Avesiar – Jakarta
Dinamika kehidupan sosial masyarakat harus dapat disikapi dengan bijak. Seringkali suasana harmonis dalam sebuah lingkungan yang tidak luput dari masalah sepele berubah menjadi keretakan serius akibat adanya perilaku hasud dan adu domba dari pihak-pihak atau individu tertentu.
Untuk mewaspadai hal-hal buruk yang bisa merusak hubungan sosial masyarakat, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/9/2026), berikut ciri-ciri tukang hasud dan adu domba:
1. Suka Memprovokasi
Sering kali suka menghasut. Mereka berupaya meyakinkan orang lain bahwa pihak tertentu memiliki niat jahat atau sedang merencanakan sesuatu yang negatif.
Dengan cara ini, mereka menciptakan lingkungan penuh kecurigaan yang akhirnya menjebak orang-orang di sekitar mereka dalam konflik yang mereka ciptakan sendiri.
2. Suka Membicarakan Orang Lain
Orang yang suka mengadu domba biasanya memiliki kebiasaan membicarakan orang lain di belakang. Pada awalnya, percakapannya mungkin terdengar biasa saja, seperti sekadar gosip ringan.
Namun, seiring waktu, topik pembicaraannya mulai menyudutkan satu pihak dan memancing orang lain untuk terlibat dalam drama tersebut. Mereka mahir membuat cerita terdengar sangat meyakinkan, sehingga Anda mungkin terjebak untuk ikut berpihak tanpa menyadarinya.
3. Suka Campur Tangan Urusan Orang Lain
Dikutip dari buku Tony Ibrahim berjudul Book Of Toxic Relationship, orang bermental penghasut memiliki anip-ciri suka menyabotase, campur tangan urusan orang, mengendalikan, dan juga mengganggu. Selain itu, mental penghasut juga mampu menghakimi dan mencari kesalahan sekaligus memaksa kehendak orang lain.
“Bahkan dia tidak dapat diandalkan, tidak dapat dipercaya, anipulative, serta tidak sopan,” ungkapnya dalam buku tersebut.
4. Berbicara dengan Manipulatif
Orang tersebut mahir dalam merangkai kata. Mereka tahu cara memprovokasi satu pihak agar merasa marah atau kesal terhadap pihak lain, meskipun masalahnya sebenarnya sepele.
Dalam percakapan, mereka sering memotong atau menambahkan detail yang sebenarnya tidak ada, hanya untuk menciptakan konflik. Tujuannya? Agar dua pihak yang awalnya harmonis jadi saling tidak percaya.
5. Memutarbalikkan Kebenaran
Si penghasut merupakan salah satu pembuat onar terburuk. Mereka memutarbalikkan kebenaran dan membujuk Anda untuk melakukan hal-hal biasanya yang tidak Anda lakukan.
6. Mahir Berpura-pura Netral
Taktik paling licik dari individu yang gemar mengadu domba. Mereka sering kali berpura-pura bersikap netral di hadapan orang lain.
Ketika berbicara denganmu, mereka akan terlihat seolah-olah mendukung atau bersimpati pada masalah yang kamu hadapi. Namun, sebenarnya, di belakang, mereka mengatakan tindakan yang berbeda kepada pihak lain. Mereka seperti serigala berbulu domba, berusaha tampak manis, namun sebenarnya memancing konflik dari kedua sisi.
7. Membuat Masalah Terlihat Besar
Orang semacam ini cenderung memperbesar masalah yang sebetulnya sepele. Masalah kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan obrolan ringan, mereka ubah menjadi persoalan besar.
Mereka terus memancing reaksi dari orang lain dengan kata-kata provokatif, sehingga situasi tampak lebih buruk dari kenyataannya. Dengan cara ini, mereka berhasil membuat suasana menjadi lebih panas dan tegang.
8. Selalu Berusaha Menciptakan Ketegangan di Lingkungan Sekitar
Orang yang selalu mengadu domba sering sekali mencari perhatian dengan menciptakan suasana yang tegang. Hal itu ia lakukan agar ada pihak yang disalahkan dalam suatu hal.
Sebelum mendapatkan kepuasan, orang yang suka mengadu domba akan terus menerus menciptakan kegaduhan dan ketegangan. Ia bisa saja menjadi wasit dalam sebuah ketegangan yang ia ciptakan. Karena dengan begitu, ia bisa menjatuhkan orang yang sedang ia adu domba.
9. Cerita yang Kurang Konsisten
indikasi paling nyata dari individu yang suka mengadu domba adalah ketidakkonsistenan dalam narasi mereka. Mereka sering kali menyampaikan versi cerita yang berbeda kepada setiap orang yang mereka temui.
Misalnya, mereka menceritakan suatu kejadian kepada A dengan satu versi, dan kepada B dengan versi lain yang berbeda. Perbedaan ini sengaja dibuat untuk menimbulkan ketegangan di antara kedua pihak.
10. Menghindari Tanggung Jawab
Individu yang gemar memicu konflik adalah mereka jarang sekali mau bertanggung jawab atas kekacauan yang mereka ciptakan. Setelah berhasil memancing perselisihan, mereka akan segera menjauh dan berpura-pura tidak terlibat.
Bahkan, mereka mungkin berlagak bingung dan ikut merasa “terkejut” dengan masalah yang terjadi, padahal merekalah penyebab utamanya.
11. Senang Menyalahkan Orang Lain
Karena memiliki tujuan agar ada pihak yang disalahkan, ia akan tegas menyalahkan pihak itu secara langsung jika sudah membuat kegaduhan tetapi belum ada yang memahami.
Ia tak segan-segan menjatuhkan orang yang ia maksud untuk di adu domba dengan pihak yang dinilai lebih kuat darinya jika bermusuhan dengan targetnya.Tipe orang yang seperti ini sangat pandai judgeorang di depan umum. (put/dari berbagai sumber)











Discussion about this post