• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kisah Nabi Nuh AS, Pernah Ditegur dan Ditolak Allah Karena Mendoakan Anaknya yang Kafir

by Avesiar
12 Maret 2025 | 17:38 WIB
in True Story
Reading Time: 4 mins read
A A
Kisah Nabi Nuh AS, Pernah Ditegur dan Ditolak Allah Karena Mendoakan Anaknya yang Kafir

Ilustrasi. Foto: via velascoindonesia.com

Avesiar – Jakarta

Nabi Allah yang mendapat rintangan yang luar biasa untuk mengajak umatnya menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama ratusan tahun adalah Nabi Nuh Alaihissalam. Selain rintangan serta tantangan hebat dari kaumnya yang kafir, beliau juga mendapat ejekan, olok-olok dan kata-kata kotor lainnya.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, pada permulaan surat Nuh, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Nuh AS bahwa Dia telah mengutusnya kepada kaumnya. Dia memerintahkan kepada Nabi Nuh AS agar memberikan peringatan akan datangnya azab Allah sebelum menimpa mereka.

Ia mengajak agar kaumnya mengerjakan apa yang diperintahkan dan membenarkan risalah yang disampaikannya. Jika mereka (kaum Nabi Nuh AS) mau bertaubat dan kembali ke jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, niscaya azab itu akan diangkat (dilenyapkan dari mereka). Namun, kaumnya tidak mendengarkan apa yang diperingatkan oleh Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh Alaihissalam tidak mengenal putus asa, menasehati dan memberi peringatan kepada kaumnya yang mendurhakai Allah. Sedikit sekali jumlah mereka yang beriman dan mengikuti ajakannya. Padahal perjuangan beliau menelan waktu sekitar 910 tahun lamanya.

Perjuangan Nabi Nuh Alaihissalam tersebut disebutkan dalam Al Qur’an Surah Nuh, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.”

“Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu.”

Bacaan Terkait :

Kisah Nabi Nuh AS, Didustakan oleh Kaumnya yang Kafir dan Sombong serta Anaknya yang Sesat

Load More

“(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,”

“Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.”

“Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang.”

“Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).”

“Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.”  (Surah Nuh, ayat  1 – 7)

Apabila umat manusia berbuat hal-hal yang melampaui batas kemanusiaan dan durhaka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka akan disediakan azab yang sangat pedih di akhiratdan ditimpa siksa yang kejam di dunia.

Kemudian ayat-ayat selanjutnya menyatakan bagaimana Nabi Nuh Alaihissalam meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena kaumnya mendustainya dan Allah menenggelamkan mereka hingga musnah, termasuk anaknya yang bernama Kanan,

“Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.”

“Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.”

“Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.”

“Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.”

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Surah Nuh, ayat  24 – 28)

Sekalipun keluarga sendiri, apabila berlainan keyakinan, itu bukanlah berarti keluarganya sendiri. Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti memberi pertolongan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti ajakan nabi-Nya.

Nuh bermunajat kepada Tuhannya dengan memanjatkan doa. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an:

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.“ ( QS Hud : 45)

Inilah hati seorang ayah yang terbakar kesedihan lalu bermunajat terhadap Tuhannya, karena menyangka anaknya adalah anggota keluarganya dan memiliki keimanan. Inilah pujian yang dipanjatkan Nabi Nuh kepada Allah agar doanya diterima.

Lalu turunlah penjelasan dari Tuhan kepada Nuh secara gamblang dan sempurna. Allah berfirman:

“Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS Hud : 46)

Tatkala Nuh menyadari akan larangan dari Tuhannya dia bekata, Nuh berkata:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Hud : 47)

Nabi Nuh meminta maaf kepada Tuhannya, bertobat, beristighfar dan kembali kepada Allah. Selain itu Nabi Nuh tidak mengulangi perbuatannya lagi yaitu mendoakan anaknya Kanan yang kafir.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegur dan memberi peringatan kepada Nuh AS yang tetap mendoakan anaknya yang kafir dan fasik. Allah juga memberi nasehat kepada Nuh agar jangan sekali-kali mengulangi perbuatannya itu.

Sadar akan kekeliruannya, Nabi Nuh menyesal. Beliau lantas menangis selama 300 tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis. (put/dari berbagai sumber)

Tags: Anak Nabi NuhBahtera Nabi NuhDakwah Nabi NuhKananNabi Nuh As
ShareTweetSendShare
Previous Post

Si Usil di Rumah Kamu, Siapa Orangnya?

Next Post

Mentraktir dan Ditraktir, Kamu Tipikal yang Mana? Ini Pengakuan Mereka

Mungkin Anda Juga Suka :

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

28 Maret 2026

...

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

23 Maret 2026

...

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

2 Januari 2026

...

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

30 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Mentraktir dan Ditraktir, Kamu Tipikal yang Mana? Ini Pengakuan Mereka

Mentraktir dan Ditraktir, Kamu Tipikal yang Mana? Ini Pengakuan Mereka

Kisah Nabi Hud AS, Nabi yang Dianggap Kurang Waras dan Pembohong oleh Kaum Ad

Kisah Nabi Hud AS, Nabi yang Dianggap Kurang Waras dan Pembohong oleh Kaum Ad

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video