Avesiar – Jakarta
Sikap seorang muslim terhadap sesama muslim menjadi ulasan yang menarik di salah satu ceramah salah satu ulama di Aceh, Tengku Fakhruddin Lahmuddin, beberapa waktu silam, di Masjid Agung Al Makmur, Lampriet, Banda Aceh, dikutip dari laman Prokopim Banda Aceh Kota, Rabu (7/1/2026).
Dalam ceramah bertajuk “Sikap Seorang Muslim Kepada Sesama Muslim”, ia mengupas tentang fenomena di berbagai dunia Islam yaitu porakporandanya ukhuwah islamiyah.
Menurutnya, salah satu nikmat yang diminta Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selalu diingat dan disyukuri manusia adalah ukhuwah islamiyah, nikmat persaudaraan antar sesama muslim sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 103.”
“Dan berpeganglah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara… .” (QS Ali Imran 103)
Disebutkannya, bahwa Syech Abu Bakar Jabir Al-Jazaairy, seorang ulama besar Arab dalam kitabnya Minhaaju Al-Muslim menulis secara detil soal bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap sesama muslim.
Adapun sikap-sikap untuk menjaga dan memelihara ukhuwah islamiyah tersebut antara lain:
- Mencintai bagi saudaranya sebagaimana mencintai diri sendiri dan membenci bagi saudaranya apa-apa yang dibenci bagi dirinya. (HR Bukhari dan Muslim)
- Merendah diri di hadapan saudaranya dan tidak bersikap sombong dan angkuh. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
- Tidak mencaci saudaranya dan tidak menghinanya dengan bentuk apapun. (QS Al-Hujarat 11)
- Tidak dengki dan iri kepada saudaranya. ((HR Bukhari dan Muslim)
- Memperlakukan saudaranya dengan baik dan menahan diri dari segala hal yang menyakitinya. (HR Al-Hakim dan Tarmidzi)
- Memelihara jiwa, harta dan kehormatan saudaranya. (HR Muslim)
(adm)













Discussion about this post