Avesiar – Gujarat, India
Tragedi akibat kerumunan massa saat penyelenggaraan acara terjadi beruntun di beberapa negara akhir-akhir ini. Tragedi Kanjuruhan di Indonesia, Haloween di Seoul, dan juga terbaru putusnya jembatan penyeberangan di atas sungai di Gujarat, India, Ahad (30/10/2022).
Perayaan ritual keagamaan pasca-Diwali, di mana berhala-berhala dibenamkan ke dalam sungai, yang dilangsungkan di atas jembatan tersebut menelan korban tewas.
Dikutip dari The Guardian, Senin (31/10/2022), korban tewas akibat runtuhnya jembatan penyeberangan di atas sungai di Gujarat, India barat itu bertambah menjadi 130 orang tewas karena lebih banyak cerita muncul dari saat mengerikan struktur runtuh.
Sekitar 400 orang, dikatakan pejabat setempat, yang terdiri dari banyak keluarga berada di jembatan gantung di atas Sungai Machchu di kota Morbi pada hari Minggu dan suasananya meriah.
Menurut informasi yang dikutip, jembatan berusia lebih dari satu abad dan berasal dari British Raj, tetapi baru saja dibuka kembali pada 26 Oktober setelah perbaikan ekstensif yang dilakukan selama enam bulan oleh perusahaan swasta.
“Ada banyak anak kecil di antara yang tewas,” kata seorang penyelamat kepada saluran berita NDTV. Saat itu hari Minggu malam sehingga keluarga keluar untuk berjalan-jalan karena itu adalah tempat wisata yang populer.
Staf di rumah sakit terdekat tempat para korban dibawa mengatakan kepada NDTV bahwa banyak anak meninggal, dengan beberapa pasangan kehilangan lebih dari satu anak.
Korban selamat bernama Prateek Vasava, yang berenang ke tepi sungai setelah jatuh dari jembatan, mengatakan kepada saluran berita lokal bahwa dia telah menyaksikan beberapa anak jatuh ke sungai.
“Saya ingin menarik beberapa dari mereka bersama saya, tetapi mereka telah tenggelam atau hanyut,” katanya.
Korban selamat lainnya berkata: “Kabel putus dan jembatan ambruk dalam sepersekian detik. Orang-orang saling berjatuhan dan masuk ke sungai.”
Yang beruntung bisa berenang ke tempat yang aman atau diselamatkan oleh 200 tim yang terdiri dari staf dari angkatan laut, tentara, angkatan udara, dan Pasukan Tanggap Bencana Nasional.
Dalam rekaman video, orang-orang terlihat berpegangan pada sisa-sisa jembatan yang bengkok yang masih di atas air.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang berada di negara bagian tersebut dalam kunjungan tiga hari. Mr Modi mengumumkan kompensasi 200.000 rupee kepada keluarga para korban. (ard)













Discussion about this post