Avesiar – Jakarta
Israel secara brutal mencegah masuknya lebih dari 900 kursi roda yang disumbangkan oleh dua organisasi amal Australia bagi anak-anak korban luka dan penyandang disabilitas akibat amputasi di Gaza ke wilayah tersebut oleh Israel.
Dilansir The New Arab, Rabu (23/9/2026), pengiriman ini tertahan di fasilitas penyimpanan di Yordania sejak tahun 2025, dan staf organisasi amal tersebut mendesak anggota parlemen Australia untuk turun tangan mengatasi masalah ini.
Organisasi amal Kids on Wheels Alliance mengirimkan dua paket bantuan yang tiba di Yordania pada Februari 2025, sementara satu pengiriman lainnya dari Wheelchairs for Kids tiba pada bulan Oktober tahun yang sama.
Kursi-kursi roda tersebut masih berada di fasilitas penyimpanan yang dikelola oleh Jordan Hashemite Charity Organisation (JHCO), yang menyatakan bahwa COGAT, badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengawasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, telah menghalangi pengirimannya.
Ketua Kids on Wheels Alliance, Shaoquett Moselmane, mengatakan kepada The New Arab bahwa mereka telah menggalang dana untuk pengadaan kursi roda selama lebih dari 15 tahun, dengan upaya besar dari masyarakat setempat untuk menanggung biaya kursi roda yang ditujukan bagi Gaza. Ia menambahkan bahwa Palestine Australia New Zealand Medical Association (PANZMA) turut membantu biaya pengiriman dan distribusinya; namun, Israel tidak memberikan alasan apa pun, dan “tidak ada masalah keamanan yang dikemukakan,” terlepas dari adanya laporan-laporan terkait.
Menurut Moselmane, tindakan Israel yang menghalangi pengiriman ini akan berdampak pada lebih dari 11.000 anak di Gaza.
Pembatasan ini terjadi di tengah pernyataan PBB yang menyebutkan bahwa Gaza memiliki jumlah anak penyandang amputasi terbesar dalam sejarah modern akibat serangan Israel terhadap wilayah tersebut. (ard)











Discussion about this post