• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Mentraktir dan Ditraktir, Kamu Tipikal yang Mana? Ini Pengakuan Mereka

by Ave Rosa
12 Maret 2025 | 23:57 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Mentraktir dan Ditraktir, Kamu Tipikal yang Mana? Ini Pengakuan Mereka

Ilustrasi. Foto: ist & dok. Avesiar.com. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Siapa sih yang nggak suka ditraktir? Bayangkan lagi nongkrong bareng teman-teman, tiba-tiba ada yang bilang, “Udah, Aku aja yang bayar” Pasti rasanya senang, kan? Tapi, di sisi lain, ada juga orang yang justru lebih bahagia saat mentraktir orang lain karena merasa senang bisa berbagi.

Traktiran sering dianggap sebagai bentuk perhatian, simbol kebersamaan, atau bahkan cara untuk mempererat hubungan pertemanan. Tapi, apakah traktiran selalu menyenangkan?

Bagaimana jika traktiran justru menimbulkan rasa sungkan atau ada maksud tersembunyi di baliknya? Yuk, kita bahas lebih dalam serunya dunia traktiran dengan para sahabat kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com.

Jan Fadly Anwar, siswa kelas 11, SMA Negeri 12, Tangerang Selatan

Jan Fadly Anwar, siswa kelas 11, SMA Negeri 12, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Bagi banyak remaja, traktiran adalah bagian dari kebersamaan. Ada yang senang mentraktir, ada juga yang lebih suka ditraktir. Salah satu siswa kelas 11 SMA 12 Tangsel, Jan Fadly Anwar, berbagi pandangannya tentang hal ini.

“Kalau menurut aku, lebih suka ditraktir karena kesannya seru.”

Menurutnya, momen seperti ulang tahun atau acara khusus menjadi waktu yang pas untuk traktiran bersama teman-teman.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Saat ditraktir, Jan mengaku merasa senang dan menikmati momen tersebut. “Perasaan saya happy.” Namun, ia juga menyadari bahwa ada konsep take and give artinya ada timbal balik dalam traktiran. Meskipun ia tidak pernah menolak traktiran, terkadang ia merasa tidak enak karena jarang mentraktir balik.

“Pernah merasa tidak enak karena saya jarang mentraktir.” ujar Jan

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun traktiran itu menyenangkan, sebagian orang tetap merasa ada tanggung jawab sosial untuk berbagi kembali di lain kesempatan.

Bagi Jan, orang yang suka mentraktir adalah orang yang baik karena berbagi rezeki dengan orang lain. Namun, ia menekankan bahwa traktiran biasanya dilakukan pada acara tertentu, seperti ulang tahun atau momen spesial lainnya.

“Menurutku bagus, karena mereka membagi rezeki kepada orang lain, tapi biasanya di acara tertentu.”

Cici, mahasiswi semester 1, Universitas Pamulang

Cici, mahasiswi semester 1, Universitas Pamulang. Foto: istimewa

Salah satu mahasiswa semester 1 di Universitas Pamulang, Cici, berbagi pandangannya tentang tema ini. Menurutnya, ia lebih suka mentraktir karena merasa senang saat bisa membuat orang lain bahagia.

“Saya suka mentraktir karena senang melihat orang lain merasa senang,” ujar Cici.

Namun, ketika berada di posisi yang ditraktir, ia mengaku sering merasa kurang nyaman. “Saya tidak menolak ditraktir, tapi terkadang merasa kurang enak hati.” Ungkap cici.

Rasa tidak nyaman itu muncul karena beberapa alasan. Salah satunya adalah jika orang yang mentraktir bukan teman dekatnya. “Kalau yang mentraktir adalah orang yang baru saya kenal, saya merasa seperti punya hutang budi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga khawatir tidak bisa membalas traktiran tersebut atau takut jika traktiran itu sebenarnya hanya basa-basi dan tidak dilakukan dengan ikhlas.

Menurut Cici, mentraktir bisa membuat hubungan pertemanan semakin erat, terutama jika dilakukan dalam suasana yang tepat. “Mentraktir bisa menjadi bentuk perhatian, kebiasaan berbagi, dan menciptakan kenangan bersama,” seru Cici

Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua traktiran itu benar-benar tulus. Terkadang, seseorang mentraktir karena ada maksud tertentu, misalnya ingin mendapatkan sesuatu atau menyembunyikan sesuatu. “Kadang saya merasa ada maksud di balik traktiran, misalnya seseorang ingin mencari keuntungan atau menutupi suatu hal,” ucapnya.

Selain itu, ada juga momen di mana seseorang merasa terpaksa mentraktir karena didesak oleh teman-temannya. Hal ini tentu bisa menjadi tekanan sosial yang tidak menyenangkan.

Menurut Cici, seseorang yang sering mentraktir bisa dikategorikan menjadi dua jenis, Orang yang memang dermawan, senang berbagi tanpa mengharapkan balasan dan orang yang punya maksud tertentu, misalnya ingin mendapatkan keuntungan atau sekadar pencitraan.

Bagi Cici, jika seseorang benar-benar tulus dalam mentraktir, hal itu bisa menjadi sesuatu yang baik. Namun, jika terasa ada maksud di baliknya, sebaiknya lebih berhati-hati.

Raina Keisya, siswi kelas 9, SMP Negeri 11, Tangerang Selatan

Raina Keisya, siswi kelas 9, SMP Negeri 11, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Menurut Raina, ia lebih suka mentraktir dibandingkan ditraktir. “Kalau secara personal, aku lebih suka mentraktir karena timbul rasa kepuasan dan senang aja,” ujar Raina.

Baginya, mentraktir bukan hanya soal berbagi makanan atau minuman, tapi juga memberikan kebahagiaan bagi orang lain.

Meskipun lebih suka mentraktir, Raina juga merasa senang saat ditraktir. Namun, ia mengakui ada situasi di mana ia merasa kurang nyaman.  “Nggak enak kalau tiba-tiba ditraktir dan nggak ada event apa-apa. Tapi kalau temen ada yang ulang tahun atau ada alasan lain, nggak masalah. Soalnya selama ini di antara temen-temenku, kita selalu saling traktir balik,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pertemanan, traktiran bukan sekadar soal siapa yang bayar, tapi lebih ke saling berbagi dan menghargai satu sama lain. Bagi Raina, traktiran bisa menjadi salah satu cara mempererat hubungan pertemanan. “Karena merasa dipedulikan mungkin? Biasanya kalau udah mentraktir tuh kesannya sudah dekat,” ujarnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa ia selalu menolak traktiran yang datang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.  “Aku selalu nolak kalau tiba-tiba ditraktir. Soalnya aku memang nggak suka ditraktir kalau nggak ada apa-apa,” beber Raina.

Hal ini menunjukkan bahwa bagi Raina, traktiran harus dilakukan dengan alasan yang jelas dan bukan sekadar basa-basi.

Raina mengaku senang melihat orang yang suka mentraktir, karena menurutnya itu adalah tanda seseorang yang baik dan murah hati. “Suka lihatnya! Karena secara nggak langsung, bisa dilihat kalau orangnya tuh baik dan royal. Dan teman-temanku rata-rata kayak gitu semua,” katanya.

Beruntungnya, ia juga tidak pernah mengalami tekanan untuk mentraktir teman-temannya.  “Aku nggak pernah merasa terpaksa mentraktir karena dipojok-pojokin teman.”

Baik Raina, mentraktir maupun ditraktir, semuanya kembali ke niat dan kebersamaan. Jika dilakukan dengan tulus, traktiran bisa menjadi momen yang menyenangkan dan mempererat pertemanan. Tapi, kalau sampai menimbulkan rasa tidak nyaman atau ada maksud tersembunyi, tentu bisa menjadi beban.

Pada akhirnya, baik ditraktir maupun mentraktir, yang paling penting adalah niat dan ketulusan. Jika ingin mentraktir, lakukan dengan senang hati tanpa mengharapkan balasan. Sebaliknya, kalau ditraktir, nggak ada salahnya menerima, asal tetap tahu batasan dan nggak bergantung pada orang lain.

Traktiran seharusnya menjadi momen menyenangkan, bukan jadi beban atau membuat seseorang merasa berhutang budi.

Jadi, apakah kamu lebih suka menikmati traktiran atau justru senang berbagi dengan mentraktir teman-temanmu? Apa pun pilihanmu, yang terpenting adalah kebersamaan dan menghargai satu sama lain. (Resty)

Tags: DitraktirKumpul TemanMakan BersamaMentraktir
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisah Nabi Nuh AS, Pernah Ditegur dan Ditolak Allah Karena Mendoakan Anaknya yang Kafir

Next Post

Kisah Nabi Hud AS, Nabi yang Dianggap Kurang Waras dan Pembohong oleh Kaum Ad

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Kisah Nabi Hud AS, Nabi yang Dianggap Kurang Waras dan Pembohong oleh Kaum Ad

Kisah Nabi Hud AS, Nabi yang Dianggap Kurang Waras dan Pembohong oleh Kaum Ad

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 1)

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 1)

Discussion about this post

TERKINI

Iran Belum Menghentikan Serangan Pembalasannya dengan Terus Menghantam Negara-negara Teluk Arab, Trump Mengumpat Sejadinya

13 Maret 2026

Pembatasan Penggunaan Ponsel di Bawah 16 Tahun Dimulai 28 Maret Sebagai Gerakan Nasional Melindungi Anak Indonesia

13 Maret 2026

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

12 Maret 2026

Pidato Publik Pertama Mojtaba Tegaskan Hormuz Tetap Ditutup Sebagai Pembalasan Serangan AS – Israel dan Atas Darah Warga Iran

12 Maret 2026

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

11 Maret 2026

Dilaporkan Luka Akibat Perang, Putra Presiden Iran Umumkan Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru ‘Aman dan Sehat’

11 Maret 2026

Prabowo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Infrastruktur Siap Menjelang Lebaran

11 Maret 2026

Amalan serta Ibadah yang Pahalanya Setara atau Seperti Melaksanakan Haji dan atau Umroh

10 Maret 2026

Durasi Perang Trump Terhadap Iran yang Belum Dapat Dipastikan Selesainya Termasuk Dampak Ekonomi, Menurut Pengamat

10 Maret 2026

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video