Avesiar – Jakarta
Sebuah desa di Italia merayakan kegembiraan setelah seorang bayi lahir setelah 30 tahun terakhir desa tersebut mengalami penurunan populasi.
Dikutip dari The Guardian, Jum’at (26/12/2025), desa tersebut bernama Pagliara dei Marsi, sebuah desa pedesaan kuno di lereng Gunung Girifalco di wilayah Abruzzo, Italia.Di desa tersebut, bahkan jumlah kucing jauh lebih banyak daripada manusia.
Sejak Maret 2025, desa tersebut mendadak bergembira dengan kelahiran seorang bayi bernama Lara Bussi Trabucco, yang menggenapkan populasi desa tersebut menjadi 20 orang.
Ia dibaptis di gereja di seberang rumahnya dihadiri oleh seluruh komunitas, termasuk kucing-kucing, dan karena keunikan kehadiran bayi di desa tersebut, ia kini menjadi daya tarik wisata utama. Kehadiran Lara adalah simbol harapan, sekaligus pengingat betapa menyedihkannya krisis demografis Italia yang semakin memburuk.
Angka kelahiran di negara itu pada tahun 2024 disebutkan mencapai titik terendah dalam sejarah yaitu 369.944, melanjutkan tren negatif selama 16 tahun, menurut angka dari Istat, badan statistik nasional. Tingkat kesuburan juga turun ke rekor terendah, dengan rata-rata 1,18 anak lahir dari perempuan usia subur pada tahun 2024, salah satu yang terendah di Uni Eropa.
Alasan penurunan ini sangat beragam, mulai dari
Ketidakamanan pekerjaan dan gelombang besar emigrasi kaum muda hingga dukungan yang tidak memadai untuk ibu bekerja dan, seperti di negara lain, peningkatan infertilitas pria, menjadi alasan penurunan kelahiran. Tidak hanya itu, disebutkan juga bahwa semakin banyak orang yang memilih untuk tidak memiliki anak.
Meskipun kota kecil, Pagliara dei Marsi, merupakan lambang dari lanskap nasional yang semakin didominasi oleh populasi yang menua dan sekolah-sekolah yang kosong, yang memberi tekanan pada keuangan publik dan menghadirkan tantangan ekonomi dan sosial yang menakutkan bagi para pemimpin di tingkat lokal, regional, dan nasional. (ard)













Discussion about this post