Avesiar – Jakarta
Kreator konten anak-anak di YouTube yang berbasis di AS, “Ms. Rachel”, memohon kepada para pemimpin dunia untuk bertindak, menyusul peringatan PBB bahwa 14.000 bayi dapat meninggal di Gaza dalam waktu 48 jam jika Israel tidak mengakhiri blokade wilayah tersebut.
“PBB baru saja memperingatkan bahwa 14.000 bayi mungkin akan mati kelaparan dalam waktu 48 jam. Tolong semua orang katakan sesuatu untuk bayi-bayi ini. Tolong para pemimpin, katakan sesuatu,” tulisnya di Instagram, membagikan video dirinya menggendong bayi yang baru lahir yang menyertakan foto bayi Palestina yang kurus kering, dikutip dari TRT World, Rabu (21/5/2025).
“Para pemimpin dunia, tolong bantu bayi ini. Tolong lihat dia. Tolong, tolong lihat dia. Tolong lihat matanya sebentar saja. Jika Anda hanya melihatnya, dan jika Anda hanya memikirkan bayi yang Anda cintai, memikirkan bayi yang sangat Anda sayangi, tidak mungkin kita semua tidak tahu bahwa Anda tidak dapat membunuh 15.000 anak, dan Anda tidak akan membiarkan 14.000 anak kelaparan,” katanya.
Ia menambahkan: “Apa pun yang menghalangi Anda untuk membela anak-anak ini, yang tidak memiliki makanan dan perawatan medis dan yang telah diamputasi tanpa anestesi, apa pun yang menghalangi Anda untuk mengatakannya, itu tidak lebih besar dari kemanusiaan Anda.”
Dalam sebuah wawancara viral dengan jurnalis Inggris-Amerika Mehdi Hasan, pekan lalu, pendiri perusahaan media Zeteo, Rachel, yang nama aslinya adalah Rachel Griffin Accurso, mengatakan bahwa “seharusnya kontroversial untuk tidak mengatakan apa pun” tentang penderitaan anak-anak Gaza.
Pernyataan kepala kemanusiaan PBB Tom Fletcher yang memperingatkan bahwa 14.000 bayi di Gaza dapat meninggal dalam waktu dua hari tanpa akses langsung ke makanan dan perawatan medis, telah memantik desakan tersebut.
Pada hari Senin, Israel mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah terbatas, yang oleh para pejabat PBB digambarkan sebagai “setetes air di lautan.”
Israel sejak 2 Maret menutup jalur penyeberangan Gaza untuk makanan, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan, sehingga memperburuk krisis yang sudah parah di daerah kantong yang terkepung itu. (ard)













Discussion about this post