• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kerendahan Hati Murid, Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Kosong

by Ave Rosa
19 Oktober 2025 | 23:39 WIB
in True Story
Reading Time: 4 mins read
A A
Kerendahan Hati Murid, Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Kosong

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Kisah Imam Al-Ghazali (450 – 505 H), seorang ulama besar, kiranya bisa menjadi gambaran sikap hormat, patuh, dan memuliakan guru sebagai adab yang telah mengakar kuat di kalangan para penuntut ilmu muslim sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam.

Salah satu teladan yang menggambarkan kemuliaan adab tersebut adalah yaitu kerendahan hati ulama besar itu menyapu lantai rumah gurunya dengan menggunakan tangannya sendiri.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, dalam kitab Maraqil Ubudiyah ala Matan Bidayatil Hidayah (Semarang, Karya Toha Putra, t.t) halaman 85-86, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa kisah tersebut bermula dari saudaranya Al-Ghazali bernama Ahmad yang jarang terlihat menjadi makmum ketika Al-Ghazali menjadi imam shalat berjemaah.

Al-Ghazali pada suatu hari meminta kepada ibunya untuk menasihati Ahmad agar mau shalat berjemaah ketika Al-Ghazali menjadi imam di masjid. Hal ini dilakukan untuk menghindari fitnah atau opini liar yang berkembang di tengah masyarakat.

Ibunya pun menasihati Ahmad yang akhirnya mau berangkat ke masjid dan menjadi makmum shalatnya Al-Ghazali. Namun ketika menjadi makmum shalat, pandangan batin Ahmad melihat banyak darah dalam diri Al-Ghazali, sehingga ia pun melakukan mufaraqah (memisahkan diri dari imam).

Setelah selesai menunaikan shalat berjemaah, Al-Ghazali meminta klarifikasi dan menanyakan alasan ketika mendapati saudaranya melakukan mufaraqah saat shalat.

“Saat shalat aku melihat tubuhmu dipenuhi dengan darah,” ucap Ahmad menjawab rasa penasaran Al-Ghazali.

Bacaan Terkait :

Kelompok-kelompok Jahil yang Menurut Imam al-Ghazali Tidak Perlu Digubris

Enam Dirham Milik Fatimah az Zahra RA dan 200 Dirham Keuntungan Ali bin Abi Thalib RA

Adab Murid Kepada Guru, Imam al-Ghazali Sebut Ada 10 Hal

Imam Al-Ghozali: Ada 8 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Pasangan

Load More

Al-Ghazali terhenyak akan jawaban itu. Ia mengakui bahwa ketika sedang memimpin shalat, hatinya malah memikirkan permasalahan darah haid, khususnya soal mutahayyirah, yaitu wanita yang sudah haid dan suci, namun kemudian mengalami pendarahan kembali.

Keunikan ilmu yang dimiliki saudaranya itu membuat Al-Ghazali penasaran. Hal itu karena Ahmad bisa mengetahui apa yang sedang difikirkan oleh Al-Ghazali. Ia pun kemudian menjawab:

“Aku mempelajarinya dari Syekh Al-Atiqi. Pekerjaannya menjahit dan memperbaiki sandal-sandal lama,” jawab Ahmad.

Setelah mendapatkan identitas dan alamat lengkap syekh yang dimaksud, Al-Ghazali pun segera berangkat untuk menemui dan berguru kepadanya.

“Wahai tuan guru, aku ingin menjadi muridmu dan belajar ilmu kepadamu,” ucap Al-Ghazali saat bertemu dengan sosok guru zuhud itu.

Sang guru meragukan niat dan keinginan Al-Ghazali. Ia pun kemudian mencoba menguji keseriusan Al-Ghazali.

“Sepertinya kamu tidak akan sanggup menaati perintahku,” jawabnya pada Al-Ghazali.

“Insyaa Allah aku sanggup,” tegas Al-Ghazali penuh keyakinan.

“Kalau begitu, coba sekarang kamu bersihkan lantai ini,” ucap sang guru memerintahkan Al-Ghazali.

Saat menatap sapu dan hendak mengambilnya, syekh yang khumul ini kemudian memerintahkan Al-Ghazali untuk menyapu lantai itu tidak dengan sapu, melainkan dengan tangannya sendiri.

Al-Ghazali pun membuktikan keseriusannya, ia membersihkan lantai dengan tangannya sendiri.

Sang guru lagi-lagi memberikan ujian yang lebih dari itu. Ia memerintahkan Al-Ghazali untuk membersihkan kotoran yang ada di sekitarnya.

“Bersihkan kotoran itu dengan baju yang kamu pakai,” perintahnya pada Al-Ghazali.

Ketika Al-Ghazali hendak melepas pakaiannya, sang guru kemudian melihat pancaran keikhlasan dalam diri Al-Ghazali, ia pun segera mencegahnya lalu menyuruhnya pulang.

Sejak saat itu, Al-Ghazali merasakan ketenangan batin, hatinya terbuka, dan mampu menerima cahaya ilmu yang luar biasa dari Allah. Al-Ghazali kemudian menyadari bahwa semua ilmu yang sebelumnya ia ajarkan kepada murid-muridnya tampak begitu kecil dibandingkan dengan ilmu yang Allah limpahkan ke dalam hatinya.

Kisah dalam perjalanan hidup Imam Al-Ghazali ini mengajarkan tentang pentingnya seorang murid memiliki adab, hormat, serta kecintaan pada ilmu dan guru. Sikap ini akan memudahkan seseorang dalam meraih ilmu dan keberkahan. Berkah adalah sesuatu yang masuk dalam wilayah rasa. Sulit dijelaskan, namun bisa dirasakan.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad, menjelaskan bahwa “rasa” (dzauq) itu tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Menurutnya, sebuah “rasa” dapat diketahui dengan utuh hanya melalui pengalaman langsung, tidak dengan cara melihat atau mendengar.

Kisah tersebut untuk mengingatkan bahwa seorang guru sejati akan menjadikan setiap interaksi dengan muridnya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai sarana pendidikan untuk bekal muridnya di kemudian hari.

Perintah untuk membersihkan lantai oleh Syekh Al-Atiqi kepada Al-Ghazali bukanlah untuk kepentingan pribadinya, melainkan dalam rangka menggembleng Al-Ghazali agar memiliki hati yang bersih sehingga siap untuk menerima limpahan berkah dan hikmah ilahi. Wallahu a’lam. (put)

Tags: Adab Kepada GuruAdab Kepada Orang TuaImam Al-GhazaliMuridSantriSyekh Al-AtiqiTawadduZuhud
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kelompok-kelompok Jahil yang Menurut Imam al-Ghazali Tidak Perlu Digubris

Next Post

Tegas, Uang Pengganti Korupsi Ekspor CPO Rp13 Triliun Akan Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat

Mungkin Anda Juga Suka :

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

Keistimewaan Anak Yatim Berakhir di Saat Baligh, Pengertian Hukum dan Batasnya

6 Agustus 2026

...

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

Candaan-candaan yang Dilarang dalam Islam dan Penjelasannya

1 Agustus 2026

...

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

Agar Istiqomah Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Mencari Rezeki yang Halal

19 Juli 2026

...

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

Nikmat Membawa Sengsara, Deretan Hukuman dan Dosa Riba yang Sangat Berat

13 Juni 2026

...

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Load More
Next Post
Tegas, Uang Pengganti Korupsi Ekspor CPO Rp13 Triliun Akan Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat

Tegas, Uang Pengganti Korupsi Ekspor CPO Rp13 Triliun Akan Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat

Warga Israel Minta Pembantaian di Gaza Dihentikan, Netanyahu Nekat Menolak

Kejamnya Pemerkosaan dan Penyiksaan Israel Diungkap Melalui Kesaksian Anonim Para Tahanan Palestina

Discussion about this post

TERKINI

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

4 September 2026

Drone Rusia Obrak-abrik Markas Intelijen Ukraina yang Lagi Kekurangan Rudal Patriot AS

4 September 2026

Berkah Maulid yang Didapatkan Dua Pemuda  yang Menyambut dan Mengagungkannya

3 September 2026

Adu Kuat, Iran Terus Menghantam Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, UEA, dan Yordania, Sementara AS Serang Pesta Pernikahan

3 September 2026

Soal Video Kasus Pejompongan, Tidak Ada Permintaan Takedown dari Kemkomdigi

2 September 2026

Restoran Diminta Transparan Soal Status Halal Tiap Outlet ke Konsumen, Terutama yang Sertifikasi per Lokasi

2 September 2026

Israel Mempersulit Sekolah Kristen, Buntutnya Semua Sekolah Tutup Memprotes Israel yang Menolak Memperbarui Izin Gurunya

1 September 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Diterima Presiden Prabowo, Bahas Usulan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

1 September 2026

Jumat 4 September Besok Manajemen Gadang Barubah Layani Langsung Pelanggannya dan Es Krimnya Cuma Rp2000

1 September 2026

Mojtaba Khamenei Serukan negara-negara Islam untuk Bersatu Melawan AS dan Israel

31 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video