Avesiar – Jakarta
Kedatangan dan pidato Netanyahu Israel di sidang umum PBB diwarnai aksi walk-out 77 perwakilan dari negara-negara di dunia. Tidak hanya itu, lebih dari 100 orang, termasuk actor dan politisi memprotes kedatangan Netanhayu.
Dikutip dari The New Arab, Sabtu (26/9/2026), bintang film Susan Sarandon dan aktris serial “Hacks”, Hannah Einbinder, termasuk di antara setidaknya 100 orang yang ditahan oleh polisi di New York saat aparat bergerak membubarkan unjuk rasa menentang Benjamin Netanyahu pada hari Kamis. Kandidat anggota Kongres dari Partai Demokrat, Darializa Avila Chevalier, dan anggota Dewan Kota New York, Chi Osse, juga turut ditangkap.
Banyak pengunjuk rasa meneriakkan kecaman terhadap Netanyahu, menuntut pertanggungjawaban atas tindakannya di Gaza, tempat militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan meratakan kawasan permukiman.
Puluhan orang memblokir jalan menuju markas besar PBB, dan polisi memerintahkan para demonstran untuk mengosongkan jalan tersebut.
Rekaman AFP memperlihatkan petugas NYPD memborgol Sarandon—bintang film “Thelma & Louise”, di lokasi unjuk rasa saat Perdana Menteri Israel yang juga dituduh sebagai penjahat perang itu bersiap untuk berpidato di hadapan Majelis Umum PBB.
Departemen Kepolisian New York (NYPD) mengonfirmasi kepada wartawan bahwa setidaknya 103 orang telah ditangkap karena tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan kemudian dibebaskan. Setidaknya sembilan dari mereka yang ditangkap adalah pejabat terpilih dan kandidat jabatan publik.
Tidak ada tanggapan segera dari NYPD atas permintaan komentar AFP terkait penahanan tersebut.
Para pengunjuk rasa yang membawa spanduk bertuliskan “Stop Arming Israel” (Berhenti Mempersenjatai Israel) dan “End the Genocide” (Akhiri Genosida) melakukan aksi duduk di jalanan kota saat Netanyahu menyampaikan pidatonya di PBB.
Di dalam ruang Majelis Umum, 77 utusan dari berbagai penjuru dunia melakukan aksi *walk-out* (meninggalkan ruangan) saat Netanyahu memulai pidatonya, di mana ia menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Ia juga menyerang Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dengan melabelinya sebagai sosok yang “antisemit”.
Mamdani kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa Netanyahu telah melontarkan “kebohongan tak berdasar yang bertujuan untuk memoles citra genosida yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina”. (ard)











Discussion about this post