Avesiar – Jakarta
Kebijakan dalam negeri AS yang diputuskan Presiden AS Donald Trump berupa total bea masuk menjadi 20 persen pada barang-barang Tiongkok, mendapat ‘perlawanan’ dari pemerintah Negeri Tirai Bambu.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (6/3/2025), Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah berjanji bahwa Tiongkok akan “berjuang sampai akhir” dengan AS dalam “perang tarif, perang dagang, atau perang lainnya”.
Hal itu menandai retorika terkuat Tiongkok terhadap presiden AS Donald Trump sejak ia memasuki Gedung Putih.
Pada hari Selasa, menanggapi Trump yang mengenakan tarif tambahan 10 persen pada barang-barang Tiongkok, sehingga total bea masuk menjadi 20 persen.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan bahwa memberikan tekanan ekstrem pada Tiongkok adalah target yang salah dan perhitungan yang salah.
“Jika AS memiliki niat lain dan bersikeras pada perang tarif, perang dagang, atau perang lainnya, Tiongkok akan berjuang sampai akhir. Kami menyarankan AS untuk menyingkirkan wajah intimidasinya dan kembali ke jalur dialog dan kerja sama yang benar sesegera mungkin,” cetusnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri membagikan komentar tentang “perang lainnya” di X dan postingan tersebut kemudian diunggah ulang oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Amerika Serikat.
Ketika diminta pada hari Rabu untuk mengklarifikasi apa yang dimaksud dengan “perang lainnya”, Lin berkata:
“Jika AS memiliki niat lain dan bersikeras merusak kepentingan Tiongkok, kami akan berjuang sampai akhir. Kami menyarankan AS untuk menyingkirkan wajah intimidasinya dan kembali ke jalur dialog dan kerja sama yang benar sesegera mungkin,” terang Lin, ketika diminta untuk mengklarifikasi apa yang dimaksud dengan “perang lainnya”, Rabu (5/3/2025).
Upaya Trump untuk menghubungkan tarif dengan aliran fentanil dari Tiongkok ke AS membuat Tiongkok meradang. Lin mengatakan bahwa masalah fentanil adalah “alasan” bagi AS untuk memberlakukan tindakan perdagangan yang keras terhadap Tiongkok.
Tiongkok membalas minggu ini dengan mengenakan bea masuk hingga 15 persen pada berbagai produk pertanian AS. (ard)












Discussion about this post