Avesiar – Moskow
Kepemilikan baru Restoran McDonald’s di Rusia dengan nama baru Vkusno & tochka, yang artinya “Enak dan hanya itu”, menjadi bagian tetap bekerjasamanya franchise asal Amerika Serikat tersebut.
Fajar baru untuk kancah makanan cepat saji Rusia pada awalnya akan melihat 15 restoran bermerek dibuka di dalam dan sekitar ibu kota setelah raksasa burger AS itu memunggungi negara itu atas apa yang disebut Rusia sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina.
Pembukaan kembali gerai, tiga dekade setelah McDonald’s pertama kali dibuka di Moskow dalam pencairan simbolis antara Timur dan Barat, dapat memberikan ujian tentang seberapa sukses ekonomi Rusia dapat menjadi lebih mandiri dan menahan sanksi Barat.
Oleg Paroev, kepala eksekutif Vkusno & tochka, dikutip dari TRT World, Ahad (12/6/2022), mengatakan perusahaan berencana untuk membuka kembali 200 restoran di Rusia pada akhir Juni dan 850 restoran pada akhir musim panas.
“Tujuan kami adalah agar para tamu tidak melihat perbedaan baik dalam kualitas maupun suasana,” kata Paroev dalam konferensi pers di tempat yang dulunya merupakan restoran McDonald’s pertama yang dibuka di Soviet Moskow pada 1990.
Alexander Govor, pemilik baru rantai tersebut, mengatakan perusahaan itu mempekerjakan 51.000 orang.
“Korporasi meminta saya untuk, pertama-tama, menjaga jumlah karyawan, untuk memberi orang pekerjaan. Itulah yang akan saya lakukan,” tambahnya.
Rantai makanan cepat saji yang berganti nama akan mempertahankan interior lama McDonald’s tetapi akan menghapus referensi apa pun ke nama lamanya, kata Paroev, yang ditunjuk sebagai CEO McDonald’s Rusia beberapa minggu sebelum Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.
Paroev mengatakan perusahaan akan mempertahankan harga yang terjangkau, tetapi tidak mengesampingkan bahwa harga akan naik sedikit dalam waktu dekat. (ard)













Discussion about this post