• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Info & Tips

Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

by Avesiar
20 September 2026 | 17:25 WIB
in Info & Tips
Reading Time: 6 mins read
A A
Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

Ilustrasi. Foto: Screenshot video letusan Gunung Semeru di Desember 2021, mengakibatkan korban jiwa meninggal dan luka bakar. Foto: tangkapan layar youtube.

Avesiar – Jakarta

Indonesia adalah negara yang masuk dalam kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Hal ini karena letaknya berada pada pertemuan lempeng bumi, Indonesia rawan mengalami bencana alam, seperti gunung meletus. Pada masa-masa tertentu, setiap gunung berapi yang masih aktif, tentu akan menunjukkan gejala-gejala khusus sebelum meletus.

Salah satu gejala yang patut diwaspadai sebelum sebuah gunung meletus adalah semburan abu vulkanik yang dimuntahkan gunung yang membuat udara terpapar parah dengan polusi abu dari gunung dengan jumlah yang besar dan masif.

Dikutip dari laman Hello Sehat, Ahad (20/9/2026), abu vulkanik disemburkan ke udara saat erupsi atau letusan gunung berapi. Material abu dapat menyebar hingga jarak yang jauh dari letusan karena kondisi iklim daerah tersebut.

Hal ini membuat dampak abu vulkanik dari letusan gunung, termasuk Gunung Krakatau, dapat dirasakan hingga ke wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi.

Partikel debu vulkanik berdiameter kurang dari 2 milimeter (mm). Partikel ini terdiri atas pecahan batuan, mineral, dan gelas vulkanik yang terasa mirip butiran pasir hingga bubuk halus.

Beberapa gas berbahaya juga bisa terbawa dalam abu vulkanik Krakatau maupun gunung berapi sejenisnya, seperti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2) yang bahkan dapat menyebabkan hujan asam.

Bahaya abu vulkanik bagi kesehatan

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Abu vulkanik bersifat keras, abrasif (mengikis), dan tidak larut dalam air. Hal inilah yang menyebabkan abu dari letusan gunung berapi ini berdampak buruk bila terhirup atau masuk ke dalam tubuh.

Bahaya abu vulkanik dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada jumlah dan lamanya paparan serta kondisi kesehatan masing-masing.

Jika Anda berada di wilayah yang terdampak debu vulkanik Anak Krakatau, berikut ini beberapa bahayanya yang perlu Anda waspadai.

1. Gangguan pernapasan akut

Bahaya abu vulkanik yang utama adalah meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kelompok yang paling rentan antara lain anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, serta orang dengan penyakit paru-paru, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif  kronis (PPOK).

Paparan abu vulkanik juga dapat memperburuk gejala asma dan menyebabkan gangguan pernapasan akut, terutama pada orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif.

Beberapa gejala akut atau jangka pendek yang umumnya muncul yakni:

  • pilek,
  • hidung berair,
  • batuk kering atau berdahak,
  • sakit tenggorokan,
  • sesak napas, dan
  • napas berbunyi nyaring (mengi).

Kondisi ini juga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Fungsi paru-paru yang terganggu juga bisa membuat proses bernapas menjadi tidak nyaman.

2. Masalah penglihatan

Bahaya abu vulkanik pada kesehatan mata disebabkan karena bentuk partikelnya yang tajam dan runcing. Sifat abrasif dari abu juga bisa menyebabkan konjungtivitis.

Konjungtivitis terjadi saat lapisan transparan pada mata (konjungtiva) mengalami peradangan sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman dan mengganggu penglihatan.

Beberapa tanda mata yang terkena konjungtivitis akibat abu vulkanik antara lain:

  • rasa mengganjal seperti ada benda asing dalam mata,
  • mata merah,
  • mata terasa nyeri dan gatal, dan
  • mata berair hingga mengeluarkan kotoran.

Paparan abu vulkanik juga bisa menyebabkan abrasi kornea, yakni kondisi tergoresnya kornea. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan ini bisa menyebabkan kerusakan kornea permanen.

3. Iritasi kulit

Selain karena sifat abrasifnya, abu vulkanik dari gunung berapi seperti Gunung Anak Krakatau juga dapat menyebabkan iritasi kulit karena bersifat asam.

Saat erupsi, gunung berapi dapat melepaskan abu sekaligus gas vulkanik seperti sulfur dioksida (SO₂) yang dapat berkontribusi terhadap sifat asam pada abu.

Konsentrasi dan jenis senyawa kimia yang meningkatkan derajat keasaman (pH) abu vulkanik bervariasi, tergantung pada lokasi, sumber, dan jenis gunung berapinya.

Beberapa ciri iritasi kulit akibat paparan abu vulkanik yakni kulit terasa gatal, bengkak, kemerahan, dan munculnya bercak ruam yang panas atau perih.

4. Silikosis

Silikosis adalah bahaya jangka panjang akibat abu vulkanik. Masalah paru-paru ini disebabkan oleh paparan debu silika pada saluran pernapasan dalam waktu yang lama.

Silika merupakan zat kimia yang terdapat dalam abu vulkanik. Zat ini utamanya tersedia dalam bentuk kristal silika bebas dan silikon dioksida (SiO2).

Gejala penyakit silikosis yang perlu Anda waspadai antara lain:

  • batuk berdahak atau kering,
  • napas berbunyi nyaring (mengi),
  • sesak napas,
  • nyeri dada,
  • demam, dan
  • penurunan berat badan.

Paparan silika jangka panjang bisa menimbulkan luka dan jaringan parut dalam paru-paru. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian.

Cara melindungi diri dari abu vulkanik

Terdapat banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri dari bahaya abu vulkanik. Cara mengatasi abu vulkanik dapat dilakukan dengan mengurangi paparan dan membersihkan abu dengan langkah yang tepat.

Berikut ini beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan.

  • Tetap berada di dalam ruangan yang tidak terkena abu dan tutup semua celah, seperti pintu, jendela, dan ventilasi.
  • Gunakan masker N95 atau masker medis. Pastikan masker berukuran pas sehingga bisa menutupi hidung dan mulut dengan rapat.
  • Pakailah kacamata pelindung, kacamata renang, atau kacamata biasa untuk melindungi mata dari dampak abu vulkanik. 
  • Lepaskan lensa kontak bila Anda sedang menggunakannya ketika letusan gunung terjadi.
  • Bersihkan abu vulkanik dengan cara membasahinya terlebih dahulu. Jangan menyapu dengan cara kering karena bisa membuat debu beterbangan kembali.

Memperhatikan panduan keselamatan gunung meletus seperti di atas dapat membantu Anda dan orang terdekat selamat saat menghadapi bencana alam.

Tetap tenang dan selalu perhatikan instruksi darurat yang ada. Perhatikan apakah Anda harus tetap di berada rumah atau segera pergi ke lokasi pengungsian.

Jika Anda mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, atau masalah kulit akibat paparan abu vulkanik, segera hubungi dokter atau petugas medis terdekat. (adm)

Tags: Abu VulkanikBahaya Abu VulkanikErupsi Gunung Anak KrakatauGunung Meletus
ShareTweetSendShare
Previous Post

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

Mungkin Anda Juga Suka :

Tanda Nomor Whatsapp Anda Diblokir Orang

Tanda Nomor Whatsapp Anda Diblokir Orang

8 September 2026

...

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

...

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

24 Maret 2026

...

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

20 Desember 2025

...

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

16 Desember 2025

...

Load More

Discussion about this post

TERKINI

Mengenali Abu Vulkanik, Bahayanya, serta Melindungi Diri dan Keluarga

20 September 2026

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

19 September 2026

Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri All Out

18 September 2026

Bangunan di Gaza yang Dihantam Israel Runtuh, 21 Orang Meninggal dan Lainnya dalam Pencarian

17 September 2026

Dzikir “Laqod Jaakum” Beserta Rahasia Dahsyatnya Manfaat di Dunia dan Akhirat

17 September 2026

Temuan Vape Disalahgunakan dengan Campuran  Narkotika, Aturan Zat Adiktif Diuji ke MK

16 September 2026

Serangan Drone di Dekat Mekkah Mendapat Kecaman Pakistan, Houthi Yaman Bantah Menyerang

16 September 2026

Guru Besar USU Mendorong Model Korporasi Petani Sawit untuk Memperkuat Posisi Tawar Petani

15 September 2026

Penjelasan Fiqih Soal Sah dan Tidaknya Kata-kata Ungkapan Cerai atau Talak

15 September 2026

Turki Razia Besar-besaran anti-LGBT dan Menangkap Puluhan Anggota  Demi Kebaikan Negara

14 September 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video