Avesiar – Jakarta
Sampah AI atau kecerdasan buatan disinyalir tengah membanjiri Youtube, dengan lebih dari 20 persen video yang ditampilkan algoritma YouTube kepada pengguna baru. Demikian penelitian menyebutkan sebagaimana dilansir The Guardian, Sabtu (27/12/2025), yaitu konten berkualitas rendah yang dihasilkan AI dan dirancang untuk mengumpulkan banyak penonton.
Kapwing, sebuah perusahaan pengeditan video mensurvei 15.000 saluran YouTube paling populer di dunia, 100 teratas di setiap negara dan menemukan bahwa 278 di antaranya hanya berisi sampah AI.
Menurut perkiraan, saluran-saluran sampah AI ini, secara keseluruhan, telah mengumpulkan lebih dari 63 miliar penayangan dan 221 juta pelanggan, menghasilkan pendapatan sekitar 117 juta dolar setiap tahunnya.
Para peneliti juga membuat akun YouTube baru dan menemukan bahwa 104 dari 500 video pertama yang direkomendasikan ke feed-nya adalah sampah AI. Sepertiga dari 500 video tersebut adalah “sampah otak”, kategori yang mencakup sampah AI dan konten berkualitas rendah lainnya yang dibuat untuk memonetisasi perhatian.
Disebutkan pula, bahwa temuan tersebut merupakan gambaran sekilas dari industri yang berkembang pesat dan membanjiri platform media sosial besar, dari X, Meta hingga YouTube, serta mendefinisikan era baru konten: tanpa konteks, adiktif, dan internasional.
Analisis Guardian tahun ini menemukan bahwa hampir 10% dari saluran YouTube yang paling cepat berkembang adalah konten buatan AI, yang mengumpulkan jutaan penayangan meskipun platform tersebut telah berupaya untuk membatasi “konten yang tidak otentik”.
Saluran-saluran yang ditemukan oleh Kapwing didistribusikan dan ditonton secara global. Mereka memiliki jutaan pelanggan: di Spanyol, 20 juta orang, atau hampir setengah dari populasi negara tersebut, mengikuti saluran AI yang sedang tren. Saluran AI memiliki 18 juta pengikut di Mesir, 14,5 juta di AS, dan 13,5 juta di Brasil.
Beberapa di antara saluran YouTube dengan jumlah miliaran penayangan dan menghasilkan jutaan dolar menurut penelitian tersebut yaitu;
Bandar Apna Dost, saluran yang paling banyak ditonton dalam penelitian ini, berbasis di India dan sekarang memiliki 2,4 miliar penayangan, Pouty Frenchie yang berbasis di Singapura, memiliki 2 miliar penayangan dan tampaknya menargetkan anak-ana, Cuentos Facinantes, yang berbasis di AS, tampaknya juga menargetkan anak-anak dengan alur cerita kartun, dan memiliki 6,65 juta pelanggan – menjadikannya saluran dengan pelanggan terbanyak dalam penelitian ini, dan The AI World, yang berbasis di Pakistan.
Sementara itu, dilansir The Guardian, seorang juru bicara YouTube mengatakan bahwa AI generatif adalah sebuah alat, dan seperti alat lainnya, alat ini dapat digunakan untuk membuat konten berkualitas tinggi maupun rendah. “Kami tetap fokus untuk menghubungkan pengguna kami dengan konten berkualitas tinggi, terlepas dari bagaimana konten tersebut dibuat. Semua konten yang diunggah ke YouTube harus mematuhi pedoman komunitas kami, dan jika kami menemukan bahwa konten tersebut melanggar kebijakan, kami akan menghapusnya,” ujarnya. (ard)











Discussion about this post