Avesiar – Jakarta
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat, televisi pemerintah melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik berbahan bakar padat baru dengan jangkauan 1.200 kilometer (745 mil), dikutip dari The New Arab, Selasa (6/5/2025).
“Rudal balistik berbahan bakar padat Ghassem Basir memiliki jangkauan setidaknya 1.200 kilometer dan merupakan pencapaian pertahanan terbaru Iran,” kata penyiar tersebut.
Kemampuan rudal Teheran membuat negara-negara Barat telah menyuarakan kekhawatiran tentang hal itu dan menuduhnya mengganggu stabilitas Timur Tengah.
Iran mendukung jaringan “poros perlawanan” kelompok militan yang menentang Israel, termasuk pemberontak Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, Hamas di Jalur Gaza, dan kelompok bersenjata Syiah di Irak.
Disebutkan bahwa Iran dan musuh bebuyutannya, Israel, pada bulan Oktober tahun lalu, saling menyerang secara langsung untuk pertama kalinya.
Pada hari Minggu, televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman rudal baru tersebut selama wawancara dengan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
“Jika kami diserang dan perang dilancarkan terhadap kami, kami akan membalas dengan kekuatan dan akan menargetkan kepentingan dan pangkalan mereka,” kata Nasirzadeh.
“Kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tetangga, tetapi pangkalan Amerika adalah target kami,” katanya.
Rudal baru tersebut diperlihatkan setelah Teheran dan Washington mengadakan pembicaraan yang dimediasi Oman mengenai program nuklir Iran pada tiga hari Sabtu berturut-turut sejak 12 April.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Kamis, meminta Iran untuk “menjauh” dari pengayaan uranium, dengan mengatakan “satu-satunya negara di dunia yang memperkaya uranium adalah negara-negara yang memiliki senjata nuklir”.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 27 April mengatakan kesepakatan yang kredibel harus “menghilangkan kapasitas Iran untuk memperkaya uranium untuk senjata nuklir” dan mencegah pengembangan rudal balistik.
Sedangkan Teheran membantah berupaya memperoleh senjata nuklir, bersikeras bahwa ambisi nuklirnya sepenuhnya bersifat damai dan untuk tujuan sipil. (ard)













Discussion about this post