Avesiar – Jakarta
Pembatasan terhadap gim populer Roblox yang berbasis di AS, dengan alasan masalah keselamatan anak, juga dilakukan oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah lebih dahulu menerapkan kebijakan tersebut.
Kebijakan di seluruh negara tersebut, menurut Anadolu, dikutip dari TRT World, Ahad (7/9/2025), bervariasi cakupannya. Gim tersebut terkena kebijakan mulai dari pembatasan operasional, hingga larangan sebagian dan penangguhan sementara, sambil menunggu peninjauan atas kekhawatiran tersebut.
Beberapa tahun terakhir, platform gim yang memungkinkan pengguna untuk merancang dan berbagi gim mereka sendiri dengan orang lain, telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal, seringkali akibat anak-anak yang mudah kecanduan gim dengan nama-nama seperti Tower of Hell.
Mirisnya, Roblox telah menjadi sorotan karena semakin banyak orang tua yang mengunggah video orang dewasa yang datang ke rumah untuk bertemu anak-anak yang telah berteman dengan mereka di platform tersebut.
Komisi Umum untuk Media Audiovisual Arab Saudi, melalui siaran pemerintah Saudi, Al-Ekhbariya, sebagaimana dilaporkan pada Kamis (4/9/2025), memerintahkan Roblox untuk menonaktifkan obrolan teks dan suara serta meningkatkan pemantauan konten.
Sementara itu, Kepala Departemen Permainan Elektronik komisi tersebut, Hattan Tawaili, mengatakan penangguhan fungsi obrolan merupakan langkah sementara “untuk meningkatkan dan mengembangkan perangkat regulasi guna memastikan perlindungan pengguna dan memperkuat lingkungan permainan yang aman.”
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Saudi, Roblox mengonfirmasi bahwa mereka “berkomitmen terhadap persyaratan Komisi Umum untuk Media Audiovisual terkait pengawasan konten dan penanggulangan pelanggaran di dalam permainan.”
Setelah berdiskusi dengan beberapa badan pemerintah Saudi, perusahaan tersebut menambahkan bahwa mereka berjanji untuk “mengembangkan dan meningkatkan kemampuan kami dalam komunikasi berbahasa Arab dan moderasi konten.”
Sedangkan di Uni Emirat Arab (UEA), Otoritas Regulasi Pemerintah Telekomunikasi dan Digital mengumumkan pada hari Kamis bahwa amandemen baru telah diperkenalkan bekerja sama dengan Roblox untuk meningkatkan keamanan digital bagi pengguna, khususnya anak-anak.
Perubahan tersebut mencakup “penonaktifan sementara beberapa fitur komunikasi, seperti obrolan dalam gim, sebagai bagian dari tindakan pencegahan untuk melindungi kelompok usia yang lebih muda,” menurut sebuah pernyataan.
Amandemen tersebut juga mencakup peningkatan moderasi konten berbahasa Arab, penyempurnaan alat kontrol orang tua, dan pengenalan fitur keamanan tambahan.
Sementara itu, Roblox telah diblokir di Kuwait, menurut Otoritas Regulasi Komunikasi dan Teknologi Informasi Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 21 Agustus.
Kebijakan tersebut didasarkan pada mandat hukumnya untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak, di tengah keluhan dari orang tua dan pejabat terkait “praktik yang tidak aman, eksploitasi daring, perilaku berbahaya, serta konten yang tidak pantas dan praktik pembelian yang tidak aman.”
Penangguhan itu, ditegaskan regulator, bersifat sementara, hingga negosiasi dengan perusahaan selesai dan hingga Roblox berkomitmen untuk menghapus konten berbahaya dan memastikan perlindungan anak yang memadai.
Negara-negara lainnya yang melarang, memblokir, dan bahkan mengajukan gugatan terhadap platform gim tersebut antara lain;
• Qatar juga melarang Roblox “untuk melindungi perilaku anak-anak dan remaja,” menurut media lokal, termasuk Al Jazeera, pada 13 Agustus 2025.
• Oman melalui regulator telekomunikasi resmi Oman mengonfirmasi kepada surat kabar lokal Atheer bahwa Roblox secara resmi dilarang di negara tersebut, pada bulan Juni 2025.
• Turki melalui pengadilan Turki memblokir platform gim daring tersebut, dengan alasan kekhawatiran atas konten yang dapat mengarah pada eksploitasi anak-anak, pada 7 Agustus 2025.
“Negara kami berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan anak-anak kami,” kata Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc di platform media sosial X. “Menggunakan teknologi secara negatif tidak pernah dapat diterima.”
Ia mengatakan pengadilan Turki memblokir akses ke gim tersebut setelah penyelidikan oleh jaksa penuntut di provinsi selatan Adana yang bermula dari kekhawatiran bahwa platform tersebut digunakan untuk eksploitasi anak-anak.
• Negara Bagian Louisiana di AS mengajukan gugatan terhadap Roblox, menuduh perusahaan tersebut memfasilitasi eksploitasi anak. Platform Dikecam Agustus 2025.
Sementara itu, dikutip dari The New Arab, menurut BBC, Roblox membantah tuduhan tersebut sebagai “salah.”
Disebutkan bahwa Roblox adalah platform gim interaktif gratis yang dibuat hampir dua dekade lalu, dengan kelebihan yang memungkinkan pemain gim “merancang dunia virtual mereka sendiri” melalui perangkat pemrograman sederhana, memulai petualangan, bermain kolektif dengan orang lain, dan berinteraksi secara real-time lintas batas.
Lebih dari 13.000 kasus eksploitasi anak pada tahun 2023, tercatat di platform tersebut di AS. Sebanyak 1.200 laporan resmi diserahkan kepada Roblox tentang kasus-kasus pelecehan.
Kasus lainnya seperti penangkapan setidaknya 24 orang sejak tahun 2018 atas tuduhan terkait penculikan atau penganiayaan terhadap orang yang mereka temui atau pancing melalui Roblox, sebagaimana dilaporkan stasiun berita keuangan AS, Bloomberg, pada tahun 2024. (ard)













Discussion about this post