam mencari ide dan berkembang,” ungkapnya. Tak hanya itu, AI juga sangat membantu dalam menyelesaikan tugas pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien.

Penggunaan AI memiliki dua sisi: dampak positif dan dampak negatif. Dampak Positif AI menurut Yasid

Yaitu mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda, mempercepat akses informasi dan memudahkan pencarian data yang akurat, meningkatkan efisiensi kerja, karena AI mampu menyelesaikan tugas lebih cepat dibandingkan mencari informasi manual melalui mesin pencari seperti Google, serta membuka peluang kompetitif secara global, di mana generasi muda bisa menciptakan teknologi yang lebih canggih dan bersaing di industri digital.

Sedangkan Dampak Negatif AI, Risiko ketergantungan, karena AI menawarkan solusi yang instan, membuat generasi muda cenderung malas mencari sumber informasi yang lebih terperinci, Ancaman terhadap profesi tertentu, termasuk guru, karena AI dapat memberikan informasi dengan cepat dan spesifik.

Jika AI semakin canggih, bukan tidak mungkin di masa depan peran guru tergantikan oleh teknologi ini, Menurunnya keterampilan berpikir kritis dan kreativitas, jika AI digunakan secara berlebihan tanpa diimbangi dengan pembelajaran konvensional.

“AI memiliki potensi besar dalam menciptakan dunia yang lebih efisien dan praktis. Misalnya, otomatisasi dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci baju, menyalakan AC, atau mengatur pencahayaan rumah. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI bisa meningkatkan kualitas hidup manusia,” ujar Yasid.

Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, AI juga bisa menjadi ancaman bagi generasi muda. Ketergantungan yang berlebihan bisa menghilangkan kreativitas dan membuat manusia kehilangan keterampilan berpikir mandiri. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menggunakan AI secara seimbang dan bertanggung jawab.

Ardifa Rizky Saputra, mahasiswi semester 2, Universitas Multimedia Nusantara

Menirut Ardifa “AI adalah suatu bidang yang mempelajari machine learning dan deep learning, yang memungkinkan mesin untuk belajar dan berpikir layaknya manusia. Teknologi ini kini banyak dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas, baik untuk keperluan akademik maupun professional,” ujarnya

Banyak remaja menggunakan AI dalam keseharian mereka. Untuk hal-hal dasar, Ardifa biasanya mengandalkan ChatGPT, sementara untuk riset yang lebih mendalam, mereka menggunakan Perplexity.ai. “Dengan bantuan AI, akses terhadap informasi menjadi lebih cepat dan efisien, tanpa harus mencari referensi secara manual dalam waktu lama.”

Salah satu manfaat terbesar AI adalah kemudahan dalam mengakses informasi. Teknologi ini memungkinkan generasi muda untuk menemukan referensi akademik, mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang suatu topik, dan menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.

Bagi Ardifa, AI diprediksi akan memiliki peran besar dalam dunia kerja. Banyak yang meyakini bahwa di masa depan, AI akan digunakan sebagai alat bantu dan automasi untuk para pekerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai bidang. Dengan AI, banyak pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat, memungkinkan manusia untuk fokus pada tugas yang lebih strategis dan kreatif.

Meski menawarkan berbagai manfaat, perkembangan AI juga membawa tantangan tersendiri. “Salah satu kekhawatiran terbesar adalah potensi fabrikasi data informasi akademik, yang dapat berdampak pada validitas dan akurasi informasi dalam dunia akademik,” jelas Ardifa.

“Jika data yang dihasilkan AI tidak diperiksa dengan baik, maka informasi yang salah bisa menyebar luas dan memengaruhi kualitas penelitian serta kepercayaan terhadap sumber akademik,” tutup Ardifa.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna AI untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum menggunakannya dalam konteks akademik atau profesional.

Sebagai generasi muda, kita perlu memahami bahwa AI adalah alat yang bisa membantu, tetapi bukan untuk sepenuhnya menggantikan peran manusia. Dengan menggunakan AI secara bijak dan seimbang, kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi, dan kualitas pembelajaran tanpa kehilangan keterampilan berpikir kritis.

Teknologi terus berkembang, namun pada akhirnya, yang menentukan masa depan adalah bagaimana kita menggunakannya. Kita sebagai manusia cerdas dituntut untuk lebih bijak menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan fungsinya. (Resty)

Tags: AIArtificial IntelligencePeran AIRujukan AlternatifSumber Data
ShareTweetSendShare
Previous Post

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 4, habis)

Next Post

Puisi: Senja Menangis di Jabalia (oleh: Mas Ngabehi)

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Puisi: Senja Menangis di Jabalia (oleh: Mas Ngabehi)

Puisi: Senja Menangis di Jabalia (oleh: Mas Ngabehi)

Menghindari Kegemukan dengan Tips “Say no to Obesitas”

Menghindari Kegemukan dengan Tips “Say no to Obesitas”

Discussion about this post

TERKINI

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

9 Maret 2026

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

Sunyi Sebagai Kitab Terbuka

7 Maret 2026

Prihatin 50 Persen Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual, Komdigi Tunda Akses ke Medsos Sampai Usia 16 Tahun

6 Maret 2026

Pemerintah Berikan 66 Ribu Tiket Gratis dan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Penumpang Lebaran

6 Maret 2026

Jadi Tempat Bukber yang Cozy di Mal, Resto Tekko Kebayoran Park Siapkan Paket 90 Ribuan

6 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Mencoba Ganti Rokok dengan Kurma

6 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video