• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Info & Tips

Mewaspadai  Penyakit Batten yang Bikin Anak Pikun atau Demensia Dini

by Avesiar
9 Oktober 2022 | 23:42 WIB
in Info & Tips
Reading Time: 3 mins read
A A
Mewaspadai  Penyakit Batten yang Bikin Anak Pikun atau Demensia Dini

Ilsutrasi. Foto: dok. Yudis/Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Sindrom yang yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak atau disebut secara medis sebagai demensia, seperti berkurangnya daya ingat atau pikun, lebih diketahui diidap oleh lansia di atas 65 tahun. Kondisi ini, meskipun amat langka, ternyata juga bisa terjadi pada anak-anak

Keadaan tersebut disebabkan oleh penyakit Batten. Dikutip dari laman Halodoc, Ahad (9/10/2022), penyakit ini sendiri merupakan sebuah kondisi degeneratif yang amat langka. Sebenarnya, tak hanya demensia saja efek yang ditimbulkan dari penyakit Batten, tapi pengidapnya juga bisa mengalami kehilangan kemampuan untuk bergerak dan melihat secara normal.

Akibat Mutasi Gen

Saking langkanya penyakit ini, di Inggris diperkirakan hanya terjadi pada 40 orang saja. Bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini belum ada laporan rinci mengenai Batten di negara kita. Yang perlu diwaspadai, pengidap penyakit ini biasanya tak panjang, bahkan seringkali tidak sampai remaja. Apa sih penyebabnya?

Menurut ahli seperti dilansir Daily Mail, Batten merupakan kelainan bawaan dari sistem saraf yang biasanya muncul ketika anak berusia dini. Kelainan ini amat cepat menggerogoti tubuh pengidapnya. Batten juga merupakan penyakit autosomal resesif. Artinya, anak bisa mendapatkan penyakit dari kedua orang tua yang normal, karena di ini orang tua hanya berperan sebagai carrier.

Menurut ahli, anak yang terlahir dari kedua orang tua yang membawa mutasi gen penyebab penyakit, punya 25 persen risiko untuk mengembangkan penyakit ini.

Batten yang bisa membuat anak menjadi demensia ini mulanya dikenali pada 1903 oleh Dr Frederik Batten. Menurut ahli, penyakit Batten merupakan bentuk paling umum dari sekelompok kelainan yang disebut lipofuscinoses ceroid neuronal (NCL). NCL ini ditandai dengan penumpukan abnormal zat lemak dan granular tertentu di dalam sel saraf otak, dan jaringan tubuh lainnya akibat mutasi genetik.

Bacaan Terkait :

Menurut Kamu, Meskipun Tidak Sempurna, Keluarga Yang Ideal Itu Seperti Apa?

Penelitian Menyebutkan Antibiotik, Antivirus dan Vaksin dapat Membantu Mengatasi Demensia

Tingkatkan Kesehatan Otak Anda dan Bantu Menangkal Alzheimer – Demensia dengan 11 Makanan Rekomendasi Para Ahli

Hindari 11 Perlakuan Orang Tua yang Membangun Kebencian Pada Anaknya

Regulator Kesehatan Didesak untuk Menyetujui 2 Nama Obat Demensia

Harapan Pengobatan untuk Penyakit Batten pada Anak-anak dari Penggunaan Gen Domba yang Diedit

Gen Z Juga Sering Disebut Generasi Micin, Berikut Karakteristik dan Ciri-cirinya

Load More

Mutasi genetik tertentu ini akan mengganggu kemampuan sel tubuh lainnya untuk membuang limbah racun. Hal inilah yang nantinya menyebabkan penyusutan area otak tertentu, sehingga menimbulkan sederet gejala gangguan saraf dan fisik.

Kenali Gejalanya

Yang perlu diingat, demensia dini hanya satu dari banyaknya gejala penyakit ini. Dalam banyak kasus, Batten pertama kali dicurigai ketika pemeriksaan mata, sebab tanda awal yang sering muncul adalah kebutaan.

Gejala yang timbul juga bisa berupa kejang episodik dan hilangnya kemampuan fisik dan mental yang sebelumnya dimiliki. Anak yang mengidapnya akan mengalami kemunduran perkembangan. Yang bikin resah seiring usianya bertambah, kejang ini dapat bertambah parah, tanda demensia akan menjadi lebih jelas, dan munculnya gangguan motorik yang serupa dengan gejala penyakit parkinson pada lansia.

Penyakit yang umumnya terjadi pada anak berusia 5-10 tahun ini, menurut ahli, seringkali berakibat fatal di usia remaja atau 20-an tahun. Selain itu, anak dan remaja yang mengidap penyakit ini, juga sering mengalami kebutaan total pada usia 10 tahun.

Berikut gejala dari Batten lainnya yang mesti diwaspadai:

  • Masalah dengan ucapan dan cara berkomunikasi.
  • Penurunan kognitif dan motorik.
  • Perubahan perilaku.
  • Kesulitan berjalan, mudah jatuh, atau kesulitan menyeimbangkan tubuh.
  • Perubahan perilaku dan kepribadian (gangguan mood, gelisah)
  • Halusinasi.

Sulit Menemukan Obatnya

Saat ini, menurut para ahli, belum ada obat yang bisa menyembuhkan Batten. Namun, setidaknya ada terapi khusus yang bisa membantu untuk menjaga kualitas hidup pengidap dan keluarganya. Misalnya, melalui pengobatan dengan alfa cerliponase yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA), AS. Obat ini bisa memperlambat hilangnya kemampuan berjalan pada anak berusia di atas 3 tahun.

Ada juga terapi penggantian enzim (enzyme replacement therapy), yang diharapkan bisa membuat pengidapnya bertahan hidup lebih lama. Menurut ahli, terapi fisik juga bisa membantu pengidap Batten untuk mempertahankan fungsi tubuhnya hingga selama mungkin. (adm)

Tags: anak-anakDemensiaPenyakit BattenPikun
ShareTweetSendShare
Previous Post

Harapan Pengobatan untuk Penyakit Batten pada Anak-anak dari Penggunaan Gen Domba yang Diedit

Next Post

Rayakan Maulid Nabi 1444H, BSI Bikin Bermacam-macam Kegiatan Sosial

Mungkin Anda Juga Suka :

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

...

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

Lakukan Hal-hal Berikut Agar Tubuh Lebih Bugar dan Mood Membaik Usai Perjalanan Mudik

24 Maret 2026

...

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

Gurun-gurun Terbesar di Dunia, Ternyata Sahara yang Ketiga

20 Desember 2025

...

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

Santai Atasi Stress Kerja, Berikut 24 Cara untuk Mengatasinya

16 Desember 2025

...

Sungai-sungai Terpanjang di Dunia, Pertama Sungai Nil dan Kesembilan Kongo

Sungai-sungai Terpanjang di Dunia, Pertama Sungai Nil dan Kesembilan Kongo

10 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Rayakan Maulid Nabi 1444H, BSI Bikin Bermacam-macam Kegiatan Sosial

Rayakan Maulid Nabi 1444H, BSI Bikin Bermacam-macam Kegiatan Sosial

person in white long sleeve shirt playing piano

Sambut Sumpah Pemuda, Andien - Chandra Darusman dan Chaseiro All Stars akan Tampil di Griya Arifin Panigoro

Discussion about this post

TERKINI

Khusyuknya Abdul Kholiq, Dosen PTIQ Juara Hafidz Qur’an, Pengurus NU Depok, Dai dan Assesor Nasional

4 Juni 2026

Gelar 104 Pertandingan Terdiri dari 48 Tim dan 12 Grup di 16 Kota 16 Stadion serta Harga Tiket

3 Juni 2026

Budiyanto Darmastono “The Pioneer Minded”, Bos Kurir SAP Ekspres yang Terapkan IT Terdepan untuk COD

3 Juni 2026

Memahami Tarekat atau Thoriqoh, Terminologi, Pengertian, dan Para Tokohnya

2 Juni 2026

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video