• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Psikologi

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

by Avesiar
19 September 2026 | 16:23 WIB
in Psikologi
Reading Time: 5 mins read
A A
Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

Ilustrasi. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Hubungan antara sesama Muslim bukanlah hubungan pertemanan biasa, melainkan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah. Harus diakui bahwa dalam kehidupan yang serba modern dan materialistis ini, manusia sering terseret ke dalam hubungan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami.  

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, Senin (18/9/2026), dalam Islam, persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) bukanlah sekadar jalinan pertemanan biasa, melainkan simpul keimanan yang sangat kokoh. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara khusus menegaskan keberadaan hak-hak timbal balik antarmuslim. 

Pembuktian nyata akan hak-hak tersebut menjadi paling bermakna justru saat saudara kita berada di titik terendah hidupnya, seperti ketika diterpa musibah, terbaring sakit, dihimpit kesulitan ekonomi, hingga detik-detik terakhir hidupnya.

Hak-hak dasar persaudaraan ini dalam sebuah hadits populer yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam. Dikatakan (oleh para sahabat): ‘Apa saja enam hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Apabila engkau bertemu dengannya, ucapkanlah salam kepadanya; apabila ia mengundangmu, penuhilah undangannya; apabila ia meminta nasihat kepadamu, berilah nasihat kepadanya; apabila ia bersin lalu memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), mendoakannyalah (mengucapkan Yarḥamukallāh); apabila ia sakit, jenguklah ia; dan apabila ia meninggal dunia, iringkanlah jenazahnya.’” (HR. Muslim)

Kehadiran di masa sulit.

1. Menjenguk Saat Sakit (‘Iyadatul Maridh)

Bacaan Terkait :

Inilah Beberapa Sikap Terhadap Sesama Muslim Disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits

Load More

Kedatangan seorang kerabat yang datang menjenguk menghadirkan percakapan hangat dan harapan baru.

Menjenguk saudara yang terbaring sakit bukan sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban sosial, melainkan bentuk tenggang rasa yang menyalurkan doa serta penguatan emosional demi mempercepat pemulihan lahir dan batin.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Tsauban, budak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

Dari Tsauban, budak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, ia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka ia senantiasa berada di kebun-kebun surga hingga ia kembali.” (HR. Muslim)

Al-Ashbahani dalam karyanya, At-Tahrir fi Syarh Shahih Muslim, menguraikan makna hadits riwayat Imam Muslim terkait keutamaan menjenguk orang sakit. Beliau menjelaskan bahwa aktivitas sosial tersebut berdimensi spiritual yang dapat mengantarkan pelakunya ke surga, tempat di mana berbagai anugerah seperti buah-buahan surgawi menanti sebagai simbol kesejahteraan dan kebahagiaan abadi. Simak penjelasan beliau berikut:

“Dan sabdanya: (Ia senantiasa berada di khurfah surga); yakni: di mana ia memetik buah dari surga. Maknanya: hal itu mengantarkannya ke surga dan kepada pemetikan buah surga.” (At-Tahrir fi Syarh Shahih Muslim, [Kuwait, Daru Asfar: 1442 H], hal. 589)

Syekh Amin Al-Harari dalam kitabnya, Al-Kaukabul Wahhaj, mengenai hukum menjenguk orang sakit, memaparkan beberapa pendapat ulama. Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan status hukum mengunjungi orang sakit.

Menurut pandangan mayoritas (jumhur) serta Imam An-Nawawi, amalan ini berhukum sunnah muakkad dan dianjurkan bagi setiap Muslim, tanpa memandang apakah si penjenguk mengenal pasien dengan akrab atau bahkan merupakan orang asing. 

Di sisi lain, Imam Al-Bukhari, Ad-Dawudi, dan Ibnu Battal mendudukannya sebagai fardhu kifayah yang kewajibannya gugur jika sudah dilaksanakan oleh sebagian orang. Berikut pemaparannya:

“Ungkapan (menjenguk orang sakit). An-Nawawi berkata: Adapun menjenguk orang sakit hukumnya adalah sunnah berdasarkan ijma’ (kesepakatan ulama), sama saja antara orang yang dikenalnya maupun yang tidak dikenalnya, kerabat maupun orang lain (bukan kerabat). Al-Bukhari memastikan hukum wajibnya, dan pendapat ini ditekankan oleh Ad-Dawudi dan Ibnu Battal bahwa hal itu merupakan fardhu kifayah.  Sementara itu, jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah mandubah (dianjurkan). Ath-Thabari menyebutkan bahwa hukumnya menjadi lebih ditekankan (sangat dianjurkan) bagi orang yang diharapkan keberkahannya.” (Al-Kaukabul Wahhaj, [Jedah, Darul Minhaj: 1430 H], jilid. XXII, hal. 100)

2. Mendampingi Hingga Akhir Perjalanan (Ittiba’ul Jana’iz)

Hadir di tengah keluarga yang sedang berduka lewat takziah dan ikut mengantar jenazah adalah bentuk kepedulian tulus serta tanda kasih sayang penghabisan. Bagi mereka yang ditinggalkan, doa dan kehadiran orang-orang terdekat menjadi sandaran terbesar untuk menguatkan hati di tengah hantaman duka.

Adapun keutamaan bertakziah dapat kita lihat dalam beberapa hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, antara lain hadits berikut:

“Tidaklah seorang mukmin bertakziah saudara yang ditimpa musibah kecuali Allah akan mengenakan pakaian kemuliaan pada hari Kiamat.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

Berkaitan dengan takziah, Imam Nawawi dalam kitabnya, al-Adzkar, memberikan penjelasan sebagai berikut:

“Ketahuilah, takziah hakikatnya adalah tashabbur (mengajak sabar), menyampaikan hal-hal yang dapat menghibur keluarga orang meninggal, meringankan kesedihannya, dan memudahkan urusan musibahnya. Hukum takziah sendiri adalah sunnah. Ia mencakup urusan amar makruf dan nahi. Ia juga termasuk ke dalam firman Allah, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, (QS. Al-Maidah [al-Maidah [5]: 2). Ayat ini merupakan dalil paling kuat dalam urusan takziah.” (Al-Adzkar an-Nawawiyyah, [Beirut, Daru Ibnu Hazm: 1425 H], hal. 269).

Takziah dan mengantar jenazah jauh melampaui sekadar rutinitas sosial biasa. Ini adalah momen nyata untuk menunjukkan kepedulian dan memberikan kekuatan mental bagi mereka yang terpukul akibat kehilangan. 

Kehadiran kerabat maupun tetangga terbukti menjadi sandaran berharga untuk mengurai kesedihan. Istimewanya lagi, di balik setiap langkah ikhlas tersebut, tersimpan pahala besar yang kelak menjadi kemuliaan di akhirat.

3. Memberi Nasihat yang Tulus

Saat seseorang tersandung masalah besar atau merasa buntu, memberikan masukan yang jujur dan solutif adalah bentuk nyata perlindungan. Tentu saja, arahannya bukan untuk menggurui atau mencari-cari kesalahan, melainkan membantu mereka melihat masalah dengan kepala dingin agar tidak salah melangkah.

Simak penjelasan Syekh Amin Al-Harari berikut:

“(Dan jika ia meminta nasihat kepadamu) artinya, ia meminta saran atau panduan kepadamu dalam urusannya, (maka berilah ia nasihat) artinya, tunjukkanlah nasihat dan kebaikan kepadanya, jangan bersikap basa-basi (pura-pura mendua) kepadanya, dan jangan pula menipunya untuk tidak menyampaikan nasihat yang sebenarnya. Nasihat sendiri adalah keinginan akan kebaikan bagi orang lain serta menampakkannya agar ia berpegang teguh kepadanya.” (Al-Kaukabul Wahhaj, [Jedah, Darul Minhaj: 1430 H], jilid. XXII, hal. 101)

Ketika seseorang meminta panduan terkait urusannya, kewajiban kita adalah memberikan arahan yang jujur dan berorientasi pada kebaikan. Hal ini menuntut kejujuran penuh tanpa sikap manipulatif, setengah-setengah, atau menutup-nutupi kebenaran. Nasihat yang sejati pada dasarnya berakar dari niat tulus untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Ddapat kita simpulkan melalui paparan di atas bahwa Islam menempatkan kehadiran di masa-masa sulit sebagai prioritas utama karena berakar pada fondasi ukhuwah, di mana komunitas Muslim dipandang sebagai satu kesatuan organis.

Relasi ini ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa kaum mukmin bagaikan satu tubuh; tatkala satu organ mengalami sakit, respons sistemiknya menjalar ke seluruh bagian. 

Konsekuensinya, penderitaan sesama adalah representasi duka kolektif. Mengabaikan individu yang tertimpa musibah akibat keengganan atau kecanggungan sosial berakibat pada pembiaran terhadap kerusakan organ internal umat itu sendiri.

Hal ini mengingatkan agar jangan hanya datang saat teman atau saudara lagi sukses-suksesnya, lalu menghilang pas mereka jatuh. Jadilah orang yang ada di garda terdepan buat merangkul mereka saat tersandung masalah.

Hidup ibarat roda yang berputar. Bisa jadi ketulusan kita menolong mereka hari ini akan berbalik menjadi penolong kita saat nanti giliran kita diuji oleh kesulitan. Wallahua’lam. (adm)

Tags: Arahan yang JujurHak Seorang MuslimMengunjungi Orang SakitNasihat untuk Saudara MuslimUkhuwah Islamiyah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri All Out

Next Post

Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

Mungkin Anda Juga Suka :

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

...

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

22 September 2026

...

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

21 September 2026

...

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

4 September 2026

...

Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

27 Juli 2026

...

Load More
Next Post
Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

Akibat Melarang CNN Meliput Berita, Empat Stasiun TV Lainnya Stop Liputan Bersama Terkait  Trump

Akibat Melarang CNN Meliput Berita, Empat Stasiun TV Lainnya Stop Liputan Bersama Terkait  Trump

Discussion about this post

TERKINI

Isi Surat Pujian Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kepada Kepolisian Atas Penjagaan Keamanan Iran

9 Oktober 2026

Platform Mulai Berbenah, Komdigi Juga Fokus Lindungi Anak dari Risiko AI

9 Oktober 2026

Iran Tetap Menegaskan Keberadaannya Atas Selat Hormuz, Kapal Tanker Diserang di Lepas Pantai Qatar

8 Oktober 2026

Hukum Honorarium Pengacara atau Advokat Sesuai Pembelaaannya

8 Oktober 2026

Beban Biaya Jemaah Haji Turun Rp3,4 Juta, Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027

7 Oktober 2026

Laporan Kongres Sebut Kerugian Militer Besar dari AS Atas Perang yang Dipaksakan Terhadap Iran

7 Oktober 2026

Tentara dan Warga Israel Terganggu Kejiwaannya Sejak Perang Gaza, Hampir Satu Juta Telpon ke Layanan Kejiwaan

6 Oktober 2026

Lima Emas, 11 Perak, dan 23 Perunggu, Jadi Oleh-oleh Membanggakan Kontingen Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya

6 Oktober 2026

Berkilaunya 7 Jenderal di HUT ke-81 TNI Ketika Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera

5 Oktober 2026

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

5 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video