• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Suka Merek Lokal atau Merek Internasional dan Apa Alasanmu?

by Ave Rosa
30 Mei 2025 | 23:57 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Suka Merek Lokal atau Merek Internasional dan Apa Alasanmu?

Ilustrasi. Foto: ist & Pexels. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Era globalisasi saat ini membuat pilihan produk sangat beragam. Mulai dari pakaian, makanan, hingga gadget semuanya membanjiri pasar dari berbagai penjuru dunia.

Sayangnya, tidak jarang kita justru lebih bangga menggunakan produk luar negeri. Seolah-olah produk dalam negeri tidak layak bersaing. Padahal, Indonesia memiliki banyak sekali produk berkualitas, hasil karya anak bangsa yang tak kalah unggul.

Sebagai remaja yang cerdas dan peduli, penting bagi kita untuk memahami perbedaan, keunggulan, dan peran besar kita dalam memilih produk. Artikel ini mengajak para sahabat kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com untuk berkomentar.

Carissa Azzahra Hasibuan, siswi kelas 7, Al Azhar 25 Tangerang Selatan

Carissa Azzahra Hasibuan, siswi kelas 7, Al Azhar 25 Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Di tengah maraknya produk internasional yang bertebaran di pasaran, apakah anak muda Indonesia masih peduli dengan produk lokal? Ternyata masih, lho! Salah satunya adalah Carissa Azzahra Hasibuan, siswi kelas 7C dari Al Azhar 25 Tangerang Selatan.

Saat ditanya soal pilihan antara produk lokal dan internasional, Carissa dengan jujur menjawab,  “Saya lebih suka memakai produk internasional karena terkadang kualitasnya lebih bagus dan mereka lebih update. Tetapi produk lokal juga nggak kalah bagus, saya juga suka memakai produk lokal,” jelasnya.

Menurut Carissa, meskipun brand luar negeri punya kelebihan dari segi bahan dan popularitas, bukan berarti produk lokal bisa dianggap remeh. “Ada banyak sekali merek lokal yang kualitasnya nggak kalah dari merek luar,” ujarnya yakin.

Bacaan Terkait :

Nasionalisme, Seberapa Pentingnya Bagi Warga Negara dan Bagaimana Membuktikannya?

Jiwa Nasionalisme Harus Dimiliki Setiap Warga Negara, Mengapa?

Load More

Soal harga, Carissa merasa produk lokal jauh lebih terjangkau dibanding internasional. Namun, ia juga menyadari bahwa kualitas dan ketenaran jadi daya tarik utama produk luar. Meski begitu, ketika ditanya pilihan antara membeli produk keren dari luar negeri atau mendukung produk lokal yang sedang berkembang, jawabannya jelas.

“Saya akan mendukung produk lokal yang sedang berkembang agar semakin terkenal dan menjadi barang yang dikenal di seluruh penjuru dunia,” kata Carissa dengan semangat.

Ia juga mengajak sesama remaja untuk bangga menggunakan produk lokal. Menurutnya, semakin laris produk buatan anak bangsa, maka semakin banyak pula manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Setuju dan memang harus bangga, karena jika produk lokal laku otomatis akan membuat banyak cabang dan itu bisa menjadi lapangan kerja bagi para pengangguran,”katanya..

Lalu, bagaimana caranya agar produk lokal lebih menarik di mata remaja? Carissa punya jawabannya, “Cukup ikutin model-model yang terbaru saja, pasti anak muda suka.”

Aisyah Neira Alzena, mahasiswi semester 2, Universitas Negeri Jakarta

Aisyah Neira Alzena, mahasiswi semester 2, Universitas Negeri Jakarta. Foto: istimewa

Siapa bilang produk lokal kalah saing dari produk luar negeri? Buat Aisyah Neira Alzena, mahasiswi semester 2 dari Universitas Negeri Jakarta, justru produk lokal punya banyak kelebihan yang layak dibanggakan. “Aku pribadi cenderung suka pakai produk lokal. Selain karena ingin mendukung karya anak bangsa, sekarang kualitas produk lokal juga sudah banyak yang bagus dan nggak kalah saing,” ungkap Aisyah saat diwawancarai.

Menurutnya, salah satu alasan produk lokal terasa lebih cocok adalah karena memang dibuat sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Ia pun menyebutkan beberapa merek lokal yang kualitasnya patut diacungi jempol.

“Ada banget! Misalnya brand fashion seperti Er*go atau Co*ton I*k yang desain dan bahannya keren. Di bidang skincare, ada E*ina, Whi*l*b, dan S*meth*nc. Mereka tuh formulanya ringan, aman, dan sudah banyak dapat review positif,” jelas Aisyah dengan semangat.

Kalau bicara soal harga, Aisyah mengakui bahwa produk lokal lebih terjangkau karena tidak terkena beban biaya impor. Tapi menurutnya, produk internasional tetap punya keunggulan tersendiri. “Merek internasional biasanya unggul dalam brand image, teknologi, dan kualitas global. Tapi brand lokal juga terus berinovasi, kok,”ujarnya optimis.

Menariknya, saat diminta memilih antara produk luar negeri yang keren atau mendukung produk lokal yang sedang berkembang, Aisyah memilih yang kedua. “Aku lebih memilih dukung produk lokal. Selain bantu ekonomi dalam negeri, ada rasa bangga tersendiri ketika tahu produk lokal bisa tampil keren dan berkualitas,” katanya bangga.

Ia juga menegaskan bahwa anak muda zaman sekarang harus mulai bangga pakai produk lokal. “Dengan memakai produk lokal, kita menunjukkan rasa cinta tanah air secara nyata. Anak muda itu berpengaruh banget dalam tren. Kalau mereka mulai bangga pakai lokal, pasti produk-produk itu makin dikenal dan dihargai,” terangnya.

Lalu, bagaimana agar produk lokal bisa lebih menarik di mata anak muda? Aisyah punya jawabannya.  “Produk lokal perlu aktif di media sosial dengan strategi yang kreatif. Kolaborasi dengan influencer, desain yang kekinian, dan storytelling yang menarik tentang asal usul produk bisa bikin anak muda lebih terhubung,” tuturnya.

Elgan Hadaya, siswa kelas 9, SMP Negeri 8, Kota Tangerang Selatan

Elgan Hadaya, siswa kelas 9, SMP Negeri 8, Kota Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Ketika ditanya apakah lebih suka produk lokal atau internasional, Elgan menjawab dengan jujur dan santai, “Kalau dalam konteks fashion atau pakaian sehari-hari, aku jarang memperhatikan apakah itu produk lokal atau luar. Aku lebih mementingkan desain produknya keren dan harganya cocok biar dompet aku nggak cepat tipis,” ujarnya

Walaupun bukan tipe orang yang mengikuti tren brand luar dan lokal, Elgan pernah punya pengalaman menarik waktu beli sepatu seragam. “Awalnya aku kira harus beli brand luar biar sepatunya nggak cepat rusak. Tapi setelah cari-cari, ternyata ada produk lokal dengan desain yang sama dan kualitasnya oke banget. Harganya jauh lebih murah juga!” ceritanya.

Tapi Elgan juga menyampaikan satu catatan penting. “Sayangnya, beberapa brand lokal masih kesulitan punya identitas sendiri, jadi kesannya kayak niru brand luar,” ujarnya.

Soal harga, Elgan mengakui produk lokal biasanya memang lebih bersahabat di kantong. Namun, ia juga paham kenapa produk luar bisa terasa lebih “wah”. “Setahu saya, produk luar itu sering banget jualan ‘gengsi’. Jadi nggak cuma barangnya, tapi juga mereknya yang laku,” jelasnya.

Ketika ditanya antara memilih produk luar yang keren atau mendukung produk lokal yang sedang berkembang, Elgan menjawab dengan pemikiran yang dewasa “Aku mau banget dukung produk lokal, tapi menurutku produk lokal itu nggak bisa cuma mengandalkan label ‘karya anak bangsa’. Harus ada usaha buat bersaing dan tampil lebih keren dari produk luar,” tegasnya.

Elgan pun mendukung penuh gerakan anak muda untuk bangga memakai produk dalam negeri. “Kalau brand lokal udah kerja keras dan berusaha improve, berarti giliran kita nih, anak muda, yang bantu ngomongin dan melirik produk lokal, biar makin ngetren dan menarik!” katanya antusias.

Lalu, apa saran Elgan supaya produk lokal makin disukai remaja? “Produk lokal harus mau berinovasi dan punya ciri khas sendiri. Lihat aja brand luar kayak Nike dengan logo swoosh-nya, atau Adidas dengan tiga garisnya. Itu bikin mereka gampang dikenal. Jadi, brand lokal juga harus punya identitas yang kuat,” tuturnya dengan semangat.

Dari komentar di atas, kita belajar bahwa kualitas, harga, dan jati diri brand adalah hal penting yang bikin suatu produk layak dipilih baik lokal maupun internasional. Tapi satu hal yang pasti, kalau brand lokal sudah berusaha untuk terus berkembang, maka kita sebagai generasi muda juga harus siap memberi dukungan. Yuk, jadi bagian dari perubahan itu. (Resty)

Tags: KualitasMerek InternasionalMerek LokalNasionalisme
ShareTweetSendShare
Previous Post

Siapa Tokoh yang Kamu Ketahui Berasal dari Keluarga Miskin dan Kemudian Berhasil Menjadi Orang Sukses serta Berpengaruh?

Next Post

Kebersihan adalah Gaya Hidup Islami Sesuai Tuntunan Al Qur’an dan Hadist, Cek Versi Ibu-ibu

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Kebersihan adalah Gaya Hidup Islami Sesuai Tuntunan Al Qur’an dan Hadist, Cek Versi Ibu-ibu

Kebersihan adalah Gaya Hidup Islami Sesuai Tuntunan Al Qur’an dan Hadist, Cek Versi Ibu-ibu

Robotaxi Tesla, Mobil Tanpa Supir Akan Diungkap pada 12 Juni dan Siap Uji Jalan?

Robotaxi Tesla, Mobil Tanpa Supir Akan Diungkap pada 12 Juni dan Siap Uji Jalan?

Discussion about this post

TERKINI

Pertamina Energy AdSport Challenge Mahasiswa Pungkas dengan Awarding Session di ITB Bandung

23 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video