Avesiar – Jakarta
Peserta muktamar atau muktamirin pada Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapatkan layanan kesehatan pijat tradisional gratis.
Dilansir laman Nahdlatul Ulama, Sabtu (8/8/2026), ajang khidmah dan kepedulian tersebut dilakukan oleh 100 relawan pemijat yang dipastikan siaga untuk membantu memulihkan stamina para peserta di tengah padatnya agenda Muktamar.
Para relawan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, Madura, hingga luar Jawa. Sebagian besar di antara mereka merupakan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan praktisi terapi yang hadir secara sukarela.
Anggota Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang, Muhammad Romli, menyampaikan bahwa layanan ini disiapkan untuk menjaga kondisi fisik para tamu dan ulama yang menempuh perjalanan jauh serta mengikuti rangkaian agenda Muktamar yang menyita energi.
“Peserta Muktamar banyak yang datang dari jauh. Setelah rapat atau perjalanan tentu merasa lelah. Kami menyediakan layanan pijat gratis ini murni sebagai bentuk khidmat,” ujar Romli, Jumat (7/8/2026).
Ditambahkannya, 100 relawan yang terdaftar diperkirakan masih akan bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat yang ingin berpartisipasi.
Panitia membagi relawan ke dalam tiga posko di area kompleks pesantren, yaitu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Jombang, dan Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), untuk memperlancar kegiatan tersebut.
Khusus peserta wanita dan para bu nyai, panitia juga menerapkan pembagian tugas yang etis dengan menyiagakan relawan perempuan.
Pijat yang diberikan meliputi area kepala, badan, kaki, hingga terapi refleksi. Setiap peserta mendapatkan alokasi waktu sekitar 15 menit agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara merata oleh para Muktamirin.
Romli mengatakan bahwa mereka menyambut saudara-saudara NU dari seluruh Indonesia dan kesempatan itu semata-mata untuk mencari berkah kiai dan tidak mengharapkan imbalan selain kenyamanan para tamu. (adm)











Discussion about this post