• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Islam

Peran Matematikawan Muslim Al Khawarizmi, Aljabar dan Algoritma dalam Pembangunan Komputer serta Enkripsi

by Ave Rosa
8 Desember 2021 | 22:54 WIB
in Islam
Reading Time: 9 mins read
A A
Peran Matematikawan Muslim Al Khawarizmi, Aljabar dan Algoritma dalam Pembangunan Komputer serta Enkripsi

Ilsutrasi. Gambar: sciencefaith.com

Avesiar.com

Saat ini kita menikmati berbagai kecanggihan teknologi yang memudahkan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Salah satu kecanggihan teknologi adalah perangkat computer yang terus berkembang dalam inovasinya.

Namun, kita tentu juga perlu tahu, hal-hal apa saja yang memungkinkan dibuatnya perangkat canggih tersebut. Kontribusi seorang cendikiawan Islam di bidang matematika bernama Al-Khawarizmi.

Bisa dikatakan, teknologi modern adalah bidang lain yang merasakan kebermanfaatan kontribusi Al-Khawarizmi. Seperti dipaparkan Dr Ibrahim B Syed (2011), aljabar dan algoritma memungkinkan pembangunan komputer dan pembuatan enkripsi. Menurutnya, industri teknologi modern tidak akan ada tanpa kontribusi matematikawan Muslim, seperti Al-Khawarizmi.

Syed mengatakan dalam artikel berjudul “Al- Khwarizmi: The Father of Algebra”, bahwa pada abad ke-11, fondasi matematika Arab adalah salah satu yang terkuat di dunia. Dan, Al-Khawarizmi adalah salah seorang sarjana Muslim yang meletakkan dasar bagi renaisans dan revolusi Ilmiah Eropa.

Al-Khawarizmi dan para ahli matematika Muslim berhasil menemukan aljabar geometri dan membawanya ke tataran yang canggih, yang mampu memecahkan persamaan derajat ketiga dan keempat. Penerjemahan karya-karya berbahasa Arab mereka ke berbagai bahasa Eropa membantu dunia menyaksikan tahap baru pengembangan ilmu matematika tersebut.

Meski demikian, temuan Al-Khawarizmi mulanya tidak begitu saja diterima oleh dunia. Pada 1299, misalnya, hukum yang berlaku di Florence (Italia) melarang penggunaan angka yang dikembangkan Al-Khawarizmi, sehingga hanya universitas yang berani menggunakannya.

Pengaruhnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Barat menjadi tanda tak terhapuskan ketika karyanya dikenal luas di Eropa melalui terjemahannya dalam bahasa Latin. Setelah diperkenalkan di Eropa, karyanya menjadi teks standar matematika di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-16. 

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Pada abad yang sama, versi terjemahan dalam bahasa Inggris memunculkan istilah ‘algiebar’, ‘almachabel’, serta bentuk penamaan lainnya. Hingga akhirnya, istilah itu dipersingkat menjadi ‘algebra’ atau aljabar. 

Kehidupan dan karya-karya Al-Khawarizmi dalam ilmu pengetahuan modern dapat dicermati dalam ulasan berikut.

Mengenal Lebih Dekat Al Khawarizmi

Al Khawarizmi. Youtube

Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī  adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad  yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma’mun bin Ar-Rasyid tempat ia belajar ilmu alam dan matematik, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Buku pertamanya, Al Kitaab al muhtasar fii hisaab al jabr wa’l muqabaala, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari persamaan linear dan persamaan kaudratt. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar.

Al-Khwārizmī juga berperan penting dalam memperkenalkan angka Arab melalui karya Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind yang kelak diadopsi sebagai angka standar yang dipakai di berbagai bahasa serta kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke-12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusinya tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata “aljabar” berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam bukunya. Kata algorisme dan algoritma diambil dari kata algorismi, latinisasi dari namanya. Namanya juga di serap dalam bahasa Spanyol, guarismo, dan dalam bahasa Portugis, algarismo bermakna digit.

Biografi

Sedikit yang dapat diketahui dari hidupnya, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Namanya mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelarnya adalah Abū ‘Abdu llāh ) atau Abū Ja’far.

Sejarawan al-Tabari menamakannya Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali. Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan al-Khawārizmī berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.

Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkatnya bersama dengan karya-karya tulisnya. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. Setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dia lakukan.

Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma’mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Karya

Karya terbesarnya dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang dia tekuni.

Pendekatan logika dan sistematisnya dalam penyelesaian linier (Linear) dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu bukunya pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala  atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertamanya yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke-12.

Pada bukunya, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa latin.

Beberapa kontribusinya berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.

Sistemasi dan koreksinya terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besarnya yang lain, Kitab surat al-ard (“Pemandangan Bumi“;diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.

Kitab 1: Aljabar

Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala  atau Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan) adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830. Kitab ini merangkum definisi aljabar. Terjemahan ke dalam bahasa latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona.

Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah bilangan bulat positif).

kuadrat sama dengan akar (ax2 = bx)

kuadrat sama dengan bilangan konstanta (ax2 = c)

akar sama dengan konstanta (bx = c)

kuadrat dan akar sama dengan konstanta (ax2 + bx = c)

kuadrat dan konstanta sama dengan akar (ax2 + c = bx)

konstanta dan akar sama dengan kuadrat (bx + c = ax2)

Dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x – 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x+ 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x.

Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l-muqābala, termasuk Abu Hanifa al-Dinawari, Abu Kamil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al-muqābala), Abu Muhammad al-Adli, Abu Yusuf al-Missisi, Ibnu Turk, Sind bin Ali, Sahl bin Bisr, dan Sarafaddin al-Tusi.

Buku 2: Dixit algorizmi

Buku lain dari al-Khawārizmī adalah tentang aritmetika, yang bertahan dalam bahasa latin, tapi hilang dari bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.

Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi (“Seperti kata al-Khawārizmī”), atau Algoritmi de numero Indorum (“al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu”), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerjanya oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind (“Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu“).

Buku 3: Rekonstruksi Planetarium

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.

Buku ketiganya yang terkenal adalah Kitāb ṣūrat al-Arḍ “Buku Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 kordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap bukunya adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yamg ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.

Buku 4: Astronomi

Kampus Corpus Christi MS 283

Buku Zīj al-sindhind  “tabel astronomi” adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.

Versi aslinya dalam bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majriti (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).

Buku 5: Kalender Yahudi

Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Tahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd“Petunjuk Penanggalan Yahudi“). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishri dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid ; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Biruni dan Maimonides.

Karya lainnya

Beberapa manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo, dan Paris, berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’).

Dia juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang. (ave/dari berbagai sumber/edited)

Tags: Al KhawarizmiBapak Aljabar Al KhawarizmiCendikiawan MuslimIlmuan MuslimMatematikawan MuslimPeran Al Khawarizmi dalam Pembangunan Komputer
ShareTweetSendShare
Previous Post

Korps Marinir Tanggap Siaga Bencana Mengevakuasi Korban Erupsi Semeru

Next Post

Hadiri Sosialisasi KPPU untuk UMKM, Melani Sampaikan Pentingnya KPPU

Mungkin Anda Juga Suka :

Pernyataan Islamofobia Anggota Kongres AS Randy Fine “Menyukai Anjing Daripada Muslim” Membuatnya Diminta Mundur

Pernyataan Islamofobia Anggota Kongres AS Randy Fine “Menyukai Anjing Daripada Muslim” Membuatnya Diminta Mundur

17 Februari 2026

...

Mengenal Ahlussunnah wal Jama’ah Sebagai Mayoritas Umat Islam Sepanjang Masa dan Zaman

Mengenal Ahlussunnah wal Jama’ah Sebagai Mayoritas Umat Islam Sepanjang Masa dan Zaman

4 Desember 2025

...

Dilanda Kekeringan, Akan Mengimpor Satu Juta Domba Menyambut Idul Adha

Dilanda Kekeringan, Akan Mengimpor Satu Juta Domba Menyambut Idul Adha

11 Maret 2025

...

Rencana AS Soal Pemindahan Warga Gaza Ditolak Somalia, Meskipun ke Negaranya

Rencana AS Soal Pemindahan Warga Gaza Ditolak Somalia, Meskipun ke Negaranya

12 Februari 2025

...

Reaksi Penangkapan Jurnalis Palestina di Swiss Mencederai Kebebasan Pers

Reaksi Penangkapan Jurnalis Palestina di Swiss Mencederai Kebebasan Pers

27 Januari 2025

...

Load More
Next Post
Hadiri Sosialisasi KPPU untuk UMKM, Melani Sampaikan Pentingnya KPPU

Hadiri Sosialisasi KPPU untuk UMKM, Melani Sampaikan Pentingnya KPPU

Hemat Pangkal Kaya, Menyiasati Kebutuhan Belanja Agar Terkendali

Hemat Pangkal Kaya, Menyiasati Kebutuhan Belanja Agar Terkendali

Discussion about this post

TERKINI

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

9 Maret 2026

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

Sunyi Sebagai Kitab Terbuka

7 Maret 2026

Prihatin 50 Persen Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual, Komdigi Tunda Akses ke Medsos Sampai Usia 16 Tahun

6 Maret 2026

Pemerintah Berikan 66 Ribu Tiket Gratis dan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Penumpang Lebaran

6 Maret 2026

Jadi Tempat Bukber yang Cozy di Mal, Resto Tekko Kebayoran Park Siapkan Paket 90 Ribuan

6 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Mencoba Ganti Rokok dengan Kurma

6 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video