Avesiar – Jakarta
Pengangguran di kalangan pemuda yang mendekati 30 persen di Maroko dan banyaknya anak muda yang mengincar peluang di luar negeri, industri game dapat menjadi cara untuk memicu pertumbuhan lapangan kerja dan mendiversifikasi peluang. Demikian dikatakan Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Komunikasi Maroko Mehdi Ben Said, dikutip dari The New Arab, Jum’at (4/7/2025)
“Tujuannya bukan hanya untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga untuk memberdayakan kaum muda. Kita harus menawarkan alternatif nyata bagi kaum muda kita dengan membuka peluang karier baru,” terang Ben Said.
Didasari pendapatan tahunan lebih dari 200 miliar dolar dan 3 miliar pemain, pasar global untuk video game mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun, meskipun telepon pintar telah menjadi hal yang umum di Timur Tengah dan Afrika, industri ini tetap terkonsentrasi di Asia Timur, Amerika Utara, dan Eropa Barat.
Menurut pejabat negara tersebut, industri Maroko, didorong terutama oleh penjualan game, saat ini menghasilkan lebih dari 500 juta dolar per tahun, dan mereka bertujuan untuk menggandakan pendapatan tersebut pada tahun 2030.
Maroko disebut meluncurkan program pelatihan dalam desain game, pemrograman, dan realitas virtual di samping taman industri tempat perusahaan rintisan dapat mengembangkan game baru. Inisiatif tersebut mencakup investasi sebesar 26 juta dolar untuk membuka “Rabat Gaming City,” yang menampilkan pelatihan, ruang kerja bersama, dan studio produksi skala penuh.
Latar belakang itu membuat Maroko tengah membangun fondasi untuk membangun industri game lokal dengan mendirikan pusat pengembang di ibu kota, melatih para pembuat kode, dan meluncurkan berbagai program untuk menarik minat kaum muda yang paham teknologi ke sektor tersebut.
Para pengembang, mahasiswa, dan perusahaan teknologi dari seluruh dunia diundang oleh pejabat negara Maroko ke pameran game di Rabat minggu ini, tempat para tamu menguji game baru, berkompetisi dalam turnamen e-sports, dan mendengar tentang berbagai inisiatif baru untuk membawa industri yang tengah berkembang ke Maroko.
Para peserta di Morocco Gaming Expo bertarung dalam permainan tembak-menembak, menjelajahi dunia realitas virtual yang imersif, menguji berbagai platform edukasi, dan berbaur dengan para penyedia layanan seluler yang ingin mempertaruhkan klaim mereka di pasar game seluler yang tengah berkembang.
Memasuki tahun kedua, acara itu merupakan salah satu dari sedikit cara yang dilakukan negara-negara Afrika untuk mendiversifikasi ekonomi mereka dan menarik industri baru bagi tenaga kerja muda mereka.
Negara di Afrika itu memposisikan dirinya sebagai salah satu negara pertama di benua tersebut yang meluncurkan berbagai strategi terarah untuk industri game. Mehdi Ben Said mengatakan pemerintah bermaksud untuk menarik perusahaan game internasional ke Maroko dan memberi insentif kepada pengembang Maroko untuk membuat produk mereka sendiri. (ard)













Discussion about this post