KAMU KUAT – Jakarta
Setiap keluarga pasti punya anggota yang terkenal paling jahil. Entah itu adik yang hobi ngumpetin barang, kakak yang suka ngerjain, atau bahkan orang tua yang diam-diam suka bikin keisengan. Awalnya mungkin terasa menyebalkan, tapi lama-lama justru jadi kebiasaan yang bikin rumah makin seru dan penuh tawa.
Keisengan di rumah bisa datang dalam berbagai bentuk ada yang suka tiba-tiba ngagetin, ada yang jahilnya dengan pura-pura ngambek, atau bahkan yang sering bikin bingung dengan menyembunyikan makanan di kulkas.
Kadang, si paling iseng ini bisa membuat suasana rumah jadi lebih hidup, tapi ada juga momen di mana kejahilan mereka bikin anggota keluarga lain kesal.
Jadi, siapa si paling iseng di rumahmu? Apakah dia tipe yang nggak pernah kapok meski dimarahi, atau justru sering bersekongkol dengan anggota keluarga lain buat ngerjain kamu? Yuk, cari tahu cerita-cerita seru soal Si Usil di rumah!
Najwa Wiharyana, mahasiswi semester 4, Universitas Pamulang, Tangsel

Dalam setiap keluarga, pasti ada anggota yang terkenal dengan tingkah usilnya. Entah itu sekadar jahil iseng atau memang hobi mengganggu, keusilan mereka sering kali mengundang tawa atau justru rasa kesal. Begitu juga dengan Najwa, yang memiliki seorang adik super usil di rumah.
Ketika ditanya apakah ada anggota keluarga yang suka usil, ia langsung menjawab, “Ada, adik saya.” Sejak awal, sudah terdengar nada pasrah sekaligus kesal dalam ceritanya.
Salah satu kebiasaan usil sang adik adalah masuk ke kamar tanpa menutup pintu. “Hampir setiap hari dia tiba-tiba masuk, mengaca, lalu langsung pergi begitu saja tanpa menutup pintu,” keluhnya. Kebiasaan ini tentu menjadi sumber kekesalan, terutama karena dilakukan hampir setiap hari.
Tidak hanya itu, sang adik juga sering mengetuk-ngetuk pintu kamar tanpa alasan yang jelas. “Ketika dia lewat depan kamar saya, dia sering sekali usil mengetuk-ngetuk pintu kamar saya tanpa sebab,” tambahnya.
Keusilan adiknya tidak hanya ditujukan kepada sang kakak, tetapi juga kepada kucing-kucing di rumah.
Lalu, bagaimana reaksinya menghadapi keusilan ini? “Kesel, biasanya saya marahin,” katanya jujur. Tapi ternyata, meskipun sudah sering dimarahi, adiknya tetap saja melakukan hal yang sama.
Bahkan, ketika orang tua ikut turun tangan dan menegurnya, tidak ada perubahan berarti. “Masih tetap kayak gitu walaupun udah dimarahi ibu. Tetap nggak kapok, sampai sekarang masih suka usil,” ungkapnya.
Namun, di balik keusilan yang mungkin mengesalkan, kehadiran seorang adik yang selalu bertingkah seperti ini tentu memberikan warna tersendiri dalam kehidupan keluarga. Siapa tahu, di masa depan, justru keusilan ini akan menjadi cerita lucu yang dikenang dengan penuh tawa.
Lala, siswi kelas 11, SMK-SMAK Bogor

Berbeda dengan cerita Najwa, ternyata si usil justru mengakui keusilannya sendiri? Seperti yang dialami Lala, anak kedua dari dua bersaudara, yang dengan bangga menyatakan, “Saya sendiri hahahaha.” tutur Lala berbagi kisah tentang bagaimana ia menikmati keusilannya, terutama saat mengganggu sang abang.
Sebagai anak bungsu, Lala mengaku suka menjahili kakaknya. “Mungkin karena seneng aja kali ya ngusilin keluarga, terutama abang sendiri,” katanya sambil tertawa.
Keusilannya pun cukup sederhana tapi efektif, menggelitik sang abang yang memang mudah geli. “Paling sering sih kelitikin abang, karena dia orangnya gampang geli banget,” ungkapnya.
Ini adalah strategi klasik yang selalu berhasil membuat abangnya kesal.
Meskipun sering usil, jarang sekali keusilannya membuat orang di rumah benar-benar marah. Namun, ada satu kejadian di mana Lala harus menerima akibat dari keisengannya. “Saya pernah gangguin abang pas dia baru pulang kerja. Saya ajakin bercanda, kelitikin kayak biasa, tapi dia lagi capek banget. Akhirnya saya yang kena marah,” ceritanya.
Tapi, sebagai anak bungsu, Lala punya trik ampuh untuk membalik keadaan. “Saya ngadu ke mama kalau saya dimarahin abang, akhirnya abang saya yang kena marah sama mama,” tambahnya dengan bangga. Keuntungan jadi anak terakhir memang nyata.
Selain mengusili abang, Lala juga pernah bersekongkol dengan sang kakak untuk menjahili sang mama.
“Kita lagi jajan naik motor, terus setelah 30 menit, kita udah di depan komplek lagi. Tapi kita bilang ke mama kalau ban motor kempes pake nada panik,” ungkapnya.
Mendengar hal itu, mamanya langsung panik dan bersiap untuk menjemput mereka. Tapi saat melihat mama keluar rumah, Lala dan abangnya justru tertawa puas karena prank mereka berhasil.
Namun, keusilan ini berujung tak sesuai harapan. “Akhirnya pas mama udah mau jalan, kita samperin, terus malah sama-sama dimarahin karena bikin mama khawatir,” ujarnya dengan sedikit penyesalan.
Meskipun sering usil, Lala tetap menjadi anak yang dicintai di keluarganya. Keusilannya lebih banyak membawa keceriaan dibanding masalah, meskipun kadang membuat orang-orang di rumah kesal.
“Namanya juga anak perempuan terakhir, pasti selalu dibela sama orang tua,” katanya dengan santai menutup cerita hari ini.
Fleura Prita Zain, siswi kelas 9, SMP Negeri 11, Tangerang Selatan

Setiap keluarga pasti punya setidaknya satu anggota yang terkenal jahil. Tapi bagaimana kalau ternyata satu rumah iseng semua? Inilah yang terjadi di keluarga Fleura Prita Zain. Dalam keluarganya, hampir semua orang punya keusilan masing-masing, tapi kalau ditanya siapa yang paling jahil, jawabannya sudah pasti papa.
Menurut Fleura, keisengan sang ayah bukan hanya sebatas iseng, tetapi lebih ke lucu dan menghibur. Salah satu kebiasaannya adalah mengganggu mama saat sedang masak. Bisa dibayangkan betapa sibuknya seorang ibu di dapur, tapi tetap harus menghadapi tingkah jahil suaminya.
Tidak hanya itu, Fleura sendiri sering jadi sasaran keusilan papanya. “Kalau aku lagi belajar, papa tiba-tiba suka ngagetin,” katanya. Meski kadang bikin kaget dan sedikit kesal, tapi justru keisengan inilah yang membuat suasana rumah jadi seru.
Keisengan sang ayah tak berhenti sampai di situ. Salah satu yang paling sering terjadi adalah makanan yang tiba-tiba hilang dari meja makan atau kulkas.
“Kadang-kadang kalau beli makanan terus ditaruh di meja makan atau di kulkas, ditinggal sebentar udah hilang… Tapi cuma dipindahin tempatnya, gak dimakan,” cerita Fleura sambil tertawa.
Aksi ini sukses membuat penghuni rumah bingung mencari makanan yang mereka simpan. Kejahilan seperti ini memang sederhana, tetapi cukup efektif untuk membuat orang rumah bertanya-tanya.
Meskipun hampir semua anggota keluarga memiliki sisi jahil, ada satu orang yang kesabarannya paling tipis yaitu mama.
“Mama aku kalau diisengin, cepat ngambek. Tapi nggak lama kok ngambeknya,” ungkap Fleura. Jadi, meskipun sering jadi korban keusilan papa dan anak-anaknya, mamanya tetap bisa kembali ceria dalam waktu singkat.
Dalam sebuah keluarga, keisengan bisa menjadi bumbu yang membuat suasana semakin hangat dan akrab. Selama masih dalam batas wajar dan tidak menyakiti, tingkah jahil justru bisa menjadi momen yang dikenang dengan tawa di kemudian hari.
Jadi, bagaimana dengan keluargamu? Apakah ada anggota keluarga yang sering berbuat jahil? Atau justru kamu sendiri yang paling usil di rumah? (Resty)













Discussion about this post