• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Psikologi

Menghindari dan Mengatasi Hasad atau Dengki, Penyakit Hati yang Berat Dalam Islam

by Avesiar
13 Desember 2025 | 23:22 WIB
in Psikologi
Reading Time: 6 mins read
A A
Menghindari dan Mengatasi Hasad atau Dengki, Penyakit Hati yang Berat Dalam Islam

Ilustrasi. Gambar: Meta AI

Avesiar – Jakarta

Hasad adalah penyakit hati yang harus dihindari oleh seorang Muslim. Akibat penyakit hasad atau dengki, hidup akan tidak tenang dan selalu dihantui rasa ketidakpuasan pada kehidupan orang lain. Padahal kelebihan yang didapatkan orang lain adalah pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hal ini disebutkan dalam Al Qur’an, Surah An-Nisa ayat 54, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka.”

Demikian pula Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam mengingatkan umatnya melalui hadits berikut:

“Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda: tidak diperkenankan hasad kecuali pada dua orang yaitu seseorang yang Allah berikan harta yang ia belanjakan hartanya untuk kebenaran dan seseorang yang Allah beri ilmu yang ia amalkan dan ajarkan.” (Muttafaqun alaih)   

Penyakit hati dan cara mengatasinya ini menarik dibahas oleh Alwi Jamalulel Ubab, Alumni Khas Kempek Cirebon dan Mahad Aly Jakarta, di laman Nahdlatul Ulama, kanal Tasawuf/Akhlak, Kamis (30/10/2025), dalam tulisan berjudul Mengenal Penyakit Hasad dan Cara Mengatasinya.

Ia mengulas dengan ilustrasi sebagai berikut,

Bacaan Terkait :

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Tabayyun Penting Agar Tak Terkecoh Berita Bohong

Load More

Fulan adalah seorang pegawai kantoran. Suatu hari, ia sering merasa gelisah setiap kali melihat rekan kerjanya dipuji oleh atasan karena kinerjanya yang baik. Ia mulai berpikir buruk, berharap agar rekannya gagal, jatuh, dan terkena musibah. Namun sejak itu, hati Fulan tidak pernah tenang, pekerjaannya terasa berat, dan setiap ia melihat keberhasilan rekannya itu seolah menjadi duri dalam dadanya.  

Ilustrasi di atas merupakan contoh kasus bagaimana penyakit hasad atau iri dapat membuat pelakunya hidup sengsara sebab hatinya dipenuhi oleh keinginan orang lain terjatuh, baik dengan hilangnya kenikmatan maupun tertimpa musibah.

Al-Ghazali memberi penjelasan mengenai hasad sebagai berikut:

“Hasad ialah dorongan dari rasa iri dengan menginginkan hilangnya kenikmatan pada diri orang lain, merasa susah saat orang lain mendapatkan kenikmatan dan bahagia saat orang lain mendapatkan musibah. Ini merupakan sifat orang-orang munafik.” (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Jeddah: Dar Al-Minhaj, 2011], juz 5 hal 646).  

Penyakit hasad disebutkan dalam beberapa ayat Al Qur’an. Di antaranya dalam surat An-Nisa ayat 54.

“Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka.” (Qs. An-Nisa: 54)

Ayat di atas merupakan sindiran berupa “istifham ingkari” (pertanyaan yang berisi pengingkaran) yang ditujukan kepada Ahli Kitab yang kufur karena iri terhadap nubuwah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang bukan dari kalangan mereka.

Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian memberikan penjelasan bahwa risalah yang turun pada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam merupakan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ibnu Katsir juga menjelaskan:

“Mereka (Ahli Kitab) iri terhadap anugerah kenabian yang agung yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Sehingga mereka mengingkari untuk membenarkannya sebab sifat hasad mereka. Hal itu dikarenakan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam adalah bangsa Arab bukan dari kalangan Bani Israil.” (Ibnu Katsir, Tafsirul Qur’anil Adzim, [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 1419 H], juz II, hal 296).  

Dosa Pertama yang dilakukan Makhluk

Hasad atau iri hati dalam Islam termasuk salah satu penyakit hati yang mendapat perhatian khusus di kalangan ulama. Sebab hasad tidak hanya berdampak pada aspek spiritual individu, tetapi juga berimplikasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Hasad menumbuhkan kebencian, menurunkan kepercayaan sosial, serta menghambat tumbuhnya solidaritas dan etos kerja kolektif.  

Bahkan menurut sebagian ulama salaf, dosa pertama yang dilakukan oleh makhluk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala disebabkan sifat hasad.

“Sebagian ulama salaf berkata: dosa pertama yang dilakukan ialah hasad yaitu hasad yang dilakukan oleh Iblis kepada Adam as atas kedudukannya. Iblis enggan sujud menghormati Adam atas perintah Allah yang mendorongnya melakukan hasad dan maksiat.” (Al-Ghazali, 672)  

Dalam kasus yang lain yang juga dikisahkan dalam Al-Qur’an, ilustrasi kisah pembunuhan pertama oleh anak Nabi Adam as yaitu Qabil terhadap Habil juga dilatarbelakangi oleh hasad.  

Mengatasi Penyakit Hasad

Mengatasi penyakit hati yang menurut Islam kategorinya cukup berat ini adalah dengan beberapa tips berikut.

1. Menyadari semua nikmat dari Allah

Penyakit hasad timbul karena seseorang tidak menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah, maka seseorang akan terhindar dari sifat hasad.  

2. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah

Setelah menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah, maka tahap selanjutnya ialah bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah. Dengan bersyukur, maka seseorang akan bisa lebih fokus terhadap nilai dan perkembangan diri sendiri.  

Dalam psikologi industri, terdapat istilah sikap kerja yang disebut job involvement atau keterlibatan kerja yang diartikan sebagai tingkat di mana seseorang mengenal pekerjaannya secara psikologi dan merasakan tingkat kinerja mereka itu penting bagi harga diri.

Karyawan yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi akan sangat mengenali pekerjaannya dan benar-benar perhatian terhadap apa saja pekerjaan yang dilakukan. (Dr. Umi Anugerah Izzati, dkk. Psikologi Industri dan Organisasi, [Surabaya: Bintang Surabaya, 2019], hal 52)  

Dalam kasus pegawai yang iri dengan rekannya di atas, bersyukur dan melakukan komitmen terhadap diri sendiri dalam bekerja akan membuat hati menjadi lebih tenang dan pekerjaan lebih maksimal. Bahkan Allah Swt menjanjikan bagi siapa saja yang bersyukur akan ditambahkan nikmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  

3. Mengetahui bahaya hasad

Berikutnya, agar terhindar dari hasad ialah mengetahui bahwa bahaya hasad justru akan datang pada diri sendiri, bukan pada orang yang dihasudi. Hasad berbahaya bagi diri sendiri, baik dalam urusan dunia maupun agama.

Dalam urusan agama, dengan hasad, seseorang dapat dianggap tidak menerima keputusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan serta menganggap Allah tidak adil terhadap makhluk-Nya.

Sedangkan dalam urusan dunia, dengan hasad seseorang akan merasakan sakit hati yang mendalam disebabkan hasad di dalam hatinya. (Al-Ghazali, hal 701)  

4. Tidak ada dampak pada orang yang dihasadi

Kemudian yang dapat dilakukan agar terlepas dari bahaya hasad, ialah dengan menyadari bahwa orang yang dihasudi tidak akan mendapatkan dampak apapun terhadap hasad yang dilakukan. Itu hanya akan menyakiti diri sendiri dan tidak berdampak pada orang lain. (Al-Ghazali, 702)  

Hasad yang diperbolehkan dalam Islam Meski pada dasarnya hasad tidak diperkenankan dalam Islam, namun terdapat dua hasad yang dibolehkan dalam Islam tapi bukan sebagai suatu keburukan, melainkan sebagai motivasi agar bisa mengikuti jejak orang yang dihasudi.

Hal tersebut sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam:

“Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda: tidak diperkenankan hasad kecuali pada dua orang yaitu seseorang yang Allah berikan harta yang ia belanjakan hartanya untuk kebenaran dan seseorang yang Allah beri ilmu yang ia amalkan dan ajarkan.” (Muttafaqun alaih)   

Dengan demikian, pada dasarnya hasad merupakan penyakit hati yang harus dihindari karena dapat merusak diri sendiri, baik dalam urusan dunia maupun agama.

Sedangkan dua hasad yang diperbolehkan dan bisa dijadikan sebagai motivasi untuk mengikutinya, yaitu pada orang yang hartanya diinfakkan di jalan Allah dan ilmunya diamalkan serta diajarkan pada orang lain. Wallahua’lam. (adm)  

Tags: DengkiHasadIriMengatasi HasadMenghindari HasadPenyakit Hati
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bisnis-bisnis yang Diduga Dikendalikan oleh Mafia di Barat dan Eropa

Next Post

Teknik, Alat, serta Pengetahuan Memancing di Sungai dan Laut

Mungkin Anda Juga Suka :

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

...

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

...

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

22 September 2026

...

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

21 September 2026

...

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

19 September 2026

...

Load More
Next Post
Teknik, Alat, serta Pengetahuan Memancing di Sungai dan Laut

Teknik, Alat, serta Pengetahuan Memancing di Sungai dan Laut

Memilukan, WHO Sebut Lebih 1.000 Warga Palestina Wafat Saat Menunggu Izin Evakuasi Medis dari Israel

Memilukan, WHO Sebut Lebih 1.000 Warga Palestina Wafat Saat Menunggu Izin Evakuasi Medis dari Israel

Discussion about this post

TERKINI

Demi Kedaulatan Ekonomi, Jemaah Umrah Diimbau Tidak Naik Maskapai yang Transit Singapura dan Malaysia

26 Oktober 2026

Empat Negara Besar Akhirnya Bertemu di Teheran Membahas Keamanan dan Stabilitas Regional Buntut Agresi AS-Israel

26 Oktober 2026

Awali Abad ke-2, Rais Aam PBNU Tegaskan NU Harus Menunjukkan Perannya sebagai Miniatur Islam

25 Oktober 2026

Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

24 Oktober 2026

Strategi Simpel Berbenah Rumah dengan Barang-barang yang Menumpuk Layaknya Permainan

23 Oktober 2026

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

22 Oktober 2026

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video