Avesiar – Jakarta
Masa pubertas adalah fase penting dalam kehidupan seorang anak, di mana mereka mengalami perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang signifikan.
Sedangkan masa pubertas dikutip dari Halodoc adalah, fase pertumbuhan di mana akhirnya anak mengalami ataupun mencapai kematangan reproduksinya. Pada masa pubertas, sistem tubuh lain juga matang selama periode ini.
Pada masa pubertas ini, otak juga akan mengalami perkembangan yang cepat. Pembentukan identitas pun akan terjadi, sehingga banyak perubahan emosional baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.
Masa pubertas dapat menjadi tantangan bagi remaja dan orang tua. Namun, dengan komunikasi yang baik dan dukungan keluarga serta lingkungan sosial, remaja dapat melalui fase ini dengan lebih baik.
Dalam Islam, membimbing anak remaja di masa ini adalah tanggung jawab besar bagi orang tua, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan tetap berada di jalan yang diridai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Berikut adalah beberapa cara Islami dalam menghadapi anak remaja yang sedang memasuki masa pubertas.
1. Menanamkan Pemahaman tentang Akhlak dan Adab
Islam mengajarkan pentingnya adab dalam setiap aspek kehidupan. Dalam Al-Qur’an dan hadis, banyak disebutkan bagaimana seorang Muslim harus bersikap kepada orang tua, guru, teman, dan lingkungan sekitar. Orang tua harus menjadi teladan dalam hal ini, karena anak cenderung meniru perilaku orang tuanya.
2. Memberikan Pendidikan Agama yang Kokoh
Di usia pubertas, anak mulai mencari jati diri dan sering kali terpengaruh oleh lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam secara lebih mendalam, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan memahami makna kehidupan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Ajarkanlah anak-anak kalian shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak menyakitkan) jika mereka meninggalkannya pada usia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud).
3. Menjadi Sahabat bagi Anak Remaja
Anak-anak remaja membutuhkan tempat untuk bercerita dan berbagi perasaan. Jika orang tua terlalu keras dan kurang mendengarkan, anak bisa mencari tempat lain yang tidak selalu memberikan pengaruh baik. Bersikaplah sebagai sahabat yang bisa dipercaya, sehingga anak merasa nyaman untuk berbicara tentang apa pun yang mereka alami.
4. Mengajarkan Konsep Tanggung Jawab Dalam Islam
Setiap Muslim bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan orang lain. Anak remaja harus diajarkan tentang konsekuensi dari setiap tindakan mereka. Dengan begitu, mereka akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.
5. Mendoakan dan Memohon Petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Sebagai orang tua, jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu mendoakan anak-anaknya agar menjadi pribadi yang saleh dan mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj‘alna lil-muttaqina imama.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Beberapa ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan remaja adalah QS Al-Kahfi ayat 13, QS Al-Kahfi ayat 10-20, QS Luqman ayat 13, dan QS Al-Anbiya ayat 60.
QS Al-Kahfi ayat 13
• “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”
QS Al-Kahfi ayat 10-20
• “Mereka adalah pemuda-pemuda yang benar-benar beriman kepada Tuhan mereka, lalu Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
QS Luqman ayat 13
• “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
QS Al-Anbiya ayat 60
• “Mereka berkata, ‘Kami mendengar seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, namanya Ibrahim.”
Menghadapi anak remaja di masa pubertas membutuhkan kesabaran, kebijaksanaan, dan pendekatan Islami yang baik. Dengan menanamkan nilai-nilai Islam, memberikan pendidikan agama yang kokoh, menjadi sahabat bagi anak, mengajarkan tanggung jawab, serta terus berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, orang tua dapat membimbing anak-anak mereka agar tetap berada di jalan yang benar.
Semoga Allah memberikan kemudahan bagi setiap orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Aamiin. (rst)













Discussion about this post